Obat Phapros Dorong Pemulihan, Ini Rekomendasinya
Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada 2026 Dinilai Membaik
Prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada tahun 2026 dinilai semakin menjanjikan seiring dengan perbaikan fundamental kinerja dan fokus bisnis terhadap produk bermargin tinggi. Meski harga sahamnya sempat mengalami penurunan sepanjang 2025, analis menilai bahwa tekanan tersebut lebih disebabkan oleh sentimen pasar dan faktor likuiditas, bukan pelemahan kinerja operasional perusahaan.
Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, menjelaskan bahwa koreksi saham PEHA lebih dipengaruhi oleh terbatasnya likuiditas perdagangan serta sentimen negatif yang muncul dari isu restrukturisasi holding BUMN farmasi. Ia menegaskan bahwa hal ini bukan disebabkan oleh faktor fundamental perusahaan.
Segmen Obat Bermerek sebagai Motor Utama Perbaikan Profitabilitas
Dari sisi bisnis, segmen obat bermerek baik etikal maupun OTC menjadi motor utama perbaikan profitabilitas perseroan. Menurut Wafi, produk branded memiliki margin yang lebih tinggi dibandingkan obat generik, sehingga memberikan stabilitas dalam laba perusahaan.
“Perannya penting untuk menjaga margin. Produk branded punya margin lebih tinggi dari generik, jadi labanya bisa lebih stabil,” ujarnya.
Selain itu, momentum musiman Ramadan juga dinilai berpotensi menjadi katalis jangka pendek bagi kinerja PEHA. Secara historis, peningkatan aktivitas perjalanan dan konsumsi kesehatan mendorong lonjakan penjualan produk farmasi.
“Secara historis Ramadan jadi katalis kuat karena kenaikan aktivitas perjalanan mendorong penjualan obat PEHA,” tambah Wafi.
Peningkatan Pendapatan dan Kinerja Keuangan
Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan PEHA tumbuh sebesar 19,5% menjadi Rp683,6 miliar per September 2025. Hal ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam membalikkan kinerja dari rugi menjadi laba bersih. Perbaikan ini menunjukkan mulai solidnya transformasi portofolio produk perseroan.
Terkait tekanan biaya bahan baku, Wafi menilai bahwa PEHA relatif resilien. Strategi fokus pada produk herbal dengan tingkat kandungan dalam negeri tinggi serta penyesuaian harga produk non-generik menjadi kunci mitigasi tekanan margin.
“Cukup resilien karena fokus ke produk herbal dengan TKDN tinggi dan penyesuaian harga jual produk non-generik,” ujarnya.
Rekomendasi Analis dan Target Harga
Sejalan dengan perbaikan fundamental tersebut, Wafi merekomendasikan saham PEHA dengan rating buy dan target harga Rp360 per saham. Hal ini menunjukkan optimisme terhadap prospek perusahaan di masa depan.
Sementara itu, Abida Massi Armand, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, menilai bahwa gap antara kinerja keuangan dan pergerakan saham PEHA masih dipengaruhi oleh kehati-hatian investor terhadap konsistensi laba dan visibilitas pertumbuhan jangka panjang.
“Meski pendapatan tumbuh kuat dan PEHA berhasil berbalik laba, pasar masih menunggu konsistensi kinerja yang lebih solid sebelum rerating penuh terjadi,” jelas Abida.
Dengan prospek pertumbuhan segmen bermerek dan efisiensi yang mulai terlihat, Abida memandang kinerja PEHA pada 2026 tetap positif, meski dengan pendekatan valuasi yang lebih konservatif. Ia memasang target harga Rp320 per saham.
Strategi dan Fokus Bisnis yang Jelas
Strategi perusahaan yang jelas dalam fokus pada produk bermargin tinggi dan pengembangan portofolio yang lebih stabil menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan. Selain itu, adaptasi terhadap perubahan pasar dan respons terhadap tantangan seperti kenaikan biaya bahan baku juga menjadi indikator kekuatan perusahaan.
Dengan semua faktor tersebut, prospek PT Phapros Tbk (PEHA) pada tahun 2026 terlihat cukup menjanjikan. Namun, perlu diperhatikan bahwa stabilitas kinerja jangka panjang akan menjadi kunci utama dalam menentukan performa saham di masa depan.
- Scientists from Wantagh honored with awards and publications - February 15, 2026
- Obat Phapros Dorong Pemulihan, Ini Rekomendasinya - February 15, 2026
- Mau Kebangkitan Dari Alergi Anda? Suntikan Imunoterapi Mungkin Masuk Akal Bagi Anda - February 15, 2026




Leave a Reply