Unika Santu Paulus Ruteng Semakin Unggul dengan Tambah 2 Profesor dan 4 Lektor Kepala

Unika Santu Paulus Ruteng Kembali Menorehkan Prestasi di Dunia Akademik

Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng kembali menunjukkan keunggulannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia akademik. Baru-baru ini, universitas ini berhasil menambah dua Guru Besar dan empat Lektor Kepala, yang menjadi bukti nyata dari upaya penguatan budaya akademik, riset berkualitas, serta pendidikan berkarakter di lingkungan kampus.

Capaian ini tidak hanya menjadi pencapaian individu para dosen, tetapi juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional. Penambahan jabatan akademik tersebut memberikan dorongan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Terpilih Sebagai Lektor Kepala

Salah satu dosen yang meraih kenaikan jabatan adalah Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol. Ia ditetapkan sebagai Lektor Kepala dalam bidang Pendidikan Agama Katolik/Pendidikan Katekese Paroki, efektif sejak 1 Desember 2025. Keputusan ini mencerminkan kompetensi dan dedikasi beliau dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi.

Selain Rektor, ada dua dosen lainnya yang juga meraih jabatan Lektor Kepala. Pertama, Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, M.Pd.Si. yang mendapatkan kenaikan jabatan dalam rumpun keilmuan Pendidikan Matematika/Kalkulus Integral/Kalkulus Lanjut, efektif sejak 1 Desember 2025. Kedua, Fransiskus Nendi, M.Pd., yang resmi menyandang jabatan Lektor Kepala dalam bidang Ilmu Pendidikan/Evaluasi Pembelajaran/Persamaan Diferensial, mulai 1 Januari 2026.

Pengangkatan Dua Profesor/Guru Besar

Unika Santu Paulus Ruteng juga mencatat capaian akademik tertinggi melalui pengangkatan dua Profesor/Guru Besar. Pertama, Dr. Maksimus Regus, S.Fil., M.Si., yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiologi Agama/Multikulturalisme, berlaku sejak 1 Januari 2026. Kedua, Dr. Sabina Ndiung, M.Pd., yang ditetapkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pembelajaran Matematika Pendidikan Dasar/Asesmen Pembelajaran Matematika, mulai 1 Januari 2026.

Baca Juga  UIN Bandung Jadi Kampus Islam Terbaik Indonesia 2026

Keputusan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas konsistensi kinerja tridarma perguruan tinggi yang terus berkembang di lingkungan Unika Santu Paulus Ruteng.

Tanggapan dari Para Akademisi

Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. “Penetapan dua Guru Besar dan empat Lektor Kepala ini lahir dari ketekunan akademik, integritas ilmiah, serta komitmen jangka panjang para dosen dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran para Profesor dan Lektor Kepala menjadi penguat utama mutu akademik dan reputasi institusi. “Kehadiran mereka memperkuat struktur akademik sekaligus menjadi motor penggerak budaya riset, kolaborasi lintas disiplin, dan transformasi intelektual di kampus,” tambahnya.

Dr. Sabina Ndiung, M.Pd., juga menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya sebagai Guru Besar setelah melalui proses panjang. “Pencapaian ini membutuhkan waktu, konsistensi, dan hampir 22 tahun proses. Ini bukan prestasi personal, tetapi hasil kolaborasi banyak pihak,” katanya.

Sementara itu, Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, M.Pd.Si., menilai jabatan Lektor Kepala sebagai amanah besar. “Saya memandang capaian ini sebagai dorongan untuk terus berkarya dalam tridarma perguruan tinggi dan berkontribusi bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi di kampus ini,” ujarnya.

Fransiskus Nendi, M.Pd., juga menegaskan bahwa jabatan akademik bukan sekadar gelar. “Lektor Kepala bukan hanya status, tetapi tanggung jawab untuk terus menginspirasi dan memberi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan,” tuturnya.


unnamed Unika Santu Paulus Ruteng Semakin Unggul dengan Tambah 2 Profesor dan 4 Lektor Kepala