Disdik Bangka Tengah tingkatkan wajib belajar 13 tahun, rata-rata lama sekolah masih rendah

Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah

Kabupaten Bangka Tengah, yang dikenal dengan julukan Negeri Selawang Segantang, sedang mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakatnya. Salah satu fokus utama adalah penguatan implementasi kebijakan wajib belajar 13 tahun. Hal ini dilakukan karena masih rendahnya angka rata-rata lama sekolah di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Indrawadi, menjelaskan bahwa rata-rata lama sekolah masyarakat di daerah ini termasuk dalam kategori rendah. Menurut data yang dimiliki oleh dinasnya, banyak masyarakat yang hanya bersekolah hingga jenjang SMP.

“Angka rata-rata lama sekolah kita ini masih sangat rendah. Jangankan mau 12 tahun, kita baru 7 koma sekian rata-rata masyarakat. Artinya masyarakat Bangka Tengah yang usianya di atas 21 tahun itu kebanyakan baru berpendidikan di kelas 2 SMP,” ujar Indrawadi pada Selasa (3/2/2026).

Menurut Indrawadi, tantangan ini tidak hanya menjadi tugas Dinas Pendidikan, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Pihaknya berencana melibatkan masyarakat dan organisasi lokal untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya menyelesaikan pendidikan hingga SMA.

Fokus pada Pendidikan Anak Usia Dini

Selain kebijakan wajib belajar 13 tahun, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah juga fokus pada sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan dari inisiatif ini adalah agar setiap anak di Bangka Tengah mendapatkan layanan PAUD di usia pra sekolah.

Indrawadi menyebutkan bahwa target utama adalah memberikan akses pendidikan PAUD kepada semua anak di wilayah tersebut. “Untuk pendidikan PAUD juga kita coba mengejar target semua anak Bangka Tengah yang usia dini harus mendapat layanan pendidikan PAUD. Dan untuk Bangka Tengah, alhamdulillah sudah tercapai setiap desa ada PAUD, jadi mari masyarakat memanfaatkan ini,” ujarnya.

Baca Juga  Eksplorasi Rentang Suara Elsa Japasal dalam Buku

Langkah-Langkah Konkret

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan Bangka Tengah melakukan beberapa langkah konkret:

  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Melalui sosialisasi dan edukasi, masyarakat diajak untuk lebih memahami pentingnya pendidikan.
  • Kolaborasi dengan Berbagai Stakeholder: Dinas Pendidikan bekerja sama dengan organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan instansi terkait untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
  • Peningkatan Infrastruktur Pendidikan: Memastikan adanya fasilitas pendidikan yang memadai di setiap desa, termasuk peningkatan kualitas guru dan kurikulum.

Tantangan dan Harapan

Meski ada tantangan, Indrawadi optimis bahwa dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kondisi pendidikan di Kabupaten Bangka Tengah dapat meningkat. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan pendidikan yang tersedia dan mendukung kebijakan yang telah ditetapkan.


unnamed Disdik Bangka Tengah tingkatkan wajib belajar 13 tahun, rata-rata lama sekolah masih rendah