Dari kelas ke dunia nyata, ratusan proyek siswa memeriahkan STEAM Expo 2026 Sampoerna Academy
STEAM Expo 2026: Membentuk Generasi Pemecah Masalah Masa Depan
STEAM Expo 2026 yang diadakan oleh Sampoerna Academy pada 30–31 Januari 2026 bukan sekadar pameran karya sekolah. Acara ini menjadi wadah untuk menampilkan gagasan-gagasan masa depan, di mana ratusan siswa sejak usia dini dilatih untuk berpikir sebagai pencipta solusi nyata. Dengan tema “Inventing Tomorrow”, acara tahunan ini digelar serentak di seluruh kampus Sampoerna Academy di Indonesia.
Selama acara, sebanyak 707 proyek STEAM dipresentasikan, mencerminkan bagaimana pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) diterjemahkan menjadi inovasi yang relevan dengan tantangan masa depan. Proyek-proyek tersebut mencakup teknologi ramah lingkungan hingga konsep kota berkelanjutan.
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek
Principal Sampoerna Academy Grand Pakuwon Campus, Mary Jane, menegaskan bahwa STEAM Expo bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan proses berpikir yang dibangun sejak dini. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek, siswa dibiasakan merancang ide, melakukan riset, menguji, mengevaluasi, hingga mempertanggungjawabkan solusi yang mereka tawarkan.
“Di sinilah siswa belajar memimpin sejak awal. Mereka tidak hanya menyelesaikan tugas, tetapi memahami bahwa inovasi adalah proses panjang yang menuntut tanggung jawab, keberanian mencoba, dan kesiapan menghadapi kegagalan,” ujar Mary Jane.
Proyek-Proyek yang Menjadi Fokus
Dari total 707 proyek yang ditampilkan, 151 proyek dipamerkan di Sampoerna Academy Surabaya, melibatkan siswa dari jenjang ELC hingga Grade 8. Sementara itu, kampus lain turut menyumbang ratusan karya, yakni Medan (183 proyek), Sentul (73 proyek), BSD (129 proyek), dan L’Avenue (171 proyek).
Beragam proyek tersebut menyoroti isu-isu krusial masa depan, seperti pemanfaatan energi terbarukan, teknologi ramah lingkungan, hingga solusi kreatif untuk persoalan sosial di sekitar masyarakat. Seluruhnya lahir dari proses riset, eksperimen, dan kolaborasi yang dilakukan siswa secara berkelanjutan.
Untuk memastikan kualitas ilmiah proyek, Sampoerna Academy menggandeng Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) sebagai mitra sekaligus juri. Kolaborasi ini memberi siswa pengalaman langsung berdiskusi dengan para peneliti muda, sekaligus memahami cara berpikir ilmiah secara utuh.
Perwakilan ALMI, Sritrusta Sukaridhoto, menyebut kolaborasi ini sebagai investasi jangka panjang bagi inovasi Indonesia. Menurutnya, membawa riset nyata ke ruang kelas akan membentuk karakter siswa yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga berintegritas dan peduli dampak sosial.
Karya-Karya yang Menarik Perhatian
Sejumlah karya siswa mencuri perhatian publik. Salah satunya adalah Sonic Fire Extinguisher, prototipe alat pemadam api ramah lingkungan berbasis gelombang suara. Dikembangkan oleh tiga siswa Grade 5, alat ini ditawarkan sebagai alternatif pemadam berbahan kimia yang berpotensi berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
Inovasi lain yang tak kalah menarik adalah City of the Future, konsep kota pintar berbasis energi surya. Proyek ini menggambarkan bagaimana panel surya dapat menjadi sumber energi utama kota, sekaligus mengurangi polusi dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Salah satu pengembang proyek, William Richmond Suharly, menyebut energi surya sebagai solusi yang tak hanya bersih, tetapi juga berkelanjutan. “Energi matahari tidak akan habis dan tidak menimbulkan polusi. Dengan memanfaatkannya, kota bisa hidup lebih sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Belajar dari Proses, Bukan Takut Gagal
Lebih dari sekadar pameran, STEAM Expo 2026 menegaskan pentingnya proses belajar. Siswa didorong untuk bereksperimen, belajar dari kegagalan, serta membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan ide di depan publik. Pendampingan guru dan dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut.
Rangkaian STEAM Expo 2026 akan berlanjut melalui STEAM Competition 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Maret 2026 di Jakarta. Kompetisi ini terbuka bagi siswa dari berbagai sekolah dan diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas dalam menumbuhkan inovasi berbasis STEAM.
Menutup rangkaian kegiatan, Mary Jane berharap pengalaman belajar seperti STEAM Expo dapat membentuk generasi muda Indonesia yang kritis, kreatif, dan berani mengambil peran dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Setiap masalah adalah peluang untuk menciptakan solusi. Melalui pengalaman nyata seperti ini, siswa tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga membangun pola pikir untuk berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.
- Soal Tes Kompetensi Akademik (TKA) SMA Matematika 2026 - February 12, 2026
- Dari kelas ke dunia nyata, ratusan proyek siswa memeriahkan STEAM Expo 2026 Sampoerna Academy - February 12, 2026
- Apakah Progesteron Menyebabkan Refluks Asam? - February 12, 2026




Leave a Reply