Rata-rata lama sekolah Kayong Utara hanya 6,55 tahun, akses pendidikan jadi perhatian
Rata-Rata Lama Sekolah di Kabupaten Kayong Utara Masih Rendah
Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2025 menunjukkan bahwa Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Kayong Utara berada pada angka 6,55 tahun. Angka ini menjadi yang terendah di Provinsi Kalimantan Barat dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, menjelaskan bahwa capaian tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan hingga jenjang menengah. Ia menekankan bahwa rendahnya RLS disebabkan oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan dan telah berlangsung cukup lama.
Salah satu faktor utama adalah kondisi geografis dan infrastruktur wilayah. Kabupaten Kayong Utara didominasi kawasan kepulauan dan pesisir, sehingga akses menuju sekolah lanjutan, khususnya SMP dan SMA, menjadi sulit bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil. Hal ini membuat biaya dan waktu untuk mencapai sekolah menjadi lebih mahal dan rumit.
Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat juga turut memengaruhi capaian RLS. Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan masih menjadi kendala, termasuk belum meratanya akses internet di sejumlah wilayah yang masih berstatus blankspot. Faktor-faktor ini menyulitkan para siswa untuk mengakses informasi dan sumber belajar yang memadai.
Sebagai kabupaten hasil pemekaran pada tahun 2007, sektor pendidikan di Kayong Utara masih membutuhkan waktu dan upaya berkelanjutan untuk mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah lain di Kalimantan Barat. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan sejumlah langkah dan program strategis.
Jumadi menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Selain itu, kebijakan pendidikan inklusif terus didorong agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk peserta didik di wilayah terpencil, dapat terjangkau layanan pendidikan.
“Kami akan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu, serta mengembangkan kebijakan pendidikan inklusif untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian,” ujarnya.
Di sisi lain, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan juga terus dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan. Pemerintah daerah turut mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat untuk merevitalisasi puluhan satuan pendidikan, mulai dari TK, SD hingga SMP.
“Kami telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat untuk merevitalisasi puluhan satuan pendidikan (TK, SD, SMP) guna mengatasi keterbatasan APBD daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Jumadi menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam upaya memperbaiki potret pendidikan di Kabupaten Kayong Utara. Ia berharap orang tua memiliki komitmen kuat untuk tidak membiarkan anak putus sekolah.
“Kepada orang tua, diharapkan memiliki komitmen kuat untuk tidak membiarkan anak putus sekolah. Dukungan keluarga adalah kunci utama agar anak dapat menempuh pendidikan minimal 12 tahun sesuai program wajib belajar,” harapnya.
Selain peran keluarga, peserta didik juga diimbau tetap bersemangat menimba ilmu meski di tengah berbagai keterbatasan. Pemerintah daerah, kata dia, terus mengupayakan dukungan berupa bantuan gizi, tempat tinggal, serta pembiayaan pendidikan bagi siswa yang membutuhkan.
Melalui sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung pendidikan bermutu sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kayong Utara.
- Rata-rata lama sekolah Kayong Utara hanya 6,55 tahun, akses pendidikan jadi perhatian - February 10, 2026
- Uji Fase 3 yang Menjanjikan dari Sanofi Mengenai Duvakitug untuk Penyakit Crohn - February 9, 2026
- 5 Fakta Menarik Capung Jarum Sundanese, Burung Kupu-Kupu Eksotis Nusantara - February 9, 2026




Leave a Reply