Pemkab Jayapura Siapkan Layanan Online ke Distrik, Manfaatkan Dana Otsus untuk Pelatihan Kerja
Program Pelatihan dan Bursa Kerja di Kabupaten Jayapura Tahun 2026
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jayapura, Idris Taba, menjelaskan berbagai program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat kesiapan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP) melalui berbagai inisiatif seperti pelayanan informasi kerja, bursa kerja (job fair), dan pelatihan tenaga kerja.
“Program Siap Kerja Online ini akan melibatkan petugas yang turun langsung ke lapangan untuk memfasilitasi warga mendapatkan informasi lowongan kerja secara lebih mudah,” ujar Idris Taba saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Sosial, Distrik Sentani, Selasa (3/2/2026).
Disnakertrans juga berencana menggelar kembali Bursa Kerja (Job Fair) pada tahun 2026. Tujuan dari program ini adalah untuk mempertemukan langsung perusahaan dengan para pencari kerja (pencaker) agar bisa melakukan wawancara di tempat. Pada pelaksanaan sebelumnya, tercatat lima orang langsung diterima bekerja di minimarket di wilayah Sentani, sementara 20 lainnya menjalani masa pelatihan (training).
Pemanfaatan Dana Otsus di BLK
Idris Taba menyampaikan bahwa meskipun dana Otonomi Khusus (Otsus) mengalami penyusutan pada tahun ini, pihaknya tetap melaksanakan peningkatan kompetensi pemuda OAP. Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini pihaknya mendorong kerja sama dengan BLK Sorong.
Meski demikian, Idris mengaku masih melakukan pertimbangan lantaran masalah biaya transportasi menjadi kendala utama bagi peserta yang berasal dari wilayah jauh seperti Distrik Depapre dan Demta.
“Biaya transportasi yang tersedia dari BLK Sorong hanya Rp 15 ribu. Ini sulit bagi peserta dari wilayah jauh. Oleh karena itu, kami berencana menanggulangi biaya transportasi dan penginapan melalui dana Otsus agar peserta bisa fokus berlatih,” jelasnya.
Pelatihan Kelistrikan dan Perbengkelan
Lebih lanjut, kata Idris, pada tahun 2025, sebanyak 30 peserta yang dibina di BLK Papua mengikuti pelatihan kelistrikan dan perbengkelan. Untuk bidang perbengkelan, Disnakertrans melakukan program training di Honda di mana gajinya kami biayai, meskipun sejauh ini baru satu orang yang berhasil diserap sepenuhnya sebagai karyawan.
Selain menyiapkan tenaga kerja siap pakai, pelatihan ini juga diarahkan agar para peserta mampu membuka lapangan kerja sendiri. Disnakertrans mencatat telah menyalurkan bantuan modal fisik berupa satu unit kompresor kepada peserta pelatihan perbengkelan.
“Jadi kami beri bantuan juga kompresor, tetapi kami akan belum ke lapangan lagi untuk mengecek sejauh mana usahanya berjalan,” pungkasnya.
- Warga Blythe harus segera berkendara setidaknya 100 mil untuk mendapatkan perawatan medis - February 10, 2026
- Pemkab Jayapura Siapkan Layanan Online ke Distrik, Manfaatkan Dana Otsus untuk Pelatihan Kerja - February 10, 2026
- Rata-rata lama sekolah Kayong Utara hanya 6,55 tahun, akses pendidikan jadi perhatian - February 10, 2026




Leave a Reply