BPJS Capai 98 Persen, Bangka Barat Raih Penghargaan UHC 2026
Penghargaan UHC Awards 2026 untuk Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Bangka Barat berhasil meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 kategori Madya. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah karena telah mencapai cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan yang sangat tinggi. Penganugerahan dilakukan di Ballroom JioExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (27/1/2026). Bupati Bangka Barat, Markus, menerima penghargaan ini secara langsung.
Menurut Abimanyu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bangka Barat, penghargaan ini diraih karena cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah tersebut telah melampaui angka 98 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat terlindungi oleh sistem jaminan kesehatan nasional.
“Kriterianya di atas 98 persen bahwa masyarakat kita terlindung dengan BPJS Kesehatan dan keaktifan harus di atas 80 persen,” ujar Abimanyu kepada wartawan, Selasa (3/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan merujuk pada peserta yang rutin membayar iuran. Termasuk dalam kriteria ini adalah peserta yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah.
“Keaktifan itu artinya yang membayar harus di atas 80 persen, termasuk yang ditanggung oleh Pemda,” tambahnya.
Meskipun berhasil meraih penghargaan, Bupati Markus menyatakan bahwa perlu dilakukan pembenahan dan evaluasi terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. Tujuannya agar tidak memberatkan APBD kabupaten. Menurutnya, masih ada warga yang kaya tetapi iuran BPJS Kesehatannya ditanggung oleh pemerintah daerah, padahal mereka tidak menggunakan layanan tersebut.
“Mungkin orang-orang yang kaya, yang super kaya itu kemungkinan kita akan evaluasi karena hasil pengecekan kita di setiap rumah sakit kita maupun Puskesmas. Hampir tidak ada orang kaya itu menggunakan BPJS. Jadi kan sebenarnya kan sayang kan. Kita bayar orang kaya tapi tidak juga menggunakan BPJS,” jelas Markus.
Ia menekankan bahwa isu ini harus menjadi perhatian serius agar kepesertaan BPJS Kesehatan bisa lebih tepat sasaran.
“Nah itu yang sudah mapan-mapan ini nanti akan kita evaluasi ya gimana skemanya. Yang penting UHC kita tidak turun, harapan kita seperti itu,” harapnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Memastikan Keberlanjutan UHC
Untuk mempertahankan capaian UHC yang telah diraih, pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Peningkatan sosialisasi
Masyarakat diajarkan tentang pentingnya BPJS Kesehatan dan cara menggunakannya. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media dan kegiatan komunitas.Pemantauan keaktifan peserta
Data keaktifan peserta BPJS Kesehatan dipantau secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa iuran yang dibayarkan benar-benar digunakan oleh masyarakat.Evaluasi penerima manfaat
Terdapat upaya untuk mengecek apakah semua peserta BPJS Kesehatan benar-benar membutuhkan layanan kesehatan. Hal ini dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas.Peningkatan partisipasi masyarakat
Pemerintah berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program BPJS Kesehatan. Dengan demikian, cakupan kepesertaan dapat terus meningkat.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap UHC tetap terjaga dan semakin optimal dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
- At 100, He Was Still Running Marathons — What Fauja Singh Taught the World About Aging - February 9, 2026
- IELTS Reading Practice Test: Full Passage, Questions, and Detailed Answers (High-Value Global Traffic) - February 9, 2026
- BPJS Capai 98 Persen, Bangka Barat Raih Penghargaan UHC 2026 - February 9, 2026




Leave a Reply