Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen UBSI Ciptakan Inovasi Apalhan, Juara Lomba Dislitbangad

Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen UBSI Ciptakan Kendaraan Taktis untuk Operasi Kemanusiaan

Sebuah inovasi yang luar biasa telah dihasilkan oleh tim peneliti dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam ajang Lomba Karya Cipta Teknologi yang diselenggarakan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbangad). Tim ini berhasil meraih juara ketiga dalam kompetisi tersebut, yang merupakan bagian dari perayaan HUT ke-48 TNI AD.

Tim peneliti UBSI terdiri dari Gildas Hamilu Shihhah, seorang mahasiswa UBSI, bersama dosen Rian Septian Anwar, Dr. Sumanto, dan Miwan K. Hidayat. Mereka menciptakan kendaraan taktis roda rantai dengan judul Kendaraan Taktis Roda Rantai untuk Operasi Kemanusiaan TNI AD: Desain Konseptual dan Efisiensi Biaya. Inovasi ini dirancang khusus untuk mendukung operasi kemanusiaan TNI AD di medan ekstrem Indonesia yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda ban maupun transportasi udara.

Gildas menjelaskan bahwa ia terlibat dalam pengembangan sistem kelistrikan kendaraan yang mampu mendukung peralatan medis dan komunikasi ketika kendaraan difungsikan sebagai ambulans lapangan. “Tantangan utamanya adalah menjaga stabilitas sistem kelistrikan di medan dengan guncangan tinggi dan tingkat kelembapan ekstrem. Untuk itu, kami merancang sistem pemantauan baterai digital dan proteksi sirkuit ganda agar operasional tetap berjalan optimal,” ujar Gildas dalam keterangan tertulis.

Selain sistem kelistrikan, tim peneliti UBSI juga mengembangkan sistem penerangan LED berintensitas tinggi untuk operasi malam hari serta power outlet khusus yang mampu menyuplai energi bagi peralatan medis darurat seperti ventilator portabel dan alat pacu jantung.

Keunggulan Teknis Kendaraan Taktis UBSI

Kendaraan taktis UBSI memiliki sejumlah keunggulan teknis. Sistem crawler track memberikan tekanan tanah rendah (0,05–0,1 kg/cm²), sehingga mampu melintasi medan berlumpur tanpa terjebak. Bobot kendaraan dirancang di bawah 4,5 ton, mendukung pengangkutan melalui jalur udara (airlift capability). Selain itu, sistem kendali cerdas terintegrasi untuk memantau kondisi mesin dan bahan bakar secara real-time.

Baca Juga  Science enthusiast, Basking Ridge student finalist in international science competition

Salah satu keunggulan utama dari inovasi ini adalah efisiensi biaya. Jika kendaraan taktis pada umumnya membutuhkan anggaran hingga miliaran rupiah, desain konseptual UBSI menargetkan estimasi pengembangan sekitar Rp 710 juta. Hal ini dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan komponen lokal agar lebih mudah dikembangkan secara mandiri.

Apresiasi dari Rektor UBSI

Rektor UBSI, Mochamad Wahyudi, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tim peneliti UBSI. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam riset terapan. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif memiliki kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan nasional,” ujarnya.

Prestasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhan) nasional yang mandiri, andal, dan efisien. Selain itu, inovasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi dan kebutuhan praktis militer.

unnamed Kolaborasi Mahasiswa dan Dosen UBSI Ciptakan Inovasi Apalhan, Juara Lomba Dislitbangad