Guru Toraja Berjuang ke Paser Kaltim Mengajar di Jalanan Berdebu dan Sungai

Perjuangan Guru Muda di Wilayah Terpencil

Di balik kemajuan pendidikan yang terus berkembang, masih ada perjuangan sunyi yang berlangsung di pelosok negeri. Ribuan guru memilih meninggalkan kampung halaman demi mengajar di daerah terpencil, menghadapi medan yang tidak mudah, demi masa depan anak-anak bangsa yang jarang tersorot.

Salah satu kisah mengharukan datang dari seorang guru muda asal Toraja, Sulawesi Selatan, yang kini mengabdikan diri di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Ia mengajar di kawasan Long Kali, sebuah wilayah yang mengharuskannya berjuang melawan kondisi alam dan akses jalan yang berat setiap hari.

Perjalanan guru tersebut menjadi sorotan publik setelah video yang ia unggah di akun TikTok @kakamel24 viral dan banyak pengguna. Dalam unggahan itu, ia memperlihatkan bagaimana kerasnya perjuangan menuju sekolah, mulai dari jalan berdebu hingga transportasi sungai yang harus dikejar tepat waktu.

Diceritakan guru tersebut dalam sebuah video, salah satu tantangan yang dihadapi adalah polusi debu di sepanjang jalan akses menuju sekolah. “Kalau kami ke sekolah lewat jalur darat, terus musim kemarau, pasti pakaian kami sudah full dengan debu,” ujar guru tersebut.

Guru perantau itu mengungkapkan bahwa paparan debu di jalanan benar-benar mengubah penampilannya secara drastis. Ia menceritakan bagaimana kondisi penampilannya saat sampai di tujuan. Jaket yang dikenakannya dalam video, yang tampak berubah warna.

“Teman-teman bisa lihat jaket saya sudah berubah warna, yang awalnya hitam polos sudah menjadi hitam kecokelatan,” katanya. Guru wanita tersebut menjelaskan, debu yang menempel begitu tebal. “Ini pun sudah saya kibas-kibas sebagian sebelum saya membuat video,” lanjutnya. Namun, sisa debu masih terlihat jelas di permukaan jaket.

Untuk mengurangi dampak debu, ia harus mengambil langkah ekstra sebelum berangkat. “Sebelum kami berangkat ke sekolah, kami harus betul-betul berpakaian tertutup, termasuk memakai masker dan kacamata,” tuturnya. “Debu di jalan itu seperti asap yang menutupi jalanan.”

Baca Juga  Video Viral Aksi Siswa Bolos Tantang Guru di Temanggung, Netizen Kecam Berat

Kondisi itu tidak hanya berdampak pada para pengguna jalan, tetapi juga pada lingkungan sekitar. “Sampai-sampai daun dan sawit-sawit yang ada di pinggir jalan sudah berubah warna menjadi kecokelatan,” ungkapnya. “Kalau saya lewat darat, sampai di sekolah itu saya sudah full dengan debu,” katanya. Ia mengaku harus membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mengajar. “Sampai di sekolah saya harus membersihkan diri, jaket, tas, dari debu.”

Dalam video lainnya, selain harus berhadapan dengan debu jalanan, guru perantau ini juga harus berurusan dengan moda transportasi air. Sedikit saja terlambat sampai di dermaga atau pinggir sungai, maka konsekuensinya adalah tertinggal oleh sarana angkut yang tersedia. “Lambat sedikit tertinggal di pinggir sungai aku hehe, anak gadis yang suka terlambat ini dapat gemparan dunia seperti ini wkwk,” tulisnya dalam caption unggahan TikTok.

Respons Warganet

Video itu menuai berbagai respons dari warganet dalam kolom komentar. Isinya banyak yang menyemangati guru perantau itu. “Semangat ibu guru semoga bisa kembali ke Toraja dengan penuh berkat lewat rejeki yang melimpah buat keluarga yang menantimu ibu guru,” tulis warganet. “Sehat selalu Aamiin,” tulis warganet. “Semangat pahlawan tanpa balas jasa,” tulis warganet.

unnamed Guru Toraja Berjuang ke Paser Kaltim Mengajar di Jalanan Berdebu dan Sungai