Menelusuri Asal Usul Nama Kampus di Tengah Kota Palembang, Mulai dari POM IX 1971

Sejarah dan Perkembangan Kawasan Palembang Square

Palembang Square (PS) yang kini dikenal sebagai pusat perbelanjaan modern memiliki sejarah yang panjang dan kaya akan makna. Di kalangan mahasiswa dan akademisi, kawasan ini dikenal dengan sebutan “wilayah kampus”, sebuah istilah yang tidak muncul begitu saja, melainkan berakar dari peristiwa penting dalam sejarah olahraga Indonesia.

Kawasan Palembang Square terletak di Jalan Angkatan 45, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, dan mulai berdiri pada tahun 2004. Lokasinya yang dekat dengan Stadion Bumi Sriwijaya menjadikan kawasan ini sejak lama menjadi pusat aktivitas publik dan olahraga di Kota Palembang.

Perlu diketahui bahwa sejarah kawasan ini tidak dapat dipisahkan dari perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) IX yang diselenggarakan pada tahun 1971. Ajang tersebut merupakan POM terbesar sekaligus terakhir yang diselenggarakan oleh Badan Keolahragaan Mahasiswa Indonesia (BKMI). Palembang saat itu dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan olahraga mahasiswa tingkat nasional.

Rencananya, POM berikutnya akan dilaksanakan di Bandung pada 1975. Namun, kegiatan tersebut batal digelar karena tidak memperoleh izin dari Menteri Syarif Tayib, dengan pertimbangan penghematan anggaran negara dalam rangka pembangunan nasional pada masa awal Repelita.

Menjelang penyelenggaraan POM IX, Stadion Bumi Sriwijaya dibangun sebagai fasilitas utama pertandingan. Stadion ini terus berfungsi hingga kini dan telah mengalami beberapa kali renovasi besar, termasuk peningkatan standar FIFA yang rampung pada Desember 2024 untuk memperbaiki kualitas fasilitas dan rumput lapangan.

Stadion tersebut kerap menjadi venue berbagai ajang olahraga nasional dan internasional, sekaligus markas tim sepak bola lokal.

Pengaruh POM IX terhadap Penamaan Wilayah

Pegiat sejarah Palembang, Mang Dayat, menjelaskan bahwa pengaruh POM IX juga tercermin pada penamaan kawasan permukiman di sekitar stadion. “Pada masa perhelatan Pekan Olahraga Mahasiswa, rumah-rumah di sekitar kawasan ini dijadikan sebagai wisma para atlet. Inilah sebabnya banyak perumahan di wilayah kampus memiliki nama yang berkaitan dengan cabang olahraga,” ujar Mang Dayat melalui kanal YouTube pribadinya.

Baca Juga  Kamerun, AfDB Menandatangani Kesepakatan Pinjaman 136 Juta Euro untuk Mengembangkan Keterampilan dan Kewirausahaan di Wilayah Utara Jauh

Sejak saat itu, kawasan di sekitar Jalan Angkatan 45 berkembang pesat dan identik dengan aktivitas pendidikan serta olahraga. Sejumlah perguruan tinggi berdiri di sekitarnya, memperkuat citra kawasan tersebut sebagai wilayah kampus.

Perkembangan Infrastruktur dan Identitas Kota Palembang

Sejarah perkembangan Kota Palembang sendiri tidak lepas dari dampak berbagai perhelatan olahraga berskala besar, mulai dari POM, SEA Games, hingga Asian Games, yang turut mendorong kemajuan infrastruktur serta perkembangan sosial dan ekonomi kota.

Beberapa perhelatan olahraga besar turut membentuk identitas kawasan, termasuk penamaan perumahan dan perkembangan infrastruktur pendidikan di sekitar PS Mall. Hal ini menunjukkan bagaimana olahraga tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menjadi motor penggerak perkembangan kota.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meskipun kawasan ini telah berkembang pesat, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti pengelolaan lalu lintas, pengaturan ruang publik, serta pemeliharaan infrastruktur yang terus berkembang. Namun, dengan perencanaan yang baik, kawasan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan olahraga, pendidikan, dan kehidupan masyarakat.

Dengan mempertahankan nilai-nilai sejarah dan tradisi, Palembang Square tidak hanya menjadi pusat belanja, tetapi juga tempat yang kaya akan makna dan keberagaman.

unnamed Menelusuri Asal Usul Nama Kampus di Tengah Kota Palembang, Mulai dari POM IX 1971