Tim Medis RSUD TCD Sigli Buka Pospol Kesehatan di Aceh Tamiang
Tim Medis Pidie dan RSUD TCD Sigli Siapkan Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir
Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Drs. Samsul Azhar, bersama Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, drg. Mohd. Riza Faisal, MARS, memimpin tim medis dalam menyiapkan layanan kesehatan bagi korban banjir di UPTD Puskesmas Bendahara, Aceh Tamiang, pada Kamis (1/1/2026).
Setibanya di lokasi, tim lebih dulu membersihkan lantai dan ruangan puskesmas yang masih dilapisi lumpur sebelum membuka posko kesehatan. “Kami datang bukan hanya membawa obat, tetapi memastikan tempat pelayanan bisa kembali berfungsi. Tanpa ruang yang bersih, pengobatan tidak mungkin berjalan dengan baik,” ujar Riza Faisal.
Setelah puskesmas siap difungsikan, bantuan obat-obatan seperti salep kulit, obat demam, antibiotik, vitamin, dan antiseptik ditata. Bantuan diterima langsung oleh KTU Puskesmas Bendahara, Dedi Syahputra. Menurut Riza Faisal, penyakit pascabanjir seperti infeksi kulit, ISPA, dan kelelahan warga sering muncul ketika air mulai surut, sehingga obat-obatan harus tersedia sejak awal.
Kehadiran tim medis RSUD TCD Sigli melanjutkan estafet pengabdian tenaga kesehatan Pidie. Sebelumnya, tim dari Dinas Kesehatan Pidie dan RSUD Tgk Abdullah Syafi’i (TAS) Beureunuen telah bertugas di lokasi. Meski Pidie sendiri masih dilanda banjir susulan, RSUD TCD memastikan fasilitas kesehatan dan pasokan obat tetap tersedia bagi warga terdampak.
Menjelang siang, puskesmas yang semula terendam lumpur kembali berfungsi. Pelayanan kesehatan pun resmi berjalan di Posko Pidie Peduli Korban Banjir.
Layanan Kesehatan yang Mengedepankan Kemanusiaan
Di tengah hiruk pikuk dunia medis yang sering identik dengan suasana tegang, RSU TCD Sigli justru menghadirkan nuansa berbeda. Rumah sakit ini tak hanya fokus pada teknologi dan layanan medis modern, tetapi juga pada sentuhan kemanusiaan yang membuat pasien merasa lebih tenang.
Bagi RSUD Sigli setiap pasien bukan sekadar angka dalam data statistik, melainkan pribadi yang perlu dirawat dengan penuh empati. Hal ini terlihat dari berbagai program inovatif yang dijalankan, mulai dari ruang tunggu yang ramah keluarga, hingga layanan konsultasi yang mengedepankan komunikasi hangat antara dokter dan pasien.
“Pasien yang nyaman akan lebih cepat pulih. Itu filosofi kami,” ujar salah satu tenaga medis RSU TCd dengan senyum bersahabat.
Tak hanya itu, RSU TCd juga aktif menggelar kegiatan sosial, seperti pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi masyarakat tentang pola hidup sehat. Kehadiran rumah sakit ini menjadi bukti bahwa kesehatan bukan hanya soal obat dan perawatan, tetapi juga tentang rasa aman, perhatian, dan kepedulian.
Dengan pendekatan humanis yang konsisten, RSU TCd semakin dikenal sebagai rumah sakit yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga menenangkan hati.
Kehadiran Tim Medis untuk Meringankan Beban Korban Banjir
“Kehadiran kami untuk meringankan beban dirasakan korban banjir. Kami datang bukan hanya membawa obat, tetapi memastikan tempat pelayanan bisa kembali berfungsi. Tanpa ruang yang bersih, pengobatan tidak mungkin berjalan dengan baik,” kata Riza Faisal di sela kegiatan membersihkan puskesmas.
- 207 Guru HST Ikuti Pelatihan Gemini Academy, Wajib Bagikan Ilmu ke Rekan - February 4, 2026
- A Glimpse at This Year’s Giving Your Best Banquet - February 4, 2026
- Strong roots for small local farms in South Dakota - February 4, 2026




Leave a Reply