Pemkot Bekasi Kolaborasi dengan Sekolah Tangani Sampah, Tri Adhianto Hadirkan Edukasi Revolusioner

Pemkot Bekasi Libatkan Pelajar SD hingga SMP dalam Edukasi Pengelolaan Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus memperkuat upaya penanganan sampah dengan melibatkan pelajar SD hingga SMP dalam berbagai kegiatan edukatif dan kerja bakti. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa pendekatan edukasi sejak usia dini dinilai efektif dalam membentuk pola pikir yang berkelanjutan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari anak-anak agar dapat menjadi fondasi bagi perubahan di masa depan.

  • Program kerja bakti rutin setiap hari Rabu dilakukan di alun-alun dan hutan kota, yang melibatkan siswa SD dan SMP.
  • Kegiatan tersebut sempat terhenti akibat cuaca buruk, namun telah direncanakan untuk dilanjutkan dengan pengembangan aktivitas yang lebih intensif.
  • Salah satu rencana lanjutan adalah mengajak siswa melakukan camping di kawasan hutan kota sebagai bagian dari proses pembelajaran lingkungan hidup.

Penyediaan Fasilitas di Kawasan Hutan Kota

Pemkot Bekasi juga telah menyiapkan berbagai sarana penunjang di kawasan hutan kota, termasuk fasilitas sanitasi dan area usaha. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung proses belajar siswa.

  • Fasilitas seperti WC dan kafe-kafe disediakan di kawasan hutan kota.
  • Fasilitas-fasilitas ini menjadi bagian dari pendidikan edukasi lingkungan bagi pelajar.

Edukasi Sejak Dini sebagai Kunci Perubahan

Tri Adhianto menekankan bahwa edukasi sejak dini sangat penting dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Ia menilai, tindakan revolusioner diperlukan untuk menghadapi masalah sampah yang terus meningkat.

  • Masyarakat harus menyadari bahwa sampah bukanlah sesuatu yang biasa, tetapi sesuatu yang membutuhkan tindakan serius.
  • Kesadaran jangka panjang dibangun melalui pendidikan dini yang memperkenalkan tanggung jawab lingkungan kepada anak-anak.
Baca Juga  Prabowo: Sekolah Terpadu Miliki Fasilitas Modern Separa Negara Lain

Upaya Penataan Kota Lainnya

Selain program pengelolaan sampah, Pemkot Bekasi juga melakukan berbagai kebijakan penataan kota. Salah satunya adalah penertiban spanduk dan reklame ilegal yang dinilai mengotori wajah kota.

  • Kawasan Jalan Ahmad Yani kini hampir tidak lagi dipenuhi spanduk liar setelah dilakukan pengendalian ketat.
  • Penertiban reklame ilegal diperkuat dengan dukungan peralatan bagi Satpol PP untuk melakukan penindakan langsung di lapangan.

Program Sedekah Sampah dan Bank Sampah RW

Pemkot Bekasi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui berbagai program. Salah satunya adalah program sedekah sampah yang dilaksanakan setiap hari Jumat.

  • Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang nilai sampah.
  • Setiap RW memiliki kewajiban untuk memiliki bank sampah sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
  • Dana sebesar Rp 100 juta diberikan kepada RW untuk mendukung pengelolaan sampah secara mandiri.

Tantangan dan Harapan

Meski telah banyak langkah yang diambil, tantangan dalam pengelolaan sampah tetap ada. Namun, dengan keterlibatan pelajar dan masyarakat, Pemkot Bekasi optimis bisa menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

  • Kerja sama dengan sekolah dan masyarakat menjadi kunci sukses program ini.
  • Edukasi lingkungan harus terus dikembangkan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.


unnamed Pemkot Bekasi Kolaborasi dengan Sekolah Tangani Sampah, Tri Adhianto Hadirkan Edukasi Revolusioner