Cakram Magma yang Berkedalaman 2,4 Mil Bisa Jadi Alasan Yellowstone Tidak Meledak Sekarang
Temuan besar di bawah Taman Nasional Yellowstone telah mengungkapkan sebuah tutup magma yang terletakhampir 2,4 mil di bawah permukaanyang dapat membantu mencegah sebuahletusan gunung berapi besarDengan penggunaan gambar seismik canggih dan pemodelan komputer, para peneliti menemukan bahwa tutup ini menahan panas dan tekanan sambil memungkinkan gas untuk terlepas dengan aman, mengurangi risiko ledakan.
Menurut studi yang diterbitkan pada 16 April dijurnal ilmiahAlam, penemuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang salah satu sistem gunung berapi paling aktif di dunia dan dapat meningkatkan cara ilmuwan memantau Yellowstone.
Cara Kerja Cap Magma
Yellowstonetelah memikat ilmuwan selama beberapa dekade karena berada di atassupervolkandengan potensi letusan besar. Bahkan dengan bertahun-tahun studi, banyak detail mengenai sistem magmanya tetap tidak jelas. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh Universitas Rice dan Universitas Texas di Dallas mengungkapkan bagian penting dari teka-teki tersebut: sebuahmagma capyang bertindak seperti katup pelepas tekanan. Penemuan ini menjelaskan bagaimana peristiwa tersebut terjadi.gunung berapitetap stabil dan mengurangi kemungkinan letusan mendadak yang berbahaya.
Menurut studi tersebut, cakram magma berfungsi sebagaitutupyang menahan panas dan tekanan di bawah Yellowstone. Terdiri dari lelehan silikat dan gelembung air superkritikal dalam batuan berpori, tutupan ini telah berada selama jutaan tahun tanpa menyebabkan letusan besar. Dengan penggambaran seismik teknologi tinggi, para peneliti memetakan kedalaman dan strukturnya secara tepat. Mereka menemukan bahwa sistem magma adalahsekitar 2,4 mil dalamnya, memberikan gambaran yang jauh lebih jelas daripada perkiraan sebelumnya yang bervariasidari 1,8 hingga 5 mil.
Imaging seismik menjadi kunci dalam penemuan ini. Tim menggunakanTruk vibroseis berat 53.000 poundmenciptakan gelombang seismik kecil, yang memungkinkan mereka melihat ke dalam kedalaman Yellowstone. Metode ini mengungkap bagaimana magma disusun dan bagaimana tutupan berperan sebagai sistem pembatas alami.
Bagaimana Gas Mempertahankan Gunung Berapi Tetap Stabil
Salah satu temuan yang paling menarik adalah bagaimana cakram magma menangani pelepasan gas. Magma yang naik melepaskankarbon dioksidadanuap airyang dapat terakumulasi dan memicu letusan jika tekanan tidak dilepaskan. Menurut Brandon Schmandt, salah satu peneliti utama, Yellowstone menghindari risiko ini karena gas keluar secara bertahap melalui batuan porus. Ia menggambarkannya sebagai“napas yang stabil,”memungkinkan tekanan untuk dilepaskan dengan aman.
Ventilasi alami ini bekerja seperti katup keselamatan, mengurangi risiko ledakan. Meskipun begitu,magma aktif, sistem ini menjaga semua hal tetap stabil. Memahami proses ini menunjukkan bagaimana Yellowstone dapat tetap dinamis tanpa mengancam letusan besar secara tiba-tiba.

Mengawasi Yellowstone Dengan Seksama
Mencari cap magma memberi ilmuwan cara baru untuk memantau sistem gunung berapi Yellowstone. Schmandt mengatakan:
Yang telah kami temukan adalah bahwa reservoir ini tidak pernah berhenti – ia telah berada di sana selama beberapa juta tahun, tetapi masih dinamis.
Para peneliti akan terus memantau tingkat gas dan perubahan dalam keadaan tersebutmagmauntuk mengenali tanda-tanda awal dari ketidakstabilan yang mungkin terjadi. Pemetaan sistem magma membantu ilmuwan melihat bagaimana tekanan dan pelepasan gas menjaga kestabilan gunung berapi dan dapat meningkatkan peramalan bahaya vulkanik di masa depan.
Menikmati artikel ini? Berlangganan newsletter gratis kamiuntuk cerita yang menarik, konten eksklusif, dan berita terbaru.
- Crush 2026 Tour de Zwift Goals and Win a TDZ x Pedal Mafia Smart Frame - February 1, 2026
- Cakram Magma yang Berkedalaman 2,4 Mil Bisa Jadi Alasan Yellowstone Tidak Meledak Sekarang - February 1, 2026
- Sekolah Demak Kini Berdiri dengan Desain Panggung Pasca Banjir - February 1, 2026




Leave a Reply