Siswa SD Inpres Bello Kupang Bangkitkan Galasing Tradisional

Permainan Galasing di SD Inpres Bello, Kupang

Di halaman SD Inpres Bello, Kota Kupang, Provinsi NTT, suara tawa dan sorak kecil anak-anak terdengar menggema. Di bawah sinar matahari yang menyengat, para siswa tampak larut dalam permainan galasing, sebuah permainan rakyat tradisional yang semakin langka di tengah dominasi gawai dan hiburan digital.

Permainan ini dilakukan secara berkelompok, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Anak-anak berlarian tanpa alas kaki, saling memberi semangat, bekerja sama, sekaligus belajar mematuhi aturan. Dalam prosesnya, nilai kejujuran, sportivitas, dan solidaritas tumbuh secara alami—nilai-nilai yang semakin tergerus dalam kehidupan modern.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Inpres Bello, Paskalis Rangga, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran pendidikan jasmani yang dirancang oleh guru olahraga. Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali permainan rakyat tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi. Tanpa disadari, mereka perlahan menjauh dari permainan dan budaya yang lahir dari lingkungan mereka sendiri,” ujar Paskalis.

Menurut dia, melalui permainan rakyat seperti galasing, sekolah tidak hanya mendorong aktivitas fisik, tetapi juga menanamkan pendidikan karakter. Ia menambahkan, galasing sebagai permainan kelompok mengajarkan anak-anak untuk berkumpul, saling membantu, menghargai peran teman, serta merasakan sukacita dalam kebersamaan.

“Nilai kebersamaan, kerja sama, dan rasa persaudaraan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Komitmen serupa disampaikan oleh pengurus Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia atau KPOTI Kota Kupang, Martinus Klau. Ia menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk menggalakkan permainan rakyat dan olahraga tradisional di kalangan anak-anak usia sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP.

Menurut Martinus, pelestarian permainan tradisional merupakan tanggung jawab bersama untuk merawat warisan budaya bangsa. “Permainan rakyat bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas budaya. Jika tidak diperkenalkan sejak dini, anak-anak akan tumbuh tanpa mengenal jati dirinya,” ujarnya.

Baca Juga  Siswa MAN 1 Madina Juara Dunia di Kompetisi Robotik Malaysia

Di halaman sekolah itu, galasing bukan sekadar permainan. Ia menjelma menjadi ruang belajar yang menjembatani masa lalu dan masa depan, mengajarkan bahwa kebersamaan, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan tetap relevan di tengah dunia yang terus berubah.

Keuntungan dan Manfaat Permainan Galasing

  • Meningkatkan Keterampilan Sosial

    Permainan galasing membutuhkan interaksi langsung antar anak, sehingga meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja sama. Anak-anak belajar untuk saling mendukung dan menghargai peran masing-masing.

  • Menguatkan Budaya Lokal

    Melalui permainan ini, anak-anak lebih mengenal dan menghargai budaya daerah mereka sendiri. Hal ini membantu melestarikan tradisi yang mulai tergerus oleh perkembangan teknologi.

  • Meningkatkan Kesehatan Fisik

    Permainan galasing melibatkan gerakan aktif, seperti lari dan permainan kelompok, yang bermanfaat untuk kesehatan fisik anak-anak.

  • Membentuk Karakter yang Baik

    Dalam permainan ini, anak-anak belajar tentang kejujuran, sportivitas, dan rasa tanggung jawab. Nilai-nilai ini menjadi dasar dalam pembentukan kepribadian yang kuat.

  • Menciptakan Lingkungan yang Menyenangkan

    Permainan galasing menciptakan suasana yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan, memberikan pengalaman positif yang sulit ditemukan dalam media digital.

Peran Sekolah dalam Melestarikan Budaya

Sekolah memiliki peran penting dalam melestarikan budaya lokal melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan memasukkan permainan tradisional seperti galasing dalam kurikulum pendidikan. Hal ini tidak hanya membantu anak-anak mengenal budaya mereka, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan efektif.

Selain itu, sekolah juga dapat bekerja sama dengan komunitas lokal dan organisasi budaya untuk memperluas penyebaran permainan tradisional. Dengan kolaborasi ini, potensi permainan galasing sebagai sarana pendidikan dan pelestarian budaya dapat dimaksimalkan.

Kesimpulan

Permainan galasing di SD Inpres Bello, Kupang, menunjukkan bahwa permainan tradisional masih memiliki peran penting dalam pendidikan dan pelestarian budaya. Dengan menggabungkan kesenangan dan nilai-nilai luhur, permainan ini membantu anak-anak tumbuh menjadi individu yang lebih baik dan sadar akan jati diri mereka.

Baca Juga  Wagub Jihan Nurlela Pantau Try Out UTBK di SMAN 5 Bandar Lampung
unnamed Siswa SD Inpres Bello Kupang Bangkitkan Galasing Tradisional