Peningkatan kualitas pendidikan di Malang Raya melalui perbaikan sekolah dan lingkungan belajar
Program Rehabilitasi dan Revitalisasi Fasilitas Sekolah di Malang Raya
Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan tenaga pendidik, tetapi juga pada kondisi sarana prasarana yang menunjang kenyamanan belajar siswa. Hal ini menjadi salah satu alasan utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan program rehabilitasi dan revitalisasi fasilitas sejumlah sekolah di wilayah Malang Raya.
Program ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan layak digunakan. Sebanyak 38 sekolah di wilayah tersebut tercatat menerima bantuan perbaikan sarana prasarana tahun ini. Sekolah penerima bantuan terdiri dari 23 SMK negeri dan swasta, 12 SMA negeri dan swasta, serta tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri.
Bentuk bantuan yang diberikan sangat beragam, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, pembangunan dan perbaikan toilet, peningkatan fasilitas laboratorium, hingga penguatan ruang praktik siswa. Ruang praktik ini menjadi sangat penting dalam pembelajaran berbasis kompetensi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa perhatian terhadap fasilitas dasar sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Menurutnya, keberadaan sarana yang layak bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, serta psikologis siswa dan guru saat menjalankan aktivitas belajar mengajar.
Pada kunjungannya ke SMKN 2 Singosari, Khofifah menyampaikan bahwa perbaikan toilet dan sanitasi menjadi salah satu fokus utama pada program revitalisasi tahun ini. Fasilitas sanitasi yang baik dinilai memiliki pengaruh besar terhadap kebersihan lingkungan sekolah serta pembentukan kebiasaan hidup sehat bagi para peserta didik. Lingkungan yang bersih dan tertata juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah sekaligus meningkatkan kedisiplinan.
Selain fasilitas sanitasi, penguatan laboratorium dan ruang praktik turut menjadi prioritas pada sekolah kejuruan. Pemerintah provinsi melihat bahwa SMK memiliki kebutuhan sarana pembelajaran yang lebih spesifik, karena bertujuan mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja maupun dunia industri. Dengan ruang praktik yang memadai, siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.
Program revitalisasi ini tidak hanya dimaknai sebagai proyek perbaikan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas pendidikan di Malang Raya. Dengan fasilitas yang lebih representatif, proses pembelajaran diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, kondusif, dan inklusif bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus di sekolah luar biasa.
Pemprov Jawa Timur juga mendorong agar pengelolaan sarana yang telah diperbaiki dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pihak sekolah, komite, serta masyarakat. Perawatan rutin dan kesadaran kolektif dinilai menjadi kunci agar fasilitas tersebut tetap terjaga dan berfungsi optimal.
Melalui program rehabilitasi dan revitalisasi ini, pemerintah berharap sekolah-sekolah di Malang Raya tidak hanya memiliki bangunan yang lebih layak, tetapi juga mampu menghadirkan suasana belajar yang nyaman, sehat, dan mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas bagi generasi muda.
- Cavs Add Former All-Star to Injury List Ahead of Pistons Matchup - January 27, 2026
- Kepala Berdenyut yang Disebut Sakit Kepala Cluster Menyebabkan Penderita Terluka oleh Nyeri: Apa yang Perlu Diketahui - January 27, 2026
- Peningkatan kualitas pendidikan di Malang Raya melalui perbaikan sekolah dan lingkungan belajar - January 27, 2026




Leave a Reply