63 Madrasah di Aceh Belum Siap Mulai Pembelajaran 5 Januari



BANDA ACEH, Bisakimia

– Sebanyak 63 madrasah yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan tersebar di beberapa daerah yang terdampak banjir bandang serta longsor di Aceh belum siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) pada 5 Januari 2026 mendatang.

Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Khairul Azhar menyampaikan bahwa 63 madrasah tersebut tersebar di Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah.

“Aceh Utara dan Aceh Tamiang adalah wilayah dengan jumlah madrasah terbanyak yang belum siap,” ujar Khairul dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/1/2026).

Khairul menjelaskan, dari total 63 madrasah tersebut, sebanyak 19 madrasah berada di Aceh Utara, 17 di Aceh Tamiang, dan 14 di Aceh Tengah. Sisanya terdiri dari 7 madrasah di Pidie Jaya, 4 di Bireuen, serta 2 madrasah di Bener Meriah.

Menurut Khairul, kendala utama yang dihadapi antara lain:

Pembersihan ruang kelas dan halaman sekolah masih belum selesai karena masih dipenuhi lumpur.

Ruang kelas tertimbun material banjir.

Akses jalan menuju madrasah belum dapat dilalui.

Di beberapa wilayah, madrasah masih digunakan sebagai lokasi pengungsian.

* Ada kawasan yang berstatus siaga bencana, seperti di Bener Meriah.

Meski demikian, Khairul menegaskan bahwa sebanyak 437 dari 500 madrasah yang terdampak bencana sudah dinyatakan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara langsung.

“Alhamdulillah, mayoritas madrasah terdampak sudah siap melaksanakan PBM. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari para pendidik, tenaga kependidikan, serta dukungan masyarakat dalam memulihkan layanan pendidikan bagi anak-anak kita,” katanya.

Selain itu, 10 lembaga pendidikan yang bangunan mereka roboh atau hanyut akibat banjir juga telah siap melaksanakan PBM. Meski begitu, mereka harus direlokasi ke tempat sementara seperti masjid atau meunasah (mushala), lapangan desa, atau lapangan milik madrasah yang masih ada.

Baca Juga  Apel Pemimpin 2026, Kadis Kesehatan Tekankan Disiplin dan Kinerja Maksimal

Khairul menyatakan bahwa Kemenag terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta relawan untuk mempercepat proses pemulihan sarana dan prasarana madrasah.

Upaya ini dilakukan agar seluruh peserta didik dapat segera kembali mengikuti pembelajaran secara aman dan nyaman.

“Kami terus melakukan pendampingan dan koordinasi agar madrasah yang belum siap dapat segera menyusul. Prinsipnya, PBM hanya akan dilaksanakan jika kondisi benar-benar aman dan nyaman bagi peserta didik dan guru,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari menegaskan komitmen Kemenag dalam memastikan layanan pendidikan madrasah tetap berjalan meskipun di tengah keterbatasan akibat bencana.

“Pendidikan adalah layanan dasar yang harus segera dipulihkan. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, kami mendorong percepatan pemulihan sarana prasarana madrasah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kesiapsiagaan bencana,” katanya.

Ia juga mengapresiasi solidaritas berbagai pihak yang telah membantu proses pemulihan madrasah, mulai dari relawan, aparat pemerintah daerah, hingga masyarakat sekitar.

Dengan berangsur pulihnya kondisi madrasah pasca-bencana, Kemenag Aceh berharap seluruh peserta didik dapat segera kembali mengikuti pembelajaran secara normal.

“Sehingga hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat,” ujarnya.

unnamed 63 Madrasah di Aceh Belum Siap Mulai Pembelajaran 5 Januari