5 Bulan Tak Beroperasi, Gaji Karyawan Bandung Zoo Dipotong Separuh dan Pendapatan Donasi Menurun

Bandung Zoo Tidak Beroperasi Selama 5 Bulan, Jam Kerja Pegawai Tetap Normal

Bandung Zoo, yang dulu dikenal sebagai Kebun Binatang Tamansari Kota Bandung, kini sedang menghadapi situasi yang memprihatinkan. Sejak sekitar lima bulan terakhir, operasional kebun binatang ini dibekukan akibat polemik terkait status pengelolaan dan kepemilikan. Meskipun demikian, jam kerja para pegawai tetap berjalan normal.

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafii, menjelaskan bahwa meski tidak ada aktivitas pengunjung, jam masuk dan pulang pegawai tetap seperti biasanya. “Jam operasional enggak berubah. Masuk tetap jam 08.00, paling siang, pulang jam 16.30,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pada masa libur panjang seperti akhir tahun atau Lebaran, kebun binatang biasanya tutup lebih sore hingga pukul 17.00. Namun, saat ini jam tutup kembali normal pada pukul 16.30, sehingga jam pulang pegawai pun kembali seperti biasa.

Kesejahteraan Pegawai Terancam

Sulhan menyampaikan bahwa kesejahteraan pegawai sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Pada Desember lalu, upah karyawan hanya dibayarkan setengah dari jumlah normal. Pembayaran tersebut berasal dari donasi berbagai pihak, termasuk kebun binatang lain dan sejumlah lembaga. “Upah kita baru dikasih setengah. Itu pun dari kreativitas karyawan, salah satunya dengan membuka donasi. Alhamdulillah, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa yayasan pengelola saat ini tidak mampu membayar upah secara penuh. Donasi yang terkumpul digunakan untuk membantu operasional, mulai dari pembelian pakan hingga pembayaran gaji karyawan. Meski begitu, kondisi ini masih menjadi tantangan besar bagi seluruh staf.

Upaya Percepatan Solusi

Untuk keberlanjutan pengelolaan, pihak pengelola telah melakukan pertemuan dengan beberapa pihak terkait. Salah satu opsi yang dibahas adalah pembentukan tim sementara. Tim ini akan melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, serta unsur serikat pekerja. Tim ini akan ditetapkan melalui Surat Keputusan dari Direktorat Jenderal terkait.

Baca Juga  Sekolah Krobo Berjuang Melawan Gelombang Penyalahgunaan Narkoba oleh Siswa

“Setiap pemasukan dan pengeluaran dilaporkan harian. Karena timnya sementara, laporannya harus transparan ke publik,” jelas Sulhan. Tim sementara ini berwenang untuk mengelola operasional, termasuk penjualan tiket dan pelaporan keuangan secara terbuka kepada publik.

Selain itu, opsi lain yang dibahas adalah perubahan status Bandung Zoo menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Meski proses ini dianggap penting, Sulhan mengatakan bahwa prosesnya memerlukan waktu panjang karena harus melalui rapat paripurna dan pembentukan badan usaha baru.

Kepedulian terhadap Karyawan dan Satwa

Sulhan juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pegawai, terutama dalam merawat satwa. “Merawat satwa itu perlu bonding. Kalau langsung diganti orang baru, itu enggak bisa instan,” katanya. Keterampilan khusus dan ikatan emosional antara perawat dan satwa sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan hewan-hewan di kebun binatang.

Hingga kini, pegawai Bandung Zoo yang tergabung dalam serikat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sambil menunggu kejelasan kebijakan pengelolaan dari pemerintah pusat dan daerah.


unnamed 5 Bulan Tak Beroperasi, Gaji Karyawan Bandung Zoo Dipotong Separuh dan Pendapatan Donasi Menurun