Setelah liburan, cek kesehatan untuk tetap produktif
Bisakimia, Jakarta – Tahun baru sering menjadi momen untuk lebih memperhatikan kesehatan tubuh. Untuk tetap produktif dan berenergi, kondisi kesehatan harus selalu dalam keadaan optimal agar terhindar dari risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah Medical Check Up (MCU), yang membantu memantau kesehatan secara dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih tepat.
Pemeriksaan kesehatan rutin direkomendasikan oleh berbagai organisasi medis, termasuk American Medical Association (AMA). Mereka menyarankan pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali, mulai dari usia remaja hingga lanjut usia. Dengan dilakukannya pemeriksaan secara berkala, kondisi kesehatan bisa dievaluasi dan potensi masalah kesehatan bisa didiagnosis lebih awal.
Dokter Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan bahwa MCU biasanya mencakup beberapa pemeriksaan dasar, seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, EKG untuk jantung, radiologi, serta pemeriksaan laboratorium yang meliputi asam urat, kolesterol, dan gula darah.
Salah satu penyakit yang meningkat risikonya setelah liburan Nataru adalah diabetes. Penyakit metabolik ini sangat umum di Indonesia, terutama karena konsumsi makanan manis yang tinggi selama masa liburan. “Jika kadar gula darah puasa mencapai 100-125 mg/dL, maka seseorang berada dalam status prediabetes. Sedangkan jika kadar gula darah puasa mencapai 126 mg/dL atau lebih, maka seseorang sudah mengalami diabetes,” jelas dr. Roy.
Gejala diabetes umumnya meliputi sering buang air kecil, rasa haus yang berlebihan, mudah lelah, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, gangguan penglihatan seperti pandangan kabur, serta infeksi berulang pada bagian gusi, kulit, maupun area vagina (pada wanita).
Selain diabetes, hipertensi atau tekanan darah tinggi juga merupakan penyakit kronis yang sering dialami masyarakat. Hipertensi dikenali dengan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg. Menurut dr. Vireza Pratama SpJP, Subsp.IKKv(K), FIHA, FAsCC, FSCAI, FESC dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, hipertensi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa menyebabkan perubahan struktural pada jantung, seperti penebalan otot jantung, pembengkakan, hingga gagal jantung.
Tidak hanya hipertensi dan diabetes, masih banyak penyakit lain yang bisa menyebabkan komplikasi ke berbagai organ tubuh, termasuk mata, jantung, ginjal, dan saraf. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Mayapada Hospital memberikan layanan Medical Check Up yang komprehensif untuk mendukung kesehatan masyarakat. Layanan ini tersedia di berbagai cabang, termasuk Jakarta (Kuningan dan Lebak Bulus), Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara.
Untuk melakukan MCU, masyarakat dapat mengakses layanan melalui aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital. Berbagai promo dan informasi seputar MCU serta layanan kesehatan lainnya dapat ditemukan melalui fitur Health Article & Tips. Selain itu, fitur Personal Health juga bisa digunakan untuk memantau detak jantung, jumlah langkah kaki, kalori yang terbakar, dan body mass index (BMI).
- Kenapa Nama Guru Tidak Muncul di Penerima Tunjangan Sertifikasi 2026 - January 22, 2026
- Soal dan Pembahasan Stoikiometri untuk Tingkat SMA - January 22, 2026
- Priority Health and Group Health Cooperative of Eau Claire Complete Expansion to Enhance Care Access - January 22, 2026




Leave a Reply