Libur hampir berakhir, psikolog: Persiapkan mental anak kembali ke sekolah
Persiapan Mental Anak Sebelum Kembali Bersekolah
Pada tahun 2026, sebagian besar sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas akan memulai masa belajar semester genap setelah libur Natal dan Tahun Baru. Masa ini juga menjadi waktu libur akhir semester yang berakhir pada Senin, 5 Januari 2026. Dengan kembalinya para siswa ke lingkungan sekolah, penting bagi orang tua untuk membantu anak dalam mempersiapkan mental mereka agar siap menghadapi aktivitas belajar.
Psikolog Devi Yanti, M. Psi., yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Aceh, menekankan bahwa orang tua perlu memperhatikan kondisi emosi anak sebelum kembali bersekolah. Ia menyebutkan bahwa anak mungkin merasa malas, cemas, atau enggan kembali ke sekolah. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan dukungan emosional yang cukup untuk membantu anak mengatasi rasa tersebut.
Devi menyarankan agar orang tua melakukan komunikasi terbuka dengan anak, mendengarkan kekhawatiran maupun harapan mereka. Selama proses komunikasi, orang tua dapat memberikan gambaran positif tentang kegiatan sekolah seperti kembali mengikuti pelajaran yang disukai dan bertemu teman-teman. Hal ini dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan antusias untuk kembali bersekolah.
Beberapa hari sebelum anak kembali bersekolah, orang tua perlu membantu menyesuaikan pola tidur dan pola makan anak. Selama liburan, kebiasaan tersebut mungkin berubah, sehingga diperlukan penyesuaian agar anak dapat kembali beraktivitas secara normal.
Di samping itu, Devi menekankan pentingnya melibatkan anak dalam mempersiapkan perlengkapan sekolah, seragam, serta jadwal harian selama masa belajar. Dengan keterlibatan anak, mereka akan lebih sadar dan siap menghadapi kegiatan belajar.
- Orang tua disarankan untuk menjaga konsistensi rutinitas harian.
- Dukungan emosional dan suasana rumah yang kondusif sangat penting.
- Dengan konsistensi dan dukungan, anak akan lebih mudah beradaptasi.
Devi juga mengingatkan orang tua untuk menerapkan aturan yang jelas dan konsisten mengenai durasi dan waktu penggunaan gawai. Aturan ini harus disepakati bersama anak menjelang akhir liburan. Selain membatasi penggunaan gawai, orang tua sebaiknya menyiapkan alternatif aktivitas yang menyenangkan bersama anak.
- Aktivitas seperti membuat jadwal harian bersama.
- Menceritakan pengalaman menyenangkan di sekolah.
- Membaca buku bersama.
- Memasak bersama.
- Berolahraga bersama.
Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya membantu mengalihkan perhatian anak dari gawai, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar dan mempererat ikatan emosional keluarga. Dengan begitu, anak akan lebih siap dan bahagia saat kembali bersekolah.
- Libur hampir berakhir, psikolog: Persiapkan mental anak kembali ke sekolah - January 22, 2026
- Teknik RAEFISH menawarkan pandangan yang lebih besar dan lebih baik mengenai aktivitas RNA dalam jaringan kompleks - January 22, 2026
- Apakah Bulan Es Saturnus Hidup? Data Cassini Mengungkap Bukti Baru - January 22, 2026




Leave a Reply