Mengenal Radioterapi, Pengobatan Kanker Serviks yang Efektif
Radioterapi: Metode Penting dalam Penanganan Kanker Serviks
Radioterapi menjadi salah satu metode utama dalam pengobatan kanker serviks. Terapi ini menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker secara presisi, baik sebagai terapi utama maupun bagian dari rangkaian pengobatan lainnya.
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi dr. Fauzan Herdian, Sp.Onk.Rad, menjelaskan bahwa radioterapi memiliki peran besar dalam tata laksana kanker, termasuk kanker serviks. Ia menyebutkan bahwa sekitar setengah dari pasien kanker membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari pengobatannya.
“Sekitar 50–60 persen pasien kanker membutuhkan radioterapi sebagai bagian dari rangkaian pengobatannya,” ujarnya.
Apa Itu Radioterapi dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Radioterapi merupakan tindakan medis yang menggunakan sinar radiasi berenergi tinggi untuk merusak DNA sel kanker. Dengan kerusakan tersebut, sel kanker tidak dapat berkembang biak dan akhirnya mati.
Menurut dr. Fauzan, radioterapi dapat diberikan sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan kemoterapi atau operasi, tergantung stadium kanker dan kondisi pasien.
“Radioterapi bekerja secara lokal dengan menargetkan sel kanker, sehingga dapat membantu mengendalikan pertumbuhan tumor,” jelasnya.
Jenis-Jenis Radioterapi pada Kanker Serviks
Dalam penanganan kanker serviks, radioterapi umumnya dilakukan melalui dua metode utama. Pertama, radioterapi eksternal, yakni pemberian radiasi dari luar tubuh menggunakan mesin khusus untuk mengarahkan sinar ke area kanker.
Kedua, brakiterapi atau radioterapi internal, yaitu penempatan sumber radiasi langsung di dekat atau di dalam area kanker serviks. Metode ini memungkinkan pemberian dosis radiasi yang lebih tinggi secara langsung ke tumor.
Teknologi Radioterapi yang Semakin Presisi
Seiring perkembangan teknologi medis, radioterapi kini semakin presisi dengan dukungan teknik modern seperti intensity-modulated radiation therapy (IMRT) dan volumetric modulated arc therapy (VMAT).
“Dengan teknik modern seperti IMRT dan VMAT, radioterapi kini semakin aman dan nyaman. Tingkat keberhasilan terapi meningkat, sementara efek samping dapat lebih terkontrol,” ujar dr. Fauzan.
Ia menambahkan, teknologi tersebut juga bermanfaat bagi pasien kanker serviks pascaoperasi atau yang telah mengalami penyebaran ke kelenjar getah bening.
Deteksi Dini Tetap Krusial
Meski radioterapi dinilai efektif, dr. Fauzan menekankan bahwa deteksi dini kanker serviks tetap menjadi kunci keberhasilan pengobatan. Pasien yang terdeteksi pada stadium lebih awal memiliki peluang hasil terapi yang lebih baik.
Pemeriksaan rutin seperti pap smear dan tes HPV menjadi langkah penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini.
Dengan deteksi dan penanganan yang tepat, radioterapi dapat menjadi terapi yang efektif sekaligus presisi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker serviks.
- 3 Key Trends: Health Spending, Home Upgrades, and Midterm Elections in 2026 - January 21, 2026
- Mengenal Radioterapi, Pengobatan Kanker Serviks yang Efektif - January 21, 2026
- Perjanjian harga obat Trump lebih menguntungkan Pfizer daripada warga Amerika, kata para ahli memperingatkan - January 21, 2026




Leave a Reply