Ferry Irwandi: Pendidikan Jembatani Perbedaan, Bukan Ciptakan Jarak

Peran Pendidikan dalam Membentuk Masyarakat yang Lebih Baik

Influencer Ferry Irwandi kembali menjadi sorotan setelah melakukan aksi kemanusiaan yang luar biasa. Tindakan Ferry ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga kesadaran untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sebelumnya, Ferry telah menyalurkan donasi senilai Rp10 miliar untuk para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. Aksinya tersebut ia sebut sebagai “warga bantu warga”, yang menunjukkan bahwa tindakan itu dilakukan hanya untuk membantu sesama masyarakat di Indonesia.

Aksi kemanusiaan Ferry menginspirasi banyak orang, termasuk publik yang mengikuti perjalanan pengembaraannya di Tanah Sumatera pada Desember 2025 lalu. Kini, Ferry kembali memperhatikan isu penting yang relevan dengan situasi saat ini, yaitu pendidikan.

Menurut Ferry, pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk posisi sosial seseorang di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa menjadi masyarakat terdidik bukan semata-mata sebuah capaian individual, melainkan amanah sosial yang membawa tanggung jawab intelektual.

Tanggung Jawab Sosial dari Masyarakat Terdidik

Dalam pernyataannya, Ferry menjelaskan bahwa masyarakat terdidik memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dimilikinya tidak berhenti sebagai prestasi personal, tetapi hadir sebagai kekuatan yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan bersama. Menurutnya, pengetahuan memperoleh makna tertingginya ketika ia mampu menjawab persoalan sosial, memperbaiki kualitas hidup, dan membuka jalan bagi keadilan.

Ferry juga menyoroti pentingnya memperluas akses pemahaman dalam masyarakat yang majemuk dan tidak setara. Ia menilai bahwa tanggung jawab utama kelompok terdidik adalah memperluas akses pemahaman tersebut. Pendidikan seharusnya tidak menciptakan jarak, melainkan menjembatani perbedaan.

Baca Juga  Kabar Gembira 2026! Pemerintah Alokasikan Rp 400 Miliar untuk Bantuan Sosial PIP Anak TK dan PAUD

Ia menekankan bahwa mereka yang memiliki keistimewaan akses terhadap ilmu dituntut untuk berbagi, menerjemahkan, dan mempermudah agar pengetahuan dapat menjadi milik bersama, bukan alat eksklusivitas.

Peran Strategis dalam Ruang Publik

Selain itu, Ferry menyoroti peran strategis masyarakat terdidik dalam menjaga kualitas ruang publik. Dengan kemampuan berpikir kritis yang dimilikinya, mereka diharapkan mampu meluruskan disinformasi, menenangkan perbedaan, serta mendorong dialog yang rasional, beradab, dan berlandaskan fakta.

Ferry mengungkapkan bahwa dalam situasi sosial yang kompleks, suara kaum terdidik seharusnya menjadi sumber kejernihan. Ia menegaskan bahwa pendidikan harus selalu berjalan seiring dengan integritas.

Tanggung Jawab yang Lebih Luas

Oleh karena itu, Ferry menjelaskan bahwa tanggung jawab masyarakat terdidik tidak hanya terletak pada kecakapan berpikir, tetapi juga pada keteladanan sikap, kejujuran intelektual, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Ia menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari jumlah orang terdidiknya, tetapi dari sejauh mana kelompok terdidik tersebut bersedia memikul tanggung jawab sosialnya.

Pendidikan menemukan maknanya yang sejati ketika ia digunakan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan bermartabat. Hal ini menjadi pesan kuat dari Ferry Irwandi kepada masyarakat luas tentang pentingnya pendidikan sebagai alat transformasi sosial yang berkelanjutan.


unnamed Ferry Irwandi: Pendidikan Jembatani Perbedaan, Bukan Ciptakan Jarak