Kementerian Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Tahun Ini
Bisakimia.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memiliki rencana besar untuk merevitalisasi sebanyak 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Rencana ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah dalam mempercepat perbaikan sekolah yang rusak serta meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai lebih dari Rp14 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk sebanyak 11 ribu satuan pendidikan.
“Namun, Insya Allah setelah ada komunikasi dan Presiden berjanji tahun ini akan ditambah 60 ribu satuan pendidikan sehingga totalnya akan dibangun dan program revitalisasi 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat ditemui usai peresmian SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026).
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, program revitalisasi sekolah menyasar sebanyak 16.175 satuan pendidikan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun.
Fokus Utama Revitalisasi
Mendikdasmen menjelaskan bahwa prioritas utama revitalisasi pada tahun 2026 masih berfokus pada pembangunan dan perbaikan fisik gedung sekolah. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa secara nasional masih ada lebih dari 100 ribu sekolah yang membutuhkan penanganan fisik.
“Slot tahun 2026 masih difokuskan pada pembangunan gedung karena masih banyak sekolah yang harus dibangun atau diperbaiki secara fisik. Selama beberapa tahun terakhir, memang belum ada pembangunan sekolah secara masif sehingga perlu diakselerasikan,” jelas Mendikdasmen.
Bantuan Sarana dan Prasarana
Terkait permintaan bantuan sarana dan prasarana pendukung seperti laboratorium dan mebel dari Kepala SD Negeri Wonorejo 2, pihaknya menyebut sebagian masih memungkinkan untuk dibantu meski bukan menjadi prioritas utama.
“Untuk pengajuan laboratorium dan mebel, sebagian bisa kami bantu. Mudah-mudahan masih ada ruang di tahun 2026, walaupun fokus utamanya tetap pada fisik bangunan,” jelasnya.
Target Penyelesaian
Mendikdasmen Abdul Mu’ti optimistis bahwa program revitalisasi sekolah rusak dapat diselesaikan sebelum 2029 sesuai dengan target pemerintah. Jika revitalisasi dilakukan secara konsisten setiap tahun, penyelesaiannya bahkan berpotensi lebih cepat.
“Kalau sekarang 16 ribu, lalu tahun ini 71 ribu, insya Allah sebelum 2029 sudah 100 persen selesai. Bahkan bisa lebih cepat. Misalnya, mulai 2026 setiap tahun 71 ribu, maka 2027 bisa selesai,” jelas Mendikdasmen.
Bantuan Teknologi Edukasi
Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan interactive flat panel (IFP) atau perangkat layar interaktif kepada sebanyak 288.186 sekolah di seluruh Indonesia. Ini termasuk sekolah-sekolah di wilayah Papua.
Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah berkomitmen untuk memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa-siswa di seluruh Indonesia. Diharapkan, program ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
- Harry’s Security Fight May End With Policy Shift Amid Charles Health Speculation - January 19, 2026
- Kementerian Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Tahun Ini - January 19, 2026
- Apakah Crank Anda Terlalu Panjang? Mengapa Anda Harus (dan Tidak Harus) Mengganti ke Crank yang Lebih Pendek. - January 19, 2026




Leave a Reply