Soal dan Pembahasan: Ikatan Kimia
Soal Pilihan Ganda
Soal 1
Ikatan kimia yang terbentuk akibat perpindahan elektron dari atom logam ke atom non-logam adalah… A. Ikatan kovalen B. Ikatan ion C. Ikatan logam D. Ikatan hidrogen E. Ikatan kovalen koordinasi
Pembahasan: Jawaban: B
Ikatan ion terbentuk akibat transfer (perpindahan) elektron dari atom yang mudah melepas elektron (logam) ke atom yang mudah menerima elektron (non-logam).
Proses:
- Logam melepas elektron โ membentuk ion positif (kation)
- Non-logam menerima elektron โ membentuk ion negatif (anion)
- Kation dan anion saling tarik-menarik โ ikatan ion
Contoh: Na (logam) + Cl (non-logam) โ Naโบ + Clโป โ NaCl
- A: Ikatan kovalen = berbagi elektron
- C: Ikatan logam = delokalisasi elektron antar logam
- D: Ikatan hidrogen = gaya antarmolekul
- E: Ikatan kovalen koordinasi = pasangan elektron dari satu atom
Soal 2
Senyawa berikut yang memiliki ikatan ion adalah… A. HโO B. COโ C. NaCl D. CHโ E. NHโ
Pembahasan: Jawaban: C
NaCl (Natrium Klorida) memiliki ikatan ion.
Alasan:
- Na adalah logam (golongan 1, mudah lepas 1 elektron)
- Cl adalah non-logam (golongan 17, mudah terima 1 elektron)
- Naโบ + Clโป โ NaCl (ikatan ion)
Pilihan lain:
- A: HโO โ ikatan kovalen polar (H dan O sama-sama non-logam)
- B: COโ โ ikatan kovalen (C dan O sama-sama non-logam)
- D: CHโ โ ikatan kovalen (C dan H sama-sama non-logam)
- E: NHโ โ ikatan kovalen (N dan H sama-sama non-logam)
Ciri senyawa ion:
- Terbentuk dari logam + non-logam
- Titik leleh tinggi
- Larut dalam air
- Menghantarkan listrik dalam bentuk lelehan/larutan
Soal 3
Ikatan kovalen yang terbentuk dari pemakaian bersama 2 pasang elektron adalah… A. Ikatan kovalen tunggal B. Ikatan kovalen rangkap dua C. Ikatan kovalen rangkap tiga D. Ikatan kovalen koordinasi E. Ikatan ion
Pembahasan: Jawaban: B
Ikatan kovalen rangkap dua terbentuk dari pemakaian bersama 2 pasang elektron (4 elektron).
Notasi: A=B (dua garis)
Contoh:
Oโ (Oksigen):
O=O
- Setiap O menyumbang 2 elektron
- Total 4 elektron dipakai bersama
- Terbentuk ikatan rangkap dua
COโ (Karbon Dioksida):
O=C=O
- C membentuk 2 ikatan rangkap dua dengan 2 atom O
Perbandingan:
- Ikatan tunggal: 1 pasang elektron (AโB)
- Ikatan rangkap dua: 2 pasang elektron (A=B)
- Ikatan rangkap tiga: 3 pasang elektron (AโกB)
Soal 4
Molekul yang memiliki ikatan kovalen rangkap tiga adalah… A. Oโ B. COโ C. Nโ D. HโO E. CHโ
Pembahasan: Jawaban: C
Nโ (Nitrogen) memiliki ikatan kovalen rangkap tiga.
Struktur:
NโกN
Penjelasan:
- N memiliki 5 elektron valensi (konfigurasi: 2, 5)
- Untuk mencapai oktet, N butuh 3 elektron tambahan
- Setiap N menyumbang 3 elektron
- Terbentuk ikatan rangkap tiga (6 elektron dipakai bersama)
- Masing-masing N memiliki 1 pasangan elektron bebas
Ikatan NโกN sangat kuat:
- Energi ikatan: 945 kJ/mol (sangat tinggi)
- Menyebabkan gas Nโ sangat stabil dan inert
Pilihan lain:
- A: Oโ โ O=O (rangkap dua)
- B: COโ โ O=C=O (rangkap dua)
- D: HโO โ HโOโH (tunggal)
- E: CHโ โ HโCโH (tunggal)
Soal 5
Sifat berikut yang BUKAN ciri senyawa ion adalah… A. Titik leleh tinggi B. Keras tetapi rapuh C. Larut dalam air D. Menghantarkan listrik dalam bentuk padat E. Menghantarkan listrik dalam bentuk lelehan
Pembahasan: Jawaban: D
Senyawa ion TIDAK menghantarkan listrik dalam bentuk padat.
Alasan:
- Dalam kristal padat, ion-ion terikat kuat dalam kisi kristal
- Ion tidak bebas bergerak
- Tidak ada pembawa muatan yang mobile
- Tidak dapat menghantarkan listrik
Senyawa ion menghantarkan listrik HANYA dalam:
- Bentuk lelehan (cair): Ion bebas bergerak
- Bentuk larutan: Ion terpisah dan bebas bergerak dalam air
Sifat senyawa ion yang BENAR:
- A: Titik leleh tinggi โ (ikatan ion sangat kuat)
- B: Keras tetapi rapuh โ (ikatan kuat tapi jika digeser, ion sejenis tolak-menolak)
- C: Larut dalam air โ (ion tertarik molekul air polar)
- E: Menghantarkan listrik dalam lelehan โ (ion bebas bergerak)
Soal 6
Atom yang dapat membentuk ikatan kovalen koordinasi adalah atom yang memiliki… A. Elektron valensi 1 B. Elektron valensi 7 C. Pasangan elektron bebas D. Orbital kosong E. Muatan positif
Pembahasan: Jawaban: C dan D (keduanya benar)
Jika harus memilih satu: C (Pasangan elektron bebas)
Ikatan kovalen koordinasi terbentuk ketika pasangan elektron yang dipakai bersama berasal dari SATU atom saja.
Syarat:
- Atom donor: Memiliki pasangan elektron bebas (PEB)
- Atom akseptor: Memiliki orbital kosong
Contoh: NHโโบ (Ion Amonium)
NHโ + Hโบ โ NHโโบ
- NHโ memiliki 1 PEB pada atom N โ donor
- Hโบ memiliki orbital kosong โ akseptor
- N menyumbangkan PEB-nya ke Hโบ
- Terbentuk ikatan kovalen koordinasi (ditulis: NโH)
Contoh lain:
- HโO + Hโบ โ HโOโบ (ion hidronium)
- CO: CโกO: (salah satu ikatan adalah koordinasi)
- SOโ, SOโ, HโSOโ
Notasi: A โ B (anak panah dari donor ke akseptor)
Soal 7
Molekul berikut yang bersifat polar adalah… A. COโ B. CClโ C. HโO D. CHโ E. BFโ
Pembahasan: Jawaban: C
HโO (Air) adalah molekul polar.
Alasan:
- Ikatan OโH polar (O lebih elektronegatif dari H)
- Bentuk molekul bengkok (tidak simetris)
- Dipol tidak saling meniadakan
- Molekul memiliki kutub positif dan negatif
Struktur HโO:
HโOโH (sudut 104,5ยฐ)
: :
- O bermuatan ฮดโป (lebih elektronegatif)
- H bermuatan ฮดโบ
- Bentuk bengkok โ dipol resultan tidak nol
Pilihan lain (molekul nonpolar):
A: COโ
- Ikatan C=O polar
- Bentuk linear: O=C=O
- Dipol berlawanan arah, saling meniadakan โ nonpolar
B: CClโ
- Ikatan CโCl polar
- Bentuk tetrahedral simetris
- Dipol saling meniadakan โ nonpolar
D: CHโ
- Ikatan CโH sedikit polar
- Bentuk tetrahedral simetris
- Dipol saling meniadakan โ nonpolar
E: BFโ
- Ikatan BโF polar
- Bentuk planar trigonal simetris
- Dipol saling meniadakan โ nonpolar
Kesimpulan: Kepolaran molekul ditentukan oleh:
- Kepolaran ikatan
- Geometri molekul
Soal 8
Gaya antarmolekul yang paling kuat adalah… A. Gaya London B. Gaya dipol-dipol C. Ikatan hidrogen D. Ikatan kovalen E. Ikatan ion
Pembahasan: Jawaban: C
Ikatan hidrogen adalah gaya antarmolekul yang paling kuat.
Catatan penting:
- Pilihan D (ikatan kovalen) dan E (ikatan ion) adalah ikatan kimia (intramolekul), bukan gaya antarmolekul
- Jika yang ditanyakan gaya antarmolekul, jawabannya adalah ikatan hidrogen
Urutan Kekuatan Gaya Antarmolekul: Ikatan Hidrogen > Dipol-Dipol > Gaya London
Ikatan Hidrogen:
- Terjadi antara H yang terikat pada F, O, atau N dengan PEB pada F, O, atau N
- Contoh: HโO, NHโ, HF
- Menyebabkan titik didih tinggi abnormal
Perbandingan:
- HโO (ikatan hidrogen): titik didih 100ยฐC
- HโS (dipol-dipol): titik didih -60ยฐC
- CHโ (gaya London): titik didih -161ยฐC
Meskipun massa molekul HโS dan CHโ lebih besar, titik didihnya lebih rendah karena tidak ada ikatan hidrogen.
Urutan Lengkap Kekuatan: Ikatan Ion > Ikatan Kovalen > Ikatan Logam > Ikatan Hidrogen > Dipol-Dipol > Gaya London
Soal 9
Sifat logam yang berhubungan dengan adanya elektron bebas adalah… A. Keras dan kuat B. Mengkilap C. Menghantarkan listrik D. Titik leleh tinggi E. Dapat ditempa
Pembahasan: Jawaban: C
Menghantarkan listrik adalah sifat logam yang langsung berhubungan dengan elektron bebas.
Penjelasan:
Ikatan Logam:
- Elektron valensi terdelokalisasi (bebas bergerak)
- Membentuk “lautan elektron” di antara ion-ion logam positif
- Model: [Mโบ] [Mโบ] [Mโบ] dengan eโป bergerak bebas
Konduktivitas Listrik:
- Elektron bebas dapat bergerak membawa muatan listrik
- Ketika beda potensial diterapkan, elektron mengalir
- Logam adalah konduktor listrik terbaik
- Urutan konduktivitas: Ag > Cu > Au > Al
Sifat lain yang berhubungan dengan elektron bebas:
B: Mengkilap (Luster)
- Elektron bebas menyerap dan memancarkan cahaya
- Permukaan logam memantulkan cahaya โ kilau metalik
Sifat yang berhubungan dengan ikatan logam fleksibel:
E: Dapat ditempa (Malleable)
- Lapisan ion dapat bergeser tanpa memutuskan ikatan
- Elektron bebas menjaga ikatan tetap kuat
- Dapat dibentuk lembaran
Dapat direntangkan (Ductile):
- Ion dapat bergeser sepanjang elektron bebas
- Dapat ditarik menjadi kawat
Sifat lain:
- A: Keras dan kuat โ ikatan logam yang kuat
- D: Titik leleh tinggi โ ikatan logam kuat (tergantung jenis logam)
Soal 10
Molekul yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah… A. CHโ B. CClโ C. NHโ D. COโ E. CHโCl
Pembahasan: Jawaban: C
NHโ (Amonia) dapat membentuk ikatan hidrogen.
Syarat Ikatan Hidrogen:
- Ada atom H yang terikat pada F, O, atau N
- Ada atom F, O, atau N dengan pasangan elektron bebas (PEB)
NHโ:
- Struktur: HโNโH dengan 1 PEB pada N | H
- N terikat langsung dengan H โ
- N memiliki PEB โ
- Dapat membentuk ikatan hidrogen
Ikatan hidrogen dalam NHโ:
HโN...HโN
| |
H H
Pilihan lain:
A: CHโ
- C tidak termasuk F, O, N
- Tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
- Hanya ada gaya London
B: CClโ
- Tidak ada H yang terikat pada F, O, N
- Tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
D: COโ
- Tidak ada atom H
- Tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
E: CHโCl
- H terikat pada C (bukan F, O, N)
- Tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
- Hanya ada gaya dipol-dipol
Molekul yang DAPAT membentuk ikatan hidrogen:
- HโO (air)
- NHโ (amonia)
- HF (hidrogen fluorida)
- Alkohol (RโOH)
- Asam karboksilat (RโCOOH)
- Amina (RโNHโ)
Soal 11
Hibridisasi atom C pada molekul CHโ adalah… A. sp B. spยฒ C. spยณ D. spยณd E. spยณdยฒ
Pembahasan: Jawaban: C
Atom C pada CHโ mengalami hibridisasi spยณ.
Penjelasan:
Karbon (C):
- Konfigurasi: 1sยฒ 2sยฒ 2pยฒ
- Elektron valensi: 4
Hibridisasi spยณ:
- 1 orbital s + 3 orbital p โ 4 orbital spยณ
- 4 orbital spยณ setara (sama bentuk dan energi)
- Setiap orbital spยณ membentuk 1 ikatan dengan H
Geometri Molekul:
- Bentuk: Tetrahedral
- Sudut ikatan: 109,5ยฐ
- 4 ikatan CโH
Struktur CHโ:
H
|
HโCโH (tetrahedral)
|
H
Perbandingan Hibridisasi:
- spยณ: 4 orbital, tetrahedral, 109,5ยฐ (CHโ, HโO, NHโ)
- spยฒ: 3 orbital, trigonal planar, 120ยฐ (CโHโ, BFโ)
- sp: 2 orbital, linear, 180ยฐ (CโHโ, COโ)
Soal 12
Ikatan rangkap dua terdiri dari… A. 2 ikatan sigma (ฯ) B. 2 ikatan pi (ฯ) C. 1 ikatan sigma (ฯ) dan 1 ikatan pi (ฯ) D. 3 ikatan sigma (ฯ) E. 1 ikatan sigma (ฯ) dan 2 ikatan pi (ฯ)
Pembahasan: Jawaban: C
Ikatan rangkap dua terdiri dari 1 ikatan sigma (ฯ) dan 1 ikatan pi (ฯ).
Penjelasan:
Ikatan Sigma (ฯ):
- Terbentuk dari tumpang tindih orbital head-to-head (ujung dengan ujung)
- Elektron terkonsentrasi di antara dua inti
- Ikatan kuat
- Dapat berotasi
Ikatan Pi (ฯ):
- Terbentuk dari tumpang tindih orbital p side-to-side (sisi dengan sisi)
- Elektron terkonsentrasi di atas dan di bawah sumbu ikatan
- Ikatan lebih lemah dari ฯ
- Tidak dapat berotasi (kaku)
Jenis Ikatan:
- Ikatan tunggal (โ): 1ฯ
- Ikatan rangkap dua (=): 1ฯ + 1ฯ
- Ikatan rangkap tiga (โก): 1ฯ + 2ฯ
Contoh:
Oโ (O=O):
- 1 ikatan ฯ (tumpang tindih orbital spยฒ)
- 1 ikatan ฯ (tumpang tindih orbital p)
CโHโ (Etena: HโC=CHโ):
- Ikatan C=C: 1ฯ + 1ฯ
- Ikatan CโH: 1ฯ
CโHโ (Etuna: HCโกCH):
- Ikatan CโกC: 1ฯ + 2ฯ
- Ikatan CโH: 1ฯ
Soal 13
Senyawa berikut yang titik didihnya paling tinggi adalah… A. CHโ B. NHโ C. HโS D. PHโ E. HCl
Pembahasan: Jawaban: B
NHโ (Amonia) memiliki titik didih paling tinggi.
Data Titik Didih:
- NHโ: -33ยฐC
- HCl: -85ยฐC
- HโS: -60ยฐC
- PHโ: -88ยฐC
- CHโ: -161ยฐC
Alasan:
NHโ dapat membentuk ikatan hidrogen:
- H terikat langsung dengan N
- N memiliki PEB
- Ikatan hidrogen sangat kuat
- Titik didih tinggi
Pilihan lain:
B: HโS
- Tidak dapat membentuk ikatan hidrogen (S bukan F, O, N)
- Hanya ada gaya dipol-dipol
- Titik didih lebih rendah
E: HCl
- Tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
- Hanya ada gaya dipol-dipol
- Titik didih lebih rendah
D: PHโ
- Tidak dapat membentuk ikatan hidrogen
- Hanya ada gaya dipol-dipol lemah
A: CHโ
- Tidak polar
- Hanya ada gaya London (paling lemah)
- Titik didih paling rendah
Kesimpulan: Ikatan hidrogen menyebabkan titik didih jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan berdasarkan massa molekul.
Soal 14
Prinsip “like dissolves like” (sejenis melarutkan sejenis) berarti… A. Polar larut dalam polar, nonpolar larut dalam nonpolar B. Semua zat larut dalam air C. Polar larut dalam nonpolar D. Ion larut dalam nonpolar E. Semua zat dapat bercampur
Pembahasan: Jawaban: A
Prinsip “like dissolves like” berarti: Polar larut dalam polar, nonpolar larut dalam nonpolar
Penjelasan:
Zat Polar:
- Memiliki dipol (kutub + dan -)
- Contoh: HโO, HCl, NHโ, alkohol, gula
Zat Nonpolar:
- Tidak memiliki dipol
- Contoh: minyak, bensin, CHโ, CClโ, lemak
Aturan Kelarutan:
1. Polar larut dalam Polar:
- Gula larut dalam air
- Garam (NaCl) larut dalam air
- Alkohol larut dalam air
- Interaksi dipol-dipol atau ikatan hidrogen
2. Nonpolar larut dalam Nonpolar:
- Minyak larut dalam bensin
- Lemak larut dalam pelarut organik nonpolar
- Interaksi gaya London
3. Polar TIDAK larut dalam Nonpolar:
- Minyak tidak larut dalam air
- Garam tidak larut dalam bensin
- “Air dan minyak tidak bercampur”
Alasan:
- Untuk melarutkan, harus ada interaksi kuat antara pelarut dan terlarut
- Polar-polar: ada interaksi dipol-dipol atau ikatan hidrogen
- Nonpolar-nonpolar: ada interaksi gaya London
- Polar-nonpolar: tidak ada interaksi yang cukup kuat
Aplikasi:
- Membersihkan minyak dengan sabun (sabun memiliki bagian polar dan nonpolar)
- Memilih pelarut yang tepat dalam laboratorium
- Proses ekstraksi dalam industri
Soal 15
Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk… A. Membentuk 1 mol ikatan B. Memutuskan 1 mol ikatan C. Mengionkan 1 mol atom D. Melarutkan 1 mol zat E. Menguapkan 1 mol zat
Pembahasan: Jawaban: B
Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan 1 mol ikatan dalam molekul fase gas pada suhu 25ยฐC.
Satuan: kJ/mol
Karakteristik:
1. Pemutusan Ikatan (Endoterm):
- Memerlukan energi (ฮH positif)
- Contoh: HโH โ 2H, ฮH = +436 kJ/mol
2. Pembentukan Ikatan (Eksoterm):
- Melepaskan energi (ฮH negatif)
- Contoh: 2H โ HโH, ฮH = -436 kJ/mol
Semakin Kuat Ikatan:
- Energi ikatan semakin besar
- Ikatan lebih sulit diputuskan
- Molekul lebih stabil
Urutan Energi Ikatan:
- CโกC (839 kJ/mol) > C=C (611 kJ/mol) > CโC (347 kJ/mol)
- Ikatan rangkap tiga > rangkap dua > tunggal
Faktor yang Mempengaruhi:
- Jenis ikatan: rangkap > tunggal
- Ukuran atom: atom kecil โ ikatan kuat
- Polaritas: ikatan polar umumnya lebih kuat
Aplikasi:
- Menghitung ฮH reaksi
- Memperkirakan kestabilan molekul
- Memprediksi reaktivitas
Rumus ฮH reaksi: ฮH = ฮฃ Energi ikatan reaktan – ฮฃ Energi ikatan produk ฮH = ฮฃ Energi pemutusan – ฮฃ Energi pembentukan
Soal Esai
Soal 1
Jelaskan perbedaan antara ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam dari segi mekanisme pembentukan, jenis atom yang terlibat, dan sifat senyawa yang dihasilkan!
Pembahasan:
1. IKATAN ION
Mekanisme Pembentukan:
- Transfer (perpindahan) elektron dari atom logam ke atom non-logam
- Logam melepas elektron โ membentuk kation (ion positif)
- Non-logam menerima elektron โ membentuk anion (ion negatif)
- Kation dan anion saling tarik-menarik melalui gaya elektrostatik
Jenis Atom yang Terlibat:
- Logam + Non-logam
- Logam: golongan 1, 2, 13 (Na, Mg, Al)
- Non-logam: golongan 16, 17 (O, Cl)
Contoh Pembentukan:
Na โ Naโบ + eโป
Cl + eโป โ Clโป
Naโบ + Clโป โ NaCl
Sifat Senyawa Ion:
- Struktur kristal teratur (kisi kristal)
- Titik leleh dan titik didih tinggi (ikatan ion sangat kuat)
- Keras tetapi rapuh (ikatan kuat, tapi jika digeser ion sejenis tolak-menolak)
- Larut dalam air (umumnya)
- Menghantarkan listrik dalam bentuk lelehan atau larutan (ion bebas bergerak)
- Tidak menghantarkan listrik dalam bentuk padat (ion terikat kuat)
Contoh Senyawa:
- NaCl (garam dapur)
- MgO (magnesium oksida)
- CaFโ (kalsium fluorida)
- KโO (kalium oksida)
2. IKATAN KOVALEN
Mekanisme Pembentukan:
- Pemakaian bersama pasangan elektron
- Atom-atom berbagi elektron untuk mencapai oktet
- Tidak ada transfer elektron
- Elektron berada di antara kedua inti atom
Jenis Atom yang Terlibat:
- Non-logam + Non-logam
- Atom dengan keelektronegatifan tinggi
- Contoh: H, C, N, O, F, Cl
Jenis Ikatan Kovalen:
- Tunggal: 1 pasang elektron (AโB)
- Rangkap dua: 2 pasang elektron (A=B)
- Rangkap tiga: 3 pasang elektron (AโกB)
- Koordinasi: pasangan elektron dari satu atom (AโB)
Contoh Pembentukan:
Hโ:
Hโข + โขH โ H:H atau HโH
Oโ:
:O:: + ::O: โ :O::O: atau O=O
Nโ:
:N::: + :::N: โ :N:::N: atau NโกN
Sifat Senyawa Kovalen:
- Titik leleh dan titik didih rendah (gaya antarmolekul lemah)
- Lunak (jika padat)
- Umumnya tidak larut dalam air (kecuali yang polar)
- Tidak menghantarkan listrik (tidak ada ion)
- Wujud beragam (gas, cair, padat pada suhu ruang)
Pengecualian:
- Senyawa jaringan kovalen (intan, SiOโ): titik leleh sangat tinggi, sangat keras
- Senyawa polar (gula, alkohol): larut dalam air
Contoh Senyawa:
- HโO (air)
- COโ (karbon dioksida)
- CHโ (metana)
- NHโ (amonia)
3. IKATAN LOGAM
Mekanisme Pembentukan:
- Delokalisasi elektron valensi
- Ion-ion logam positif tersusun teratur
- Elektron valensi bebas bergerak di seluruh kisi kristal
- Model “lautan elektron”
Visualisasi:
[Mโบ] [Mโบ] [Mโบ]
eโป eโป eโป
[Mโบ] [Mโบ] [Mโบ]
eโป eโป eโป
Jenis Atom yang Terlibat:
- Atom logam + Atom logam
- Logam golongan 1, 2, 3, dan logam transisi
- Contoh: Na, Mg, Al, Fe, Cu, Au
Sifat Logam:
- Konduktor listrik dan panas yang baik (elektron bebas membawa muatan dan energi)
- Mengkilap (luster) (elektron bebas menyerap dan memancarkan cahaya)
- Dapat ditempa (malleable) (lapisan ion dapat bergeser tanpa putus)
- Dapat direntangkan (ductile) (dapat ditarik menjadi kawat)
- Keras dan kuat (umumnya)
- Titik leleh bervariasi (W: 3422ยฐC, Hg: -39ยฐC)
Contoh Logam:
- Fe (besi)
- Cu (tembaga)
- Al (aluminium)
- Au (emas)
PERBANDINGAN RINGKAS
| Aspek | Ikatan Ion | Ikatan Kovalen | Ikatan Logam |
|---|---|---|---|
| Mekanisme | Transfer elektron | Berbagi elektron | Delokalisasi elektron |
| Atom | Logam + Non-logam | Non-logam + Non-logam | Logam + Logam |
| Partikel | Ion (kation, anion) | Molekul | Kation + lautan eโป |
| Titik leleh | Tinggi | Rendah-sedang | Bervariasi |
| Konduktivitas padat | Tidak | Tidak | Ya |
| Konduktivitas lelehan | Ya | Tidak | Ya |
| Contoh | NaCl, MgO | HโO, COโ | Fe, Cu, Al |
Soal 2
Gambarkan struktur Lewis dan tentukan jumlah ikatan dan pasangan elektron bebas untuk molekul-molekul berikut: a) HโO b) COโ c) NHโ
Pembahasan:
a) HโO (Air)
Langkah-langkah:
1. Hitung total elektron valensi:
- H: 1 ร 2 = 2 elektron
- O: 6 elektron
- Total: 8 elektron
2. Tentukan atom pusat: O (lebih elektronegatif dari H, kecuali H tidak pernah jadi pusat)
3. Pasangkan atom dengan ikatan tunggal:
- OโH dan OโH
- Gunakan 4 elektron (2 PEI)
4. Sisa elektron: 8 – 4 = 4 elektron
5. Letakkan sisa elektron pada atom pusat (O):
- 4 elektron = 2 PEB pada O
6. Cek oktet:
- O: 2 PEI + 2 PEB = 8 elektron โ (oktet)
- H: 1 PEI = 2 elektron โ (duplet)
Struktur Lewis:
HโOโH
: :
atau
H
\
O
/ \
H : :
Hasil:
- Jumlah ikatan: 2 ikatan tunggal (2 PEI)
- Pasangan elektron bebas: 2 PEB pada O
- Bentuk molekul: Bengkok
- Sudut ikatan: 104,5ยฐ
- Hibridisasi O: spยณ
- Kepolaran: Polar
b) COโ (Karbon Dioksida)
Langkah-langkah:
1. Hitung total elektron valensi:
- C: 4 elektron
- O: 6 ร 2 = 12 elektron
- Total: 16 elektron
2. Atom pusat: C (kurang elektronegatif)
3. Pasangkan C dengan 2 O:
- CโO dan CโO
- Gunakan 4 elektron (2 PEI)
4. Sisa elektron: 16 – 4 = 12 elektron
5. Lengkapi oktet O:
- Setiap O butuh 6 elektron lagi (3 PEB)
- Gunakan 12 elektron
- O: :O: dan :O:
6. Cek oktet C:
- C hanya punya 4 elektron (2 PEI) โ belum oktet
- Buat ikatan rangkap
7. Buat ikatan rangkap dua:
- Pindahkan 1 PEB dari setiap O ke ikatan
- O=C=O
8. Cek oktet:
- C: 4 PEI = 8 elektron โ
- Setiap O: 2 PEI + 2 PEB = 8 elektron โ
Struktur Lewis:
:O::C::O: atau O=C=O
Hasil:
- Jumlah ikatan: 2 ikatan rangkap dua (4 PEI total)
- Pasangan elektron bebas: 2 PEB pada setiap O (4 PEB total)
- Bentuk molekul: Linear
- Sudut ikatan: 180ยฐ
- Hibridisasi C: sp
- Kepolaran: Nonpolar (dipol saling meniadakan)
c) NHโ (Amonia)
Langkah-langkah:
1. Hitung total elektron valensi:
- N: 5 elektron
- H: 1 ร 3 = 3 elektron
- Total: 8 elektron
2. Atom pusat: N
3. Pasangkan N dengan 3 H:
- NโH, NโH, NโH
- Gunakan 6 elektron (3 PEI)
4. Sisa elektron: 8 – 6 = 2 elektron
5. Letakkan sisa pada N:
- 2 elektron = 1 PEB pada N
6. Cek oktet:
- N: 3 PEI + 1 PEB = 8 elektron โ (oktet)
- H: 1 PEI = 2 elektron โ (duplet)
Struktur Lewis:
HโNโH
|
H
:
atau
H
/
HโN:
\
H
Hasil:
- Jumlah ikatan: 3 ikatan tunggal (3 PEI)
- Pasangan elektron bebas: 1 PEB pada N
- Bentuk molekul: Piramida trigonal
- Sudut ikatan: 107ยฐ (lebih kecil dari 109,5ยฐ karena PEB menolak lebih kuat)
- Hibridisasi N: spยณ
- Kepolaran: Polar
Ringkasan:
| Molekul | Jumlah Ikatan | PEB | Bentuk | Kepolaran |
|---|---|---|---|---|
| HโO | 2 tunggal | 2 pada O | Bengkok | Polar |
| COโ | 2 rangkap dua | 2 pada setiap O | Linear | Nonpolar |
| NHโ | 3 tunggal | 1 pada N | Piramida trigonal | Polar |
Soal 3
Jelaskan mengapa air (HโO) memiliki titik didih yang sangat tinggi (100ยฐC) dibandingkan dengan HโS (-60ยฐC), padahal massa molekul HโS lebih besar dari HโO!
Pembahasan:
Fenomena ini menunjukkan pentingnya ikatan hidrogen dalam menentukan sifat fisik zat.
PERBANDINGAN HโO DAN HโS
Data Molekul:
| Molekul | Massa Molekul | Titik Didih | Gaya Antarmolekul |
|---|---|---|---|
| HโO | 18 g/mol | 100ยฐC | Ikatan hidrogen |
| HโS | 34 g/mol | -60ยฐC | Dipol-dipol |
Observasi Menarik:
- HโS memiliki massa molekul hampir 2 kali lipat HโO
- Namun titik didih HโO 160ยฐC lebih tinggi dari HโS
- Ini bertentangan dengan tren umum (molekul lebih besar โ titik didih lebih tinggi)
PENJELASAN
1. Gaya Antarmolekul HโO:
Ikatan Hidrogen:
- H terikat langsung dengan O (atom sangat elektronegatif)
- O memiliki 2 pasangan elektron bebas
- Setiap molekul HโO dapat membentuk 4 ikatan hidrogen:
- 2 ikatan melalui atom H
- 2 ikatan melalui PEB pada O
Struktur Ikatan Hidrogen:
H
|
HโO...HโO...HโO
| |
H H
Karakteristik Ikatan Hidrogen:
- Gaya antarmolekul PALING KUAT
- Energi: 10-40 kJ/mol
- Jauh lebih kuat dari gaya dipol-dipol (2-5 kJ/mol)
- Memerlukan energi besar untuk memutuskan
- Menyebabkan titik didih sangat tinggi
2. Gaya Antarmolekul HโS:
Gaya Dipol-Dipol:
- H terikat dengan S (bukan F, O, N)
- TIDAK dapat membentuk ikatan hidrogen
- Hanya ada gaya dipol-dipol
- S kurang elektronegatif dibanding O (O: 3,44, S: 2,58)
- Kepolaran HโS lebih lemah dari HโO
Karakteristik Gaya Dipol-Dipol:
- Lebih lemah dari ikatan hidrogen
- Energi: 2-5 kJ/mol
- Mudah diputuskan
- Titik didih lebih rendah
MENGAPA MASSA MOLEKUL TIDAK MENENTUKAN?
Umumnya: Molekul lebih besar โ gaya London lebih kuat โ titik didih lebih tinggi
TETAPI: Ikatan hidrogen jauh lebih kuat dari gaya London dan dipol-dipol
Perbandingan Kekuatan:
Ikatan Hidrogen >> Dipol-Dipol > Gaya London
Dalam kasus HโO vs HโS:
- Meskipun HโS lebih besar, gaya antarmolekulnya (dipol-dipol) lebih lemah
- HโO lebih kecil, tetapi ikatan hidrogen sangat kuat
- Ikatan hidrogen mengalahkan efek massa molekul
FENOMENA UNIK AIR KARENA IKATAN HIDROGEN
1. Titik Didih Tinggi Abnormal:
- HโO: 100ยฐC
- HโS: -60ยฐC (perbedaan 160ยฐC!)
- HโSe: -42ยฐC
- HโTe: -2ยฐC
2. Titik Beku Tinggi Abnormal:
- HโO: 0ยฐC
- HโS: -82ยฐC
3. Es Mengapung di Air:
- Struktur ikatan hidrogen dalam es membuat ruang kosong
- Es kurang padat dari air cair (unik!)
- Penting untuk kehidupan akuatik di musim dingin
4. Tegangan Permukaan Tinggi:
- Molekul di permukaan tertarik ke dalam oleh ikatan hidrogen
- Serangga dapat berjalan di atas air
5. Kalor Jenis Tinggi:
- Diperlukan energi besar untuk memanaskan air
- Air sebagai penyimpan panas yang baik
- Mengatur suhu bumi
6. Kalor Penguapan Tinggi:
- Diperlukan energi besar untuk menguapkan air
- Berkeringat efektif mendinginkan tubuh
TREN DALAM GOLONGAN 16
| Molekul | Massa Molekul | Titik Didih | Penjelasan |
|---|---|---|---|
| HโO | 18 | 100ยฐC | Ikatan hidrogen (anomali) |
| HโS | 34 | -60ยฐC | Dipol-dipol |
| HโSe | 81 | -42ยฐC | Dipol-dipol + gaya London |
| HโTe | 130 | -2ยฐC | Dipol-dipol + gaya London kuat |
Observasi:
- Setelah HโO, titik didih meningkat seiring massa molekul (HโS < HโSe < HโTe)
- HโO adalah anomali karena ikatan hidrogen
KESIMPULAN
HโO memiliki titik didih jauh lebih tinggi dari HโS karena:
- HโO dapat membentuk ikatan hidrogen (O adalah F, O, atau N)
- HโS tidak dapat membentuk ikatan hidrogen (S bukan F, O, atau N)
- Ikatan hidrogen jauh lebih kuat daripada gaya dipol-dipol
- Diperlukan energi lebih besar untuk memutuskan ikatan hidrogen dan menguapkan air
- Efek ikatan hidrogen mengalahkan efek massa molekul
Pelajaran Penting: Gaya antarmolekul (terutama ikatan hidrogen) lebih menentukan sifat fisik daripada massa molekul. Ini menunjukkan betapa pentingnya ikatan hidrogen dalam kimia dan kehidupan.
Tanpa ikatan hidrogen:
- Air akan mendidih pada suhu sangat rendah (sekitar -80ยฐC)
- Tidak akan ada air cair di Bumi pada suhu normal
- Kehidupan seperti yang kita kenal tidak akan mungkin ada
Soal Perhitungan
Soal 1
Hitung perubahan entalpi (ฮH) reaksi berikut menggunakan data energi ikatan:
CHโ + 2Oโ โ COโ + 2HโO
Data energi ikatan (kJ/mol):
- CโH: 413
- O=O: 498
- C=O: 745
- OโH: 464
Pembahasan:
Rumus:
ฮH reaksi = ฮฃ Energi ikatan reaktan - ฮฃ Energi ikatan produk
ฮH = ฮฃ Energi pemutusan - ฮฃ Energi pembentukan
Langkah 1: Identifikasi ikatan yang putus (reaktan)
CHโ:
H
|
HโCโH
|
H
- 4 ikatan CโH
2Oโ:
- 2 ikatan O=O
Total energi pemutusan:
- 4 ร CโH = 4 ร 413 = 1652 kJ
- 2 ร O=O = 2 ร 498 = 996 kJ
- Total = 2648 kJ
Langkah 2: Identifikasi ikatan yang terbentuk (produk)
COโ:
O=C=O
- 2 ikatan C=O (rangkap dua)
2HโO:
HโOโH (ร 2)
- 4 ikatan OโH (2 per molekul ร 2 molekul)
Total energi pembentukan:
- 2 ร C=O = 2 ร 745 = 1490 kJ
- 4 ร OโH = 4 ร 464 = 1856 kJ
- Total = 3346 kJ
Langkah 3: Hitung ฮH
ฮH = Energi pemutusan - Energi pembentukan
ฮH = 2648 - 3346
ฮH = -698 kJ
Jawaban: ฮH = -698 kJ
Interpretasi:
- ฮH negatif โ reaksi eksoterm (melepas energi)
- Energi pembentukan > energi pemutusan
- Produk lebih stabil dari reaktan
- Ini sesuai dengan reaksi pembakaran metana yang melepas panas
Aplikasi:
- Pembakaran gas alam (metana) untuk memasak dan pemanas
- Setiap mol CHโ yang terbakar melepas 698 kJ energi
Soal 2
Tentukan jenis ikatan (ion, kovalen polar, kovalen nonpolar) pada senyawa-senyawa berikut berdasarkan perbedaan keelektronegatifan:
a) HCl b) Fโ c) KBr
Data keelektronegatifan:
- H: 2,1
- Cl: 3,0
- F: 4,0
- K: 0,8
- Br: 2,8
Pembahasan:
Aturan Jenis Ikatan Berdasarkan ฮฯ:
- ฮฯ = 0: Kovalen nonpolar
- 0 < ฮฯ < 0,5: Kovalen nonpolar (hampir)
- 0,5 โค ฮฯ < 1,7: Kovalen polar
- ฮฯ โฅ 1,7: Ion
a) HCl
Hitung ฮฯ:
ฮฯ = |ฯ(Cl) - ฯ(H)|
ฮฯ = |3,0 - 2,1|
ฮฯ = 0,9
Jenis Ikatan: Kovalen Polar
Alasan:
- 0,5 โค 0,9 < 1,7
- Elektron lebih tertarik ke Cl (lebih elektronegatif)
- Cl bermuatan ฮดโป
- H bermuatan ฮดโบ
- Notasi: H^ฮดโบโCl^ฮดโป
Sifat:
- Molekul polar
- Larut dalam air
- Titik didih relatif tinggi (-85ยฐC)
- HCl(aq) adalah asam kuat
b) Fโ
Hitung ฮฯ:
ฮฯ = |ฯ(F) - ฯ(F)|
ฮฯ = |4,0 - 4,0|
ฮฯ = 0
Jenis Ikatan: Kovalen Nonpolar
Alasan:
- ฮฯ = 0 (kedua atom identik)
- Elektron dibagi sama rata
- Tidak ada kutub
- Molekul diatomik unsur
Sifat:
- Molekul nonpolar
- Tidak larut dalam air
- Gas pada suhu ruang
- Sangat reaktif (F adalah unsur paling elektronegatif)
Molekul diatomik lain yang kovalen nonpolar:
- Hโ, Oโ, Nโ, Clโ, Brโ, Iโ
c) KBr
Hitung ฮฯ:
ฮฯ = |ฯ(Br) - ฯ(K)|
ฮฯ = |2,8 - 0,8|
ฮฯ = 2,0
Jenis Ikatan: Ion
Alasan:
- ฮฯ = 2,0 โฅ 1,7
- Perbedaan keelektronegatifan sangat besar
- K (logam) melepas elektron โ Kโบ
- Br (non-logam) menerima elektron โ Brโป
- Transfer elektron, bukan berbagi
Proses:
K โ Kโบ + eโป
Br + eโป โ Brโป
Kโบ + Brโป โ KBr
Sifat:
- Kristal ionik
- Titik leleh tinggi (734ยฐC)
- Larut dalam air
- Menghantarkan listrik dalam bentuk lelehan/larutan
- Tidak menghantarkan listrik dalam bentuk padat
Ringkasan:
| Senyawa | ฮฯ | Jenis Ikatan | Kepolaran |
|---|---|---|---|
| HCl | 0,9 | Kovalen Polar | Polar |
| Fโ | 0 | Kovalen Nonpolar | Nonpolar |
| KBr | 2,0 | Ion | – |
Catatan:
- Batasan ฮฯ = 1,7 adalah perkiraan, bukan batas mutlak
- Ikatan dengan ฮฯ mendekati 1,7 memiliki karakter ion dan kovalen (ikatan polar sangat kuat)
Penutup
Pemahaman tentang ikatan kimia sangat penting karena:
โ Menjelaskan bagaimana atom bergabung membentuk senyawa โ Menentukan sifat fisik dan kimia zat โ Dasar untuk memahami reaksi kimia โ Penting dalam desain material dan obat-obatan
Poin-Poin Penting:
- Jenis Ikatan:
- Ion: transfer elektron (logam + non-logam)
- Kovalen: berbagi elektron (non-logam + non-logam)
- Logam: delokalisasi elektron (logam + logam)
- Gaya Antarmolekul:
- Ikatan hidrogen > Dipol-dipol > Gaya London
- Menentukan titik didih, kelarutan, viskositas
- Kepolaran:
- Ditentukan oleh kepolaran ikatan DAN geometri molekul
- Polar larut dalam polar, nonpolar larut dalam nonpolar
- Struktur Lewis:
- Menggambarkan ikatan dan PEB
- Membantu memprediksi geometri dan kepolaran
- Hibridisasi:
- spยณ: tetrahedral (109,5ยฐ)
- spยฒ: trigonal planar (120ยฐ)
- sp: linear (180ยฐ)
Terus berlatih untuk menguasai konsep ikatan kimia. Selamat belajar!
- Status Valid dan Tidak Valid di GTK 2026: Arti, Penyebab, dan Cara Memperbaikinya - January 18, 2026
- Soal dan Pembahasan: Ikatan Kimia - January 18, 2026
- UVM Health Appoints New CEO After Eappen’s Exit - January 18, 2026




Leave a Reply