5 Temuan Ilmiah Paling Mengejutkan Tahun 2025
Inovasi Sains yang Mengubah Dunia pada Tahun 2025
Tahun 2025 menjadi tahun yang sangat istimewa dalam sejarah sains. Banyak terobosan dan penemuan baru yang mencengangkan telah muncul, baik di bidang kesehatan, teknologi, alam, maupun antariksa. Dengan inovasi-inovasi ini, manusia semakin dekat dengan solusi untuk mengatasi ancaman penyakit, memperkaya inovasi, serta memperluas wawasan tentang dunia sekitar kita.
Berikut adalah beberapa penemuan sains paling menarik yang terjadi pada tahun 2025:
1. Akal Imitasi untuk Diagnosis Penyakit
Salah satu inovasi terbesar dalam bidang kesehatan adalah penggunaan model akal imitasi atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi penyakit sebelum gejala muncul. Teknologi ini dikenal sebagai population evolutionary model of variant effect (popEVE), yang dikembangkan oleh tim peneliti Harvard Medical School.
PopEVE bekerja dengan menganalisis data genomik dan populasi untuk menilai keberadaan mutasi genetik tertentu. Teknologi ini kemudian memberikan skor yang menunjukkan seberapa besar potensi mutasi tersebut menyebabkan penyakit berbahaya. Sampai saat ini, popEVE sudah berhasil mengidentifikasi lebih dari 100 perubahan baru yang menghasilkan penyakit genetik langka.
Menurut Debora Marks, profesor biologi yang turut mengembangkan popEVE, tujuan dari teknologi ini adalah mengurutkan variasi penyakit berdasarkan tingkat keparahannya agar petugas medis bisa lebih cepat menangani kasus-kasus yang paling kritis. Jurnal yang membahas inovasi popEVE ini diterbitkan oleh Nature Genetics pada 24 November 2025 silam.
2. Teknologi Menulis Ulang Genetik Makhluk Hidup
Masih dari bidang kesehatan, ada teknologi yang mampu menulis ulang genetik makhluk hidup, termasuk manusia. Teknologi ini ditemukan oleh David Liu, seorang profesor dari Harvard University dan Broad Institute. Liu bersama timnya berhasil mengembangkan teknologi CRISPR-Cas9, sebuah teknologi pengubah gen yang bekerja seperti “gunting” DNA.
CRISPR-Cas9 memotong untaian ganda DNA manusia untuk mengoreksi mutasi genetik yang berpotensi menyebabkan penyakit. Teknologi ini bekerja melalui dua pendekatan, yaitu penyunting basa dan penyunting primer. Dengan teknologi ini, puluhan pasien telah berhasil diobati, dan 18 uji klinis sedang berlangsung.
Salah satu contoh kesuksesan adalah kasus Alyssa Tapley, seorang remaja pengidap T-cell leukemia yang mengalami peningkatan kondisi setelah 2,5 tahun menjalani pengobatan oleh Liu.

3. Kehadiran Objek Luar Angkasa ke Dalam Tata Surya
Dunia antariksa juga memberikan kejutan besar pada tahun 2025. Salah satu objek luar angkasa yang masuk ke dalam Tata Surya adalah komet bernama 3I/ATLAS. Komet ini pertama kali terdeteksi oleh teleskop ATLAS di Chili pada 1 Juli 2025.
3I/ATLAS bergerak dengan kecepatan 220.480 km per jam, jauh lebih cepat daripada objek biasanya. Ahli astronomi menduga bahwa komet ini berasal dari luar Tata Surya. Sampai saat ini, hanya tiga objek luar angkasa yang berhasil dideteksi masuk ke dalam Tata Surya, yaitu 1I/‘Oumuamua (2017), 2I/Borisov (2019), dan 3I/ATLAS (2025).

4. Komputer Kuantum Mulai Mendapat Panggung
Komputer kuantum, yang selama ini digadang-gadang sebagai teknologi revolusioner, mulai menunjukkan progres signifikan pada tahun 2025. Teknologi ini mulai digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pembuatan obat, agrikultur, dan prakiraan cuaca.
Komputer kuantum mampu melakukan simulasi perilaku molekul yang lebih kompleks dibanding superkomputer. Selain itu, pemodelan pelipatan protein juga lebih efisien. Google, Microsoft, dan Atom Computing telah memprakarsai komersialisasi teknologi ini.

5. Temuan Mengejutkan Soal “Kehidupan” di Luar Bumi
Pertanyaan tentang keberadaan kehidupan di luar Bumi juga mulai mendapatkan jawaban. James Webb Space Telescope meluncurkan data tentang planet luar Tata Surya bernama K2-18b. Planet ini berada sekitar 124 tahun cahaya dari Bumi.
Atmosfer K2-18b terdeteksi memiliki dimetil sulfida (DMS) dan dimetil disulfida (DMDS), dua gas berbasis sulfur yang juga ditemukan di Bumi. Gas-gas ini diproduksi oleh makhluk hidup seperti alga, sehingga menjadi pertanda adanya potensi kehidupan di sana.
Meskipun belum ditemukan organisme langsung, K2-18b memiliki air dan kaya akan hidrogen, membuatnya menjadi kandidat yang sangat sempurna untuk menampung kehidupan sederhana.

Inovasi-inovasi di atas hanya sedikit dari banyaknya terobosan yang terjadi pada tahun 2025. Dengan penemuan-penemuan ini, kita semakin yakin bahwa sains telah berkembang pesat dalam ribuan hingga jutaan tahun terakhir. Tahun 2026 tentu akan membawa lagi kejutan-kejutan baru yang tak terduga.
- Malaysia’s Clinics Still Welcome Walk-In Patients, Says Health Ministry - January 18, 2026
- 5 Temuan Ilmiah Paling Mengejutkan Tahun 2025 - January 18, 2026
- Rising Colon Cancer Rates in Young Adults: Reduce Your Risk - January 18, 2026




Leave a Reply