22 Mahasiswa UNISA Keracunan Saat Studi di RSJ Grhasia, Kampus Bertanggung Jawab dan Selidiki Sumber Snack

Insiden Keracunan Mahasiswa UNISA Yogyakarta di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Pakem

Pada Senin, 29 Desember 2025, sebanyak 22 mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengalami kejadian yang mengejutkan. Mereka diduga mengalami keracunan pangan setelah mengonsumsi paket snack yang disediakan selama kegiatan studi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia Pakem, Sleman. Kejadian ini membuat para mahasiswa tiba-tiba mengalami muntah-muntah dan harus segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta. Saat itu, kondisi darurat terjadi ketika beberapa mahasiswa mulai merasa mual hingga muntah. Sejumlah dari mereka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak rumah sakit dan kampus segera berkoordinasi dalam menangani situasi tersebut.

Pada Selasa, 30 Desember 2025, seluruh mahasiswa yang terdampak telah ditangani secara medis. Rincian penanganan meliputi:

  • Tujuh mahasiswa dirawat di RSJ Grhasia
  • Satu mahasiswa dirawat di RS Sakinah Idaman
  • Delapan mahasiswa dirawat di RS Queen Latifa
  • Satu mahasiswa dirawat di RS Condong Catur
  • Empat mahasiswa dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping
  • Satu mahasiswa dirawat di RSUD Sleman

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Wantonoro, menyatakan bahwa kampus bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa kampus segera melakukan proses evakuasi dan memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“UNISA Yogyakarta bertanggung jawab penuh terhadap mahasiswa yang terdampak. Seluruh mahasiswa telah mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan, baik rawat jalan maupun rawat inap. Alhamdulillah, saat ini kondisi mereka dalam keadaan baik dan stabil,” ujar Wantonoro dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Januari 2026.

Selain memastikan kesehatan mahasiswa, UNISA juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kejadian ini. Tujuan dari evaluasi tersebut adalah agar kejadian serupa tidak terulang dalam kegiatan akademik maupun non-akademik di masa depan. Kampus juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi.

Baca Juga  Pesantren Jadi Pilar Edukasi Hidup Bersih, Festival WASH Sleman Tingkatkan Akses Air Layak untuk Santri

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga membenarkan adanya dugaan keracunan pangan tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, dr. Yuli Khamidah, menyebut bahwa tim Dinkes bersama Puskesmas Pakem sedang melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi penyebab kejadian ini.

Sementara itu, pihak RSJ Grhasia menyatakan akan menyampaikan informasi resmi melalui rilis tertulis. Mereka juga merencanakan pertemuan bersama pihak universitas pada pekan depan untuk membahas lebih lanjut tentang kejadian ini.

Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan akademik, terutama dalam hal pengawasan dan pengelolaan makanan. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan insiden seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.

unnamed 22 Mahasiswa UNISA Keracunan Saat Studi di RSJ Grhasia, Kampus Bertanggung Jawab dan Selidiki Sumber Snack