Ulasan Buku Why We Sleep: Hak Tubuh yang Harus Dihormati
Pengantar Buku Why We Sleep
Buku Why We Sleep: The New Science of Sleep and Dreams (dikenal juga sebagai Why We Sleep) adalah sebuah karya ilmiah populer yang dirilis pada tahun 2017. Ditulis oleh Matthew Walker, seorang profesor ilmu saraf dan psikologi sekaligus direktur Pusat Ilmu Tidur Manusia di University of California, Berkeley, buku ini menggambarkan pentingnya tidur dalam kehidupan manusia. Melalui penelitian yang mendalam dan data empiris, Walker menunjukkan bahwa tidur bukan sekadar kebiasaan malam hari, melainkan salah satu elemen paling krusial untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Penyambutan Positif dan Kesuksesan Buku
Why We Sleep menerima sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk para kritikus, media, dan pembaca umum. Buku ini menjadi salah satu buku terlaris internasional, dengan posisi nomor satu di daftar bestseller Sunday Times di Inggris, serta nomor delapan di New York Times Bestseller. Selain itu, buku ini juga mendapat ulasan dari berbagai sumber terkemuka seperti Guardian, BBC, NPR, Financial Times, UC Berkeley, dan Kirkus Reviews. Kritikus memuji buku ini karena kemampuannya menyampaikan studi yang meyakinkan tentang peran tidur dalam kehidupan manusia.
Pertanyaan Mendasar tentang Tidur
Matthew Walker membuka bukunya dengan sebuah pertanyaan sederhana: “Jika tidur hanya membuang waktu, mengapa tubuh kita selalu menuntutnya?” Ini menjadi dasar bagi penjelasan lebih lanjut tentang bagaimana tidur bukan sekadar kebutuhan rutin, tetapi merupakan fungsi biologis yang vital. Dalam bukunya, Walker menjelaskan bahwa tidur adalah “mesin pemulih” terkuat yang dimiliki tubuh. Ketika kita mencoba bekerja tanpa istirahat, tubuh tidak akan berkata apa-apa — ia akan memberi tahu kita melalui rasa sakit dan kelelahan.
Tidur sebagai Tombol Reset Tubuh
Salah satu kutipan paling kuat dari buku ini adalah:
“Sleep is the single most effective thing we can do to reset our brain and body health each day.”
Tidur bukanlah proses pasif. Saat kita tertidur, otak bekerja keras untuk menyusun ulang memori, membersihkan racun metabolik, menstabilkan emosi, memperkuat sistem imun, dan memperbaiki jaringan tubuh. Walker menjelaskan bahwa tidak ada makhluk hidup yang diteliti yang tidak tidur. Hal ini menunjukkan bahwa tidur bukanlah kebetulan, tetapi kebutuhan biologis yang mendasar.
Lebih jauh lagi, Walker menulis:
“The shorter your sleep, the shorter your life span.”
Ini menggarisbawahi bahwa kurang tidur tidak hanya membuat kita merasa lelah, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, gangguan mental, kecelakaan, dan penurunan kemampuan otak. Bagian ini membuat pembaca sadar bahwa sering kali kita merasa produktif, padahal sebenarnya sedang merusak tubuh sendiri.
Budaya Kerja yang Melawan Ritme Alami Tubuh
Walker menggambarkan bagaimana dunia modern terlihat seperti sedang “berperang” dengan tidur. Jadwal kerja yang panjang, lembur tanpa batas, dan lampu serta layar yang selalu menyala menjadi tantangan besar bagi kesehatan. Ia juga menyebutkan bahwa banyak orang memuliakan mereka yang hanya tidur tiga jam sehari. Di titik ini, Why We Sleep terasa seperti cermin yang menunjukkan kebiasaan buruk kita sendiri. Buku ini tidak menggurui, tetapi hanya menunjukkan fakta bahwa tubuh memiliki ritmenya sendiri, dan setiap kali kita melawan ritme alami ini, ada konsekuensi yang tidak bisa dihindari.
Persamaan dengan Nilai Spiritual
Salah satu hal menarik dalam buku ini adalah kesesuaian antara temuan ilmiah dengan pesan spiritual. Allah SWT berfirman:
“Dan Dia menjadikan malam bagimu untuk beristirahat dan tidur, dan menjadikan siang untuk bekerja.”
(QS. Al-Furqan: 47)
Ritme yang dijelaskan Walker—malam untuk pemulihan, siang untuk aktivitas—sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an. Nabi Muhammad SAW juga pernah mengingatkan:
“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu.”
Kalimat pendek ini sejalan dengan isi buku Walker, yaitu bahwa tubuh bukan mesin yang bisa dipaksa. Mengabaikan hak tubuh berarti mengabaikan diri sendiri. Walker menunjukkan bahwa kurang tidur tidak membuat kita lebih hebat, justru menurunkan kreativitas, merusak daya ingat, membuat keputusan menjadi buruk, dan memperburuk emosi.
Pelajaran Penting untuk Kehidupan Sehari-hari
Dari buku ini, pesan yang bisa diambil dalam kehidupan sehari-hari adalah:
- Tidurlah 7–9 jam sehari,
- Buat jadwal tidur yang konsisten,
- Kurangi layar sebelum tidur,
- Jangan jadikan lembur sebagai gaya hidup,
- Berhenti merasa bersalah saat beristirahat.
Karena, seperti yang disampaikan Walker secara halus, tidur bukan pelarian, tetapi strategi menjaga kesehatan jangka panjang. Jika dikaitkan dengan nilai keimanan, menjaga tidur berarti juga menjaga amanah yang Allah titipkan: tubuh kita sendiri.
Kesimpulan
Why We Sleep adalah buku yang harus dibaca. Buku ini menjelaskan dengan jernih bahwa istirahat bukan musuh produktivitas. Istirahat justru adalah fondasinya. Jika selama ini kita memaksa tubuh demi mengejar target dan rutinitas, mungkin sudah saatnya berhenti sebentar dan mendengar pesan yang sama-sama disampaikan ilmu dan agama:
“Tubuh butuh jeda dan istirahat adalah bagian dari kecerdasan, bukan kemalasan.”
- Cedera Otak: Umum, Tapi Sering Disalahpahami - January 16, 2026
- Ulasan Buku Why We Sleep: Hak Tubuh yang Harus Dihormati - January 16, 2026
- Luka Doncic Endures Pain as Lakers Injuries Mount - January 16, 2026




Leave a Reply