Pesantren Kembali Beraktivitas di Aceh Utara, Ratusan Masih Dibersihkan dari Lumpur
ACEH UTARA, Bisakimia
–
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, telah kembali membuka kembali proses belajar mengajar di dayah (pesantren) sejak 2 Januari 2026. Hal ini dilakukan setelah bencana banjir yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Yunus, pada Sabtu (3/1/2026), menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 43 pesantren telah kembali aktif dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, terdapat 168 pesantren lainnya yang masih dalam tahap pembersihan lumpur dan belum dapat beroperasi.
“Sebanyak 211 pesantren terdampak banjir, dan dari jumlah tersebut, sudah 43 pesantren yang kembali aktif,” ujar Muhammad Yunus melalui sambungan telepon.
Banjir yang terjadi pada 26 November 2025, menimpa 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Bencana ini menyebabkan kerusakan besar, baik pada infrastruktur maupun pada fasilitas pendidikan. Dampak banjir juga dirasakan oleh 4.420 santri, 5.035 ustaz, serta 211 pimpinan pesantren di wilayah tersebut.
Kebutuhan Mendesak
Muhammad Yunus menambahkan bahwa dinas yang dipimpinnya terus berupaya membersihkan sisa lumpur pasca-banjir. Sebagian besar bangunan pesantren mengalami kerusakan, dan kitab-kitab santri rusak akibat terbawa air banjir.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan pesantren meliputi peralatan santri seperti kasur, selimut, dan lemari pakaian, serta peralatan belajar atau pesantren kit.
“Sesuai instruksi Bupati, agar pesantren secepatnya bisa aktif kembali. Kami juga mengajak relawan untuk membantu pembersihan pesantren, sehingga proses belajar mengajar bisa segera diaktifkan,” tambahnya.
Kerusakan dan Korban Jiwa
Kabupaten Aceh Utara mencatat kerusakan terbesar dibandingkan kabupaten/kota lain di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir yang terjadi pada bulan November 2025 menyebabkan 226 korban jiwa dan enam orang dilaporkan hilang.
Bencana ini tidak hanya mengganggu aktivitas pesantren, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Pemulihan infrastruktur dan fasilitas pendidikan menjadi prioritas utama bagi pemerintah setempat.
Upaya Pemulihan
Selain pembersihan, pemerintah juga sedang melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang terjadi. Mereka berharap, dengan dukungan masyarakat dan relawan, proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat.
Selain itu, pihak dinas juga sedang mempersiapkan bantuan logistik dan perlengkapan pendidikan yang diperlukan oleh para santri dan pengajar. Tujuannya adalah agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal tanpa mengganggu proses pembelajaran.
Dengan langkah-langkah yang dilakukan, diharapkan kehidupan di pesantren dapat kembali stabil dan para santri dapat melanjutkan studinya tanpa hambatan.
- “Did My Daughter Survive?” Family Demands Change After Near-Fatal Dog Attack - January 13, 2026
- Pesantren Kembali Beraktivitas di Aceh Utara, Ratusan Masih Dibersihkan dari Lumpur - January 13, 2026
- Oktober merupakan Bulan Terapi Fisik; Pengusuh menyoroti peran dalam pemulihan dan kesehatan - January 13, 2026




Leave a Reply