Kebiasaan Buang Air di Toilet yang Menyebabkan Saluran Tersumbat



Bisakimia

Toilet adalah fasilitas modern yang dirancang khusus untuk mengelola limbah manusia. Sayangnya, fungsi utamanya sering disalahpahami sebagai tempat pembuangan berbagai jenis sampah rumah tangga. Kebiasaan ini bisa menyebabkan masalah serius seperti saluran air tersumbat, pencemaran lingkungan, dan kerusakan pada sistem perpipaan.

Ukuran pipa toilet biasanya hanya sekitar empat inci pada bagian terlebar. Artinya, benda-benda kecil yang tampak sepele bisa memicu gangguan besar pada instalasi pipa. Jika sudah terjadi penyumbatan, biaya perbaikannya bisa sangat mahal, hingga jutaan rupiah untuk jasa tukang ledeng dan kerusakan akibat toilet meluap.

Untuk menghindari masalah tersebut, penting untuk mengetahui benda-benda apa saja yang tidak boleh dibuang ke dalam toilet. Berikut beberapa contohnya:

  • Tisu basah

    Tisu basah tidak mudah hancur seperti tisu toilet. Akibatnya, tisu basah mudah tersangkut di saluran pembuangan dan menjadi penyebab toilet mampet. Solusinya adalah menyediakan tempat sampah tertutup di kamar mandi untuk membuang tisu jenis ini.

  • Handuk kertas dan tisu wajah

    Handuk kertas dan tisu wajah dirancang untuk menyerap cairan, bukan untuk larut dalam air. Berbeda dengan tisu toilet yang mudah terurai, dua produk ini justru berpotensi menyumbat pipa jika dibuang ke kloset.

  • Penggunaan tisu toilet berlebihan

    Meski boleh dibuang ke toilet, penggunaan tisu toilet yang terlalu banyak sekaligus dapat menimbulkan masalah. Gumpalan tisu sulit terurai dan bisa menyumbat pipa, terutama pada saluran yang sempit.

  • Kapas dan produk berbahan kapas

    Bola kapas, kapas pembersih, maupun kapas bulat tidak akan hancur dalam air. Sebaliknya, benda-benda ini cenderung menggumpal dan menempel di dalam pipa, sehingga berisiko menimbulkan penyumbatan.

  • Produk menstruasi

    Pembalut, tampon, dan produk menstruasi lainnya dirancang untuk menyerap cairan dan mengembang. Ketika dibuang ke toilet, ukurannya bisa membesar dan menyumbat saluran pembuangan, bahkan menyebabkan toilet meluap. Produk ini sebaiknya selalu dibuang ke tempat sampah.

  • Benang gigi

    Benang gigi umumnya terbuat dari nilon yang tidak dapat terurai dalam air. Jika dibuang ke toilet, benang gigi dapat melilit benda lain dan membentuk gumpalan besar di dalam pipa.

  • Rambut

    Rambut memang terlihat kecil dan ringan, tetapi jika terus dibuang ke toilet, ia bisa menempel di dinding pipa dan menumpuk seiring waktu. Kondisi ini kerap menjadi awal terjadinya penyumbatan serius.

  • Puntung rokok

    Selain sulit terurai, puntung rokok mengandung zat kimia berbahaya yang dapat mencemari sistem air. Tak jarang, puntung rokok juga tidak ikut tersiram sempurna dan mengganggu pengguna berikutnya sehingga jadi penyebab toilet meluap.

  • Lemak, minyak, dan sisa minyak goreng

    Lemak dan minyak mungkin terlihat cair saat dibuang, tetapi seiring waktu dapat mengeras dan menempel di dinding pipa. Lapisan ini akan menghambat aliran air dan menjadi penyebab toilet mampet.

  • Kotoran kucing

    Kotoran kucing tidak boleh dibuang ke toilet karena dapat membawa parasit berbahaya ke dalam sistem air. Selain itu, kotoran tersebut menyerap air dan berpotensi menyumbat pipa.

  • Plester luka

    Beberapa plester luka terbuat dari plastik yang tidak dapat terurai secara hayati, yang dapat mencemari sistem air jika dibuang ke toilet dan jadi penyebab toilet tidak lancar alirannya. Perekatnya yang lengket juga dapat menempel pada benda lain, sehingga menyebabkan penyumbatan yang lebih besar. Hindari masalah ini dengan membuang plester luka ke tempat sampah.

Baca Juga  Sel-sel imun yang mengumpulkan sampah dapat melindungi produksi insulin di pankreas
unnamed Kebiasaan Buang Air di Toilet yang Menyebabkan Saluran Tersumbat