Teknik Menulis Abstrak PKM yang Lolos PIMNAS: Padat, Jelas, dan “Menjual”
Bagi mahasiswa pejuang PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), abstrak seringkali dianggap sebagai bagian yang paling mudah dan dikerjakan di menit-menit terakhir sebelum tombol “Submit” ditekan di Simbelmawa. Padahal, anggapan ini adalah kesalahan fatal.
Abstrak adalah “wajah” dari proposal Anda. Di tengah ribuan proposal yang masuk, reviewer tidak memiliki waktu untuk membaca pendahuluan hingga daftar pustaka secara mendalam pada tahap penyortiran awal. Mereka akan membaca abstrak terlebih dahulu. Jika abstrak Anda membosankan, bertele-tele, atau tidak jelas arahnya, besar kemungkinan proposal Anda akan diletakkan di tumpukan bawah.
Abstrak bukanlah sekadar ringkasan. Abstrak adalah etalase penjualan ide. Artikel ini akan membedah anatomi abstrak PKM yang baik, khususnya bagi Anda mahasiswa sains dan teknologi yang sering kesulitan merangkai kata-kata yang memikat.
Mengapa Abstrak Itu Krusial?
Bayangkan abstrak sebagai trailer film. Tujuannya adalah membuat penonton (dalam hal ini juri/reviewer) penasaran dan ingin menonton filmnya (membaca proposal lengkapnya).
Abstrak yang baik harus mampu menjawab 4 pertanyaan dasar dalam satu halaman:
- Mengapa riset/kegiatan ini penting dilakukan sekarang? (Urgensi)
- Apa solusi atau metode yang Anda tawarkan? (Solusi)
- Bagaimana Anda akan melakukannya? (Metode)
- Apa hasil yang diharapkan? (Target Luaran)
Struktur Anatomi Abstrak PKM yang Ideal
Berdasarkan pedoman umum PKM yang sering meloloskan peserta ke PIMNAS, berikut adalah struktur paragraf yang disarankan. Ingat, batasan kata biasanya berkisar antara 250-300 kata (cek selalu buku panduan terbaru).
1. Paragraf Pembuka: Latar Belakang & Urgensi (The “Why”)
Jangan mulai dengan definisi umum yang membosankan seperti “Indonesia adalah negara kepulauan…”. Langsung tembak ke masalah inti. Sajikan data kuantitatif yang mengejutkan atau masalah nyata yang mendesak.
- Contoh Buruk: Sampah plastik adalah masalah yang serius di dunia saat ini.
- Contoh Kuat: Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia dengan volume mencapai 3,2 juta ton per tahun, yang membutuhkan waktu 450 tahun untuk terurai.
2. Paragraf Masalah & Solusi (The “What”)
Setelah memaparkan masalah, tawarkan ide Anda sebagai pahlawan. Jelaskan secara singkat pendekatan ilmiah apa yang Anda gunakan. Bagi mahasiswa kimia, sebutkan bahan aktif atau reaksi kunci yang menjadi inovasi Anda.
- Contoh: Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menawarkan solusi bioplastik berbasis pati kulit singkong dengan penambahan penguat nanoselulosa dari jerami padi yang memiliki sifat mekanik setara plastik konvensional.
3. Paragraf Metode (The “How”)
Jelaskan tahapan kerja secara ringkas namun sistematis. Hindari detail teknis yang terlalu rumit (seperti: “larutan diaduk 500 rpm selama 30 menit”), cukup garis besarnya saja.
- Contoh: Metode pelaksanaan meliputi ekstraksi selulosa dari jerami, sintesis nanopartikel, formulasi bioplastik dengan variasi konsentrasi plasticizer, serta karakterisasi sifat fisik dan mekanik menggunakan uji tarik (Tensile Test) dan uji biodegradabilitas.
4. Paragraf Penutup: Hasil & Potensi (The “Future”)
Untuk proposal, ini adalah “Luaran yang Diharapkan”. Apa output nyatanya? Artikel ilmiah? Paten? Prototipe? Dan apa dampaknya jika berhasil?
- Contoh: Luaran yang ditargetkan dari riset ini adalah prototipe kemasan ramah lingkungan, artikel ilmiah di jurnal terakreditasi Sinta 2, serta potensi paten sederhana. Hasil riset ini diharapkan dapat mensubstitusi penggunaan plastik konvensional hingga 20% pada industri kemasan makanan lokal.
Kata Kunci (Keywords): Senjata Rahasia
Di bawah kotak teks abstrak, selalu ada kolom “Kata Kunci”. Jangan remehkan ini. Pilih 3-5 kata yang paling representatif. Reviewer sering menggunakan kata kunci untuk memvalidasi apakah proposal Anda masuk ke skema yang tepat (misal: PKM-RE, PKM-K, atau PKM-PM).
Tips memilih kata kunci:
- Gunakan istilah teknis yang spesifik (Contoh: Bioplastik, Nanoselulosa, Limbah Jerami).
- Hindari kata yang terlalu umum (Contoh: Kimia, Lingkungan, Bermanfaat).
Contoh Bedah Abstrak (Studi Kasus Kimia/Lingkungan)
Mari kita lihat simulasi abstrak yang padat untuk skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE):
JUDUL: Sintesis Membran Filter Berbasis Zeolit Alam dan Karbon Aktif Tempurung Kelapa untuk Reduksi Logam Berat pada Limbah Cair Batik
Pencemaran logam berat Kromium (Cr) akibat limbah industri batik di Pekalongan telah melampaui ambang batas aman sebesar 0,5 mg/L, mengancam ekosistem sungai dan kesehatan warga. Metode filtrasi konvensional dinilai mahal dan kurang efisien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mensintesis membran komposit hibrida berbahan dasar zeolit alam teraktivasi dan karbon aktif dari limbah tempurung kelapa sebagai adsorben logam berat yang murah dan efektif.
Penelitian dilakukan melalui tiga tahap utama: (1) Aktivasi zeolit alam secara kimia dan fisika, (2) Karbonisasi tempurung kelapa menjadi karbon aktif, dan (3) Fabrikasi membran keramik komposit. Efektivitas membran diuji menggunakan parameter adsorpsi isoterm Langmuir dan Freundlich terhadap larutan simulasi limbah Cr(VI). Luaran yang diharapkan dari riset ini adalah produk membran filter tepat guna, laporan kemajuan, laporan akhir, serta artikel ilmiah. Riset ini berpotensi menjadi solusi penanganan limbah cair UMKM batik yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Kata Kunci: Limbah Batik, Logam Berat Kromium, Membran Komposit, Zeolit Alam, Adsorpsi.
Analisis:
- Kalimat 1: Masalah nyata + Data.
- Kalimat 2: Kelemahan solusi yang ada saat ini.
- Kalimat 3: Solusi yang ditawarkan + Material (Kimia banget!).
- Kalimat 4: Metode singkat (Tahap 1, 2, 3).
- Kalimat 5: Uji/Parameter keberhasilan.
- Kalimat 6 & 7: Luaran dan Dampak.
Tips Teknis Agar Abstrak “Cantik” di Mata Reviewer
- Cek Typo (Salah Ketik): Ini fatal. Typo pada istilah ilmiah (misal: menulis Staphylococcus tanpa miring atau salah eja) menunjukkan ketidaktelitian peneliti.
- Perhatikan Format Simbelmawa: Kadang sistem membatasi jumlah kata secara otomatis. Pastikan abstrak Anda pas. Jika diminta 300 kata, usahakan mendekati angka tersebut (misal 280-290 kata) untuk menunjukkan kekayaan isi.
- Bahasa Inggris (Abstract): Jika diminta menyertakan abstrak bahasa Inggris, jangan gunakan Google Translate mentah-mentah. Pastikan grammar (tata bahasa) khususnya penggunaan Tenses.
- Gunakan Present Tense untuk fakta umum.
- Gunakan Future Tense (will/expected to) untuk luaran yang diharapkan.
- Format Cetak Miring: Nama latin spesies (binonial nomenclature) dan istilah asing yang belum diserap ke dalam KBBI wajib dicetak miring (Italic).
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Copy-Paste Pendahuluan: Jangan sekadar menyalin paragraf pertama Bab 1 ke dalam abstrak. Abstrak adalah tulisan baru yang merangkum Bab 1, 2, dan 3.
- Terlalu Banyak Singkatan: Jangan gunakan singkatan yang Anda buat sendiri tanpa penjelasan. Contoh: “Menggunakan metode XYZ…” padahal XYZ belum dijelaskan sebelumnya.
- Tidak Menyebutkan Metode: Banyak mahasiswa terlalu asyik membahas masalah dan dampak, tapi lupa menjelaskan cara mereka menyelesaikan masalah tersebut secara ilmiah.
- Daftar Pustaka di Abstrak: Abstrak tidak boleh memuat sitasi atau daftar pustaka (Contoh: Menurut al-Farabi (2020)…). Hapus semua sitasi di dalam abstrak.
Penutup
Menulis abstrak adalah seni meringkas ide besar menjadi paragraf yang padat. Bagi mahasiswa kimia dan sains, tantangannya adalah menyederhanakan bahasa teknis agar mudah dipahami oleh reviewer yang mungkin berasal dari bidang sains yang sedikit berbeda, namun tetap mempertahankan bobot ilmiahnya.
Luangkan waktu khusus untuk merenung dan menyusun abstrak ini. Mintalah teman dari jurusan lain untuk membacanya. Jika mereka paham maksud riset Anda hanya dengan membaca abstraknya, berarti Anda sudah berada di jalur yang tepat menuju PIMNAS.
Selamat menulis dan semoga didanai!
- 30 Days to Lower LDL 20%: No Pills Needed - January 8, 2026
- Top fitness apps to crush your New Year transformation goals - January 8, 2026
- Pistons face major injury blow before key back-to-back games - January 8, 2026




Leave a Reply