Ferry Irwandi: Pendidikan Bukan Status, Tapi Kewajiban untuk Masyarakat

Nama Ferry Irwandi Kembali Menarik Perhatian

Nama Ferry Irwandi kembali mencuat di awal 2026. Setelah aksi kemanusiaannya menyalurkan donasi senilai Rp10 miliar untuk korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kini ia mengajak publik merenungkan hal lain yang tak kalah penting: pendidikan.

Melalui unggahan di Instagram @irwandiferry, Ferry menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar pencapaian individual, melainkan amanah sosial. Ia menyampaikan pesan bahwa menjadi masyarakat terdidik berarti membawa tanggung jawab intelektual.

“Menjadi masyarakat terdidik berarti membawa tanggung jawab intelektual,” tulisnya.

Pendidikan sebagai Manfaat Nyata

Ferry menilai, ilmu pengetahuan harus hadir sebagai kekuatan yang memberi manfaat nyata bagi kehidupan bersama. Ia menjelaskan bahwa pengetahuan memperoleh makna tertingginya ketika mampu menjawab persoalan sosial, memperbaiki kualitas hidup, dan membuka jalan bagi keadilan.

Ia menekankan bahwa pendidikan seharusnya menjembatani perbedaan, bukan menciptakan jarak. Mereka yang memiliki akses lebih terhadap ilmu dituntut untuk berbagi dan mempermudah agar pengetahuan menjadi milik bersama, bukan alat eksklusivitas.

Pentingnya Berpikir Kritis

Selain itu, Ferry menyoroti peran masyarakat terdidik dalam menjaga kualitas ruang publik. Dengan kemampuan berpikir kritis, mereka diharapkan mampu meluruskan disinformasi, menenangkan perbedaan, dan mendorong dialog rasional.

“Dalam situasi sosial yang kompleks, suara kaum terdidik seharusnya menjadi sumber kejernihan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan harus berjalan seiring dengan integritas, kejujuran intelektual, dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Inspirasi dari Aksi Nyata

Aksi Ferry sebelumnya di Sumatera juga mendapat sorotan luas. Ia berhasil mengoptimalkan donasi senilai Rp7,6 miliar menjadi bantuan senilai belasan miliar rupiah berkat strategi distribusi langsung tanpa tengkulak. Hal ini memperkuat citranya sebagai sosok yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak nyata.

Baca Juga  In one NC county, concern about charter school growth has become a reality | Opinion

Ferry Irwandi kini menggeser fokus dari aksi kemanusiaan ke seruan moral tentang pendidikan. Baginya, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari jumlah orang terdidik, tetapi dari sejauh mana kelompok terdidik bersedia memikul tanggung jawab sosial.

Makna Sejati Pendidikan

Pendidikan, menurut Ferry, menemukan makna sejatinya ketika digunakan untuk membangun masyarakat yang lebih adil, beradab, dan bermartabat. Ia berharap bahwa pendidikan dapat menjadi landasan untuk menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan memberdayakan.

Ferry menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi masa depan. Dengan pendidikan yang baik, masyarakat akan lebih mampu menghadapi tantangan yang ada dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Tantangan dalam Pendidikan

Namun, Ferry juga menyadari bahwa pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya adalah ketimpangan akses, kualitas pengajaran yang belum merata, serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Ia menyarankan agar pemerintah dan masyarakat bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ini bisa dilakukan melalui program pembangunan infrastruktur pendidikan, pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kesimpulan

Ferry Irwandi mengajak semua pihak untuk melihat pendidikan sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan bangsa. Ia percaya bahwa pendidikan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada seluruh masyarakat. Dengan pendidikan yang baik, masyarakat akan lebih mampu menghadapi tantangan yang ada dan membangun kehidupan yang lebih baik.

unnamed Ferry Irwandi: Pendidikan Bukan Status, Tapi Kewajiban untuk Masyarakat