Mahasiswa ITS Ajak Siswa SD Buat Lilin Ramah Lingkungan dari Minyak Jelantah

Edukasi Lingkungan Bersih melalui Pengolahan Minyak Jelantah
Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya memberikan edukasi lingkungan bersih kepada masyarakat. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah oleh tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Departemen Teknik Kimia Industri (DTKI). Mereka mengadakan kegiatan edukasi lingkungan bersih kepada siswa sekolah dasar (SD) di Surabaya, khususnya siswa SD Mojo VII.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa DTKI menunjukkan cara mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Inisiatif ini dilakukan di bawah bimbingan Daril Ridho Zuchrillah ST MT dan Dr Ir Saidah Ali Altway Msc. Tujuan dari program kerja ini adalah untuk memberikan edukasi lingkungan dengan pendekatan yang menarik dan interaktif.
Nirmala Eka Pandhuarta, ketua dari tim KKN ini, menjelaskan bahwa sebelum proses pembuatan lilin dimulai, siswa SD Mojo VII diberikan penjelasan mengenai bahaya minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan. Selain itu, mereka juga diberi tahu tentang tujuan pembuatan lilin tersebut. Mahasiswa kemudian menjelaskan fungsi dari bahan-bahan yang digunakan serta langkah-langkah dalam membuat lilin.
“Kami juga memberikan beberapa pertanyaan terkait materi yang disampaikan kepada para siswa,” tambah Nirmala.
Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi
Kegiatan ini telah dipastikan aman setelah melalui tinjauan terlebih dahulu. Tim mahasiswa DTKI mendemonstrasikan cara membuat lilin di depan kelas. Para siswa sangat antusias dan memperhatikan dengan seksama. Setelah demonstrasi, siswa diberi kesempatan untuk mencoba langsung dalam proses pembuatannya.
Setelah proses pembuatan selesai, lilin dibagikan ke masing-masing siswa. Mereka juga diberi kesempatan untuk menghias lilin tersebut sesuai dengan kreativitas masing-masing. Program ini berlangsung secara interaktif dan menyenangkan bagi para siswa SD kelas 4 sampai kelas 6.
Siswa-siswa ini menunjukkan keaktifannya dengan bertanya dan menjawab mengenai penjelasan yang disampaikan di dalam kelas. “Para siswa SD sangat antusias dalam kegiatan ini, mereka juga berani mencoba secara langsung dalam proses pembuatan,” jelas Nirmala.
Mengenalkan Kewirausahaan kepada Siswa
Selain diberikan pemahaman dan solusi demi menciptakan lingkungan yang bersih, para siswa juga dikenalkan tentang kewirausahaan. Mereka diajak untuk berpikir kreatif tentang bagaimana cara mengolah sampah menjadi barang yang bernilai jual dan berguna.
“Harapannya mereka bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan kreatif, sehingga sampah bisa diolah menjadi barang berharga,” jelas Nirmala.
Dukungan terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Melalui program KKN ini, ITS terus menggaungkan pentingnya lingkungan bersih dan pembangunan berkelanjutan bagi anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa kita. Oleh karena itu, kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Program ini tidak hanya memberikan edukasi lingkungan, tetapi juga membuka wawasan siswa tentang manfaat dari pengolahan sampah. Dengan demikian, siswa SD dapat belajar bahwa sampah bukanlah sesuatu yang harus dibuang, tetapi bisa menjadi sumber daya yang bernilai.
- Saksi: Tidak Ada Penelitian Harga dalam Pengadaan Chromebook di E-Katalog - February 25, 2026
- Terapi Usada Bali Menarik Perhatian Bulan Bahasa Bali, Pelajar dan Orang Tua Antusias Mencoba - February 25, 2026
- Blogger Kesehatan ‘Mempengaruhi Secara Negatif’ Pengobatan Kanker Anaknya - February 25, 2026




Leave a Reply