Kepala Puskesmas Koto Alam: Warga Terinfeksi Penyakit Pasca Banjir
PADANG, Bisakimia
– Kepala Puskesmas Koto Alam Yelmita Juwarnis mengungkapkan sejumlah warga sudah ada yang terserang berbagai penyakit pascabencana banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut.
“Sudah ada pasien-pasien yang seperti diare, batuk pilek, demam, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),” katanya dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Sabtu (6/12/2025).
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera memberi bantuan air bersih ke daerah tersebut agar pelayanan kesehatan dapat berjalan maksimal.
Yelmita mengungkap saat ini pihaknya mendapatkan air bersih dari PDAM melalui tangki air yang didrop ke puskesmas.
“Kita nanti ada tandon yang untuk menampung air tersebut. Tapi, kami tidak bisa melakukan pelayanan kesehatan rawat inap,” katanya.
Yelmita mengungkap Puskesmas Koto Alam sejauh ini hanya menerima rawat jalan karena kondisi air bersih yang masih kekurangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari mengatakan bakal langsung mengontak BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk segera menggeser mobil tangki air ke lokasi Puskesmas Koto Alam yang berada di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatara Barat (Sumbar).
“Dan tentu saja informasi ini akan saya teruskan juga ke PDAM Kabupaten Agam supaya bisa segera melakukan pemulihan saluran air bersih,” katanya.
Abdul mengatakan, mobil tangki sifatnya sementara, tetapi pemulihan saluran PDAM diharapkan menjadi solusi permanen.
“Supaya puskesmas tidak lagi terganggu (pasokan air bersihnya),” ujarnya.
Dampak Bencana Banjir dan Longsor pada Kesehatan Masyarakat
Bencana alam seperti banjir dan longsor sering kali memiliki dampak yang sangat besar terhadap kesehatan masyarakat. Di wilayah Koto Alam, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, bencana tersebut telah menyebabkan peningkatan kasus penyakit tertentu, seperti diare, batuk pilek, demam, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Hal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang rusak akibat bencana dapat memicu penyebaran penyakit.
Beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan kasus penyakit antara lain:
- Kurangnya akses terhadap air bersih – Air bersih adalah kebutuhan dasar bagi masyarakat. Tanpa akses yang cukup, risiko infeksi meningkat secara signifikan.
- Lingkungan yang tidak sehat – Banjir dan longsor sering kali mengotori sumber air dan membuat lingkungan menjadi tidak layak huni.
- Pengangkutan pasien yang terbatas – Keterbatasan fasilitas kesehatan, seperti tempat tidur dan peralatan medis, membuat pengobatan tidak optimal.
Upaya Penanganan Darurat oleh Pihak Terkait
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa pihak terkait mulai mengambil langkah-langkah darurat. Salah satunya adalah dengan mendistribusikan air bersih melalui mobil tangki. Meskipun ini adalah solusi sementara, upaya ini penting untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih.
Selain itu, komunikasi antara lembaga-lembaga seperti BNPB dan PDAM Kabupaten Agam juga sangat penting. Dengan koordinasi yang baik, solusi jangka panjang dapat segera ditemukan.
Solusi Jangka Panjang untuk Keberlanjutan
Meskipun mobil tangki bisa membantu dalam situasi darurat, solusi jangka panjang harus fokus pada pemulihan infrastruktur air bersih. Ini termasuk:
- Pembenaran saluran air – Memperbaiki sistem saluran air yang rusak akibat bencana.
- Peningkatan kapasitas PDAM – Membangun sistem air bersih yang lebih kuat dan tahan terhadap bencana alam.
- Peningkatan kesadaran masyarakat – Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pribadi.
Dengan pendekatan yang holistik, pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mengurangi risiko bencana dan memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
- Panduan Lengkap PTN Terbaik di Papua dan Maluku – Uncen, Unipa, Unpatti - January 5, 2026
- Community raises money for kids in Harlem School District - January 4, 2026
- Millwood PE teacher celebrated for her impact on students in and out of the gym - January 4, 2026




Leave a Reply