Arief Muhammad transformasi kreator konten jadi pebisnis sukses



Bisakimia, Jakarta – Arief Muhammad, seorang influencer dan pengusaha, berbagi pengalamannya bagaimana Galaxy Z Series dengan Gemini AI membantunya mempercepat proses riset dan strategi bisnis secara lebih cepat dan efisien.

Di awal kariernya, Arief pernah membuka bisnis Sate Taichan tanpa melakukan riset mendalam dan lebih mengandalkan improvisasi. Bisnis tersebut akhirnya tutup, menjadi pelajaran penting bahwa kreativitas perlu didukung oleh data dan validasi agar bisa berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.

Pelajaran itu kini menjadi bekal bagi Arief Muhammad dalam memasuki fase baru. Dengan dukungan Samsung Galaxy Z Series dan Google Gemini, ia memiliki mitra yang mempercepat proses riset hingga eksekusi, memangkas pekerjaan yang dulu memakan waktu berhari-hari menjadi hanya hitungan menit.

“Dahulu proses validasi ide bisa makan waktu seminggu. Harus buka puluhan tab, cek tren, cari referensi luar negeri, dan bandingkan harga kompetitor manual. Sekarang cukup masukkan prompt lengkap ke Gemini Deep Research, dan dalam detik saya dapat tren terbaru, analisis pasar, sampai rekomendasi campaign. AI bikin saya bisa fokus ke ide besar, bukan tenggelam di proses yang memakan waktu,” ungkap Arief Muhammad dalam keterangan resmi.

Sebelum menggunakan AI, proses riset bagi Arief Muhammad memerlukan banyak langkah: membaca laporan tren, membandingkan kompetitor, mencari insight audiens, berdiskusi dengan tim, hingga menghitung margin secara manual. Kini, dengan Gemini Deep Research di Galaxy Z Fold7, dia cukup mengetik satu prompt untuk mendapatkan rangkuman tren, analisis perilaku audiens, rekomendasi storytelling, hingga sumber data yang relevan semua dalam satu kali proses.

Kolaborasi riset semakin cepat dengan Gemini Live Share Screen, yang memungkinkan AI “melihat” konten di layar dan memberikan komentar, koreksi, atau analisis berdasarkan instruksi suara layaknya rekan kerja yang selalu siap memberikan second opinion.

Baca Juga  Beasiswa Besar 2026: Jackpot Pendidikan, Uang Saku Rp18 Juta/Bulan!

Saat Arief Muhammad menguji perubahan harga bahan baku atau menghitung margin, Gemini dapat merespons secara instan tanpa membuka spreadsheet rumit, menjadikan proses riset seperti berdiskusi langsung dengan konsultan bisnis pribadi.

Sebagai kreator visual, pria asal Payakumbuh itu membutuhkan cara cepat untuk menunjukkan konsep kepada tim tanpa harus memulai dari kanvas kosong. Dengan Gemini Canvas, dia dapat menghasilkan mock-up presentasi, layout konten Instagram, hingga moodboard hanya dari deskripsi ide yang ia berikan. Dalam hitungan detik, Gemini Canvas menerjemahkan gambaran abstrak menjadi visual awal yang bisa langsung didiskusikan bersama tim.

Kemampuan tersebut membuat proses brainstorming menjadi jauh lebih efektif karena membantu mempercepat proses penyelarasan visi, memastikan seluruh tim berada pada arah yang sama sejak tahap awal. Hal ini membuat alur kerja kreatif menjadi lebih ringkas dan kolaboratif, terutama saat mengerjakan banyak proyek sekaligus.

“Canvas membantu semua orang melihat apa yang saya bayangkan. Diskusi jadi lebih cepat, dan kita bisa langsung bergerak ke tahap eksekusi,” jelas Arief Muhammad.

Layar besar Galaxy Z Fold7 membuat pengalaman tersebut semakin mulus. Arief Muhammad bisa membuka hasil riset di sisi kiri layar, catatan strategi di sisi kanan, lalu langsung menyusun konsep visual campaign tanpa terdistraksi karena berpindah perangkat.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa menguasai AI dengan output yang baik bukan hanya soal memiliki perangkat yang canggih, tetapi juga kemampuan memberi instruksi atau prompting yang tepat. Menurutnya, semakin detail dan spesifik prompt yang diberikan, semakin relevan dan kaya rekomendasi yang dapat dihasilkan Gemini mulai dari riset pasar, analisis audiens, perencanaan konten, hingga pembuatan visual mock-up.

Baca Juga  High-paying blue-collar careers you can start after 40 and still build wealth

Dia menambahkan, berbagai kemampuan AI ini akan semakin optimal ketika dipadukan dengan form factor Galaxy Z Fold7 yang memiliki layar utama lebar 8 inci dan fitur multi-window.

“Galaxy Z Series tidak hanya menawarkan hardware premium, tetapi juga ekosistem AI yang secara nyata membantu kreator mengelola ide dari awal hingga siap dieksekusi. Dengan kemampuan prompting yang tepat, kreator bisa membuka peluang bisnis yang lebih besar dan bergerak jauh lebih cepat,” ujar Ilham.

Arief Muhammad mengaku sepakat dan menilai teknik prompting yang diperkenalkan oleh Samsung sangat relevan bagi para kreator. Dia menambahkan bahwa kemampuan memberikan konteks yang jelas mulai dari target audiens, gaya visual, tone komunikasi, hingga tujuan kampanye, akan membantu.

“Gemini menghasilkan output yang selaras dengan identitas tiap brand. Dengan begitu, alur brainstorming hingga revisi menjadi jauh lebih efisien karena AI sudah memahami bahasa brand sejak awal. Anggap saja Gemini asisten pribadi kamu yang kamu ajak diskusi proses kreatif hingga perencanaan,” tambahnya.

Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 siap jadi perangkat andalan yang mendukung produktivitas dan kreativitas sekaligus. Galaxy Z Fold7 hadir di Indonesia dalam opsi 16GB/1TB (Rp34.999.000), 12GB/512GB (Rp31.499.000), dan 12GB/256GB (Rp28.499.000) dengan pilihan warna Blue Shadow, Silver Shadow, Jetblack, serta Mint (online exclusive).

unnamed Arief Muhammad transformasi kreator konten jadi pebisnis sukses