Air berkualitas, masa depan anak di tangan kita
Pentingnya Hidrasi Sehat untuk Anak
Kecukupan dan kualitas air minum harian adalah fondasi tubuh yang sehat. Air bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi penopong utama fungsi organ, pertumbuhan, dan ketahanan tubuh seluruh anggota keluarga. Namun, pemilihan air minum sering dianggap remeh, seolah semua air memiliki kualitas yang sama, sehingga banyak orang mengonsumsi air tanpa memahami apakah benar-benar aman.
Padahal, kualitas air berpengaruh langsung terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu, para ibu umumnya lebih teliti dalam memilih air minum yang jelas sumbernya, diproses higienis, dan aman untuk dikonsumsi setiap hari. Orangtua—terutama ibu—memegang peran penting sebagai sumber informasi kesehatan dalam keluarga sekaligus teladan dalam membangun kebiasaan cukup minum air sejak dini.
Menyadari pentingnya peran tersebut, laman The Asian Parent menggelar edukasi hidrasi sehat di RS Premier Bintaro baru-baru ini. Edukasi ini menekankan bahwa hidrasi bukan lagi pilihan gaya hidup, tetapi kebutuhan esensial yang mendukung tumbuh kembang optimal anak.
Peran Air dalam Tubuh Anak
Air memiliki peran vital bagi tubuh manusia, khususnya bagi anak yang lebih dari 75% komposisi tubuhnya adalah air. Rasa haus pada anak juga sering muncul terlambat karena tubuh sudah kekurangan cairan, sehingga kebiasaan minum secara teratur sangat diperlukan—bukan hanya ketika merasa haus.
Selama ini orangtua cenderung fokus pada makanan dan kandungan gizinya, namun sering lupa bahwa air termasuk zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh. Air membantu mengatur suhu, membuang zat sisa, menjaga fungsi kognitif, hingga mendukung pembentukan sel baru. Energi, daya tahan tubuh, hingga suasana hati anak sangat dipengaruhi kecukupan cairan. Ketika anak tampak cranky, sulit fokus, atau mudah lelah, salah satu penyebabnya bisa jadi kurang minum.
“Karena itu, orangtua perlu memberi contoh, mengajarkan, dan mengingatkan pentingnya hidrasi sehat setiap hari agar seluruh anggota keluarga tercukupi kebutuhan cairannya sesuai usia dan aktivitas,” kata ahli nutrisi dr. Diah Prasmapti Yunianingtias, M.Nutr.Diet, Sp.GK.
Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Air
Kebutuhan air setiap anak berbeda, dipengaruhi usia, aktivitas, cuaca, suhu lingkungan, hingga kondisi kesehatan. Mengacu pada ketentuan Kementerian Kesehatan, anak usia 4–6 tahun membutuhkan sekitar 1,2 liter per hari; usia 7–12 tahun sekitar 1,5 liter; dan di atas 12 tahun kebutuhan setara orang dewasa, yakni 2 liter per hari. Pada ibu hamil dan menyusui, kebutuhan meningkat hingga 2,1–2,5 liter per hari. Saat cuaca panas, dianjurkan minum minimal 2,5–3 liter untuk mencegah dehidrasi.
Kualitas Air yang Harus Diprioritaskan
Selain kuantitas, kualitas air minum juga harus diprioritaskan. Anak sepenuhnya bergantung pada orang tua untuk menentukan apa yang mereka konsumsi. Karena itu, keluarga perlu memilih air minum yang tidak hanya tampak jernih, tetapi juga benar-benar aman—bebas bau, bebas patogen, dan bebas cemaran kimia. Kontaminasi air sering tidak terlihat secara kasat mata sehingga memilih air berkualitas adalah bentuk perlindungan pertama bagi kesehatan keluarga.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan semakin banyak keluarga Indonesia memahami bahwa pemenuhan hidrasi sehat merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar pelengkap.
- Panduan Lengkap Top 3 PTN di Pulau Sulawesi – Unhas, Unsrat, Untad - January 3, 2026
- Bintang ‘Love Island USA’ Amaya Espinal Mendapatkan Kolaborasi Dengan Merek Minuman Soda Prebiotik Berjuta Dolar Poppi - January 3, 2026
- Northwest Fire responds to house fire - January 3, 2026




Leave a Reply