Mengenal LAMS: Teknologi Terbaru Penghilangan Lemak
Bisakimia,
JAKARTA – Akasia 365mc, sebuah merek asal Korea yang dikenal sebagai pionir dalam teknologi Body Contouring, mengadakan simposium ilmiah pertamanya dengan tema “LAMS Academy: LAMS, Liposuction, Body Contouring and Obesity.”
Simposium ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 5 hingga 6 Desember 2025, di Mayapada Hospital Lebak Bulus Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mempertemukan para ahli bedah plastik dan estetika guna mendalami teknik Local Anesthetic Minimal-invasive Liposuction (LAMS).
Teknologi penghilangan lemak ini dikembangkan langsung oleh Akasia 365mc Global, yang kini menjadi standar baru dalam prosedur penghilangan lemak secara minimal invasif. Teknik ini tidak memerlukan bius penuh dan hanya menimbulkan sedikit luka.
dr. Gwendy Aniko, Presiden Direktur Akasia 365mc, menjelaskan bahwa saat ini liposuction atau sedot lemak adalah salah satu prosedur operasi plastik yang paling diminati di Indonesia. Namun, masyarakat masih perlu edukasi bahwa metode ini bukanlah cara instan untuk menghilangkan berat badan.
Menurut dr. Gwendy, metode ini lebih berfungsi sebagai cara untuk membentuk tubuh dan mendukung gaya hidup sehat yang semakin disadari oleh masyarakat. Oleh karena itu, Akasia 365mc menyelenggarakan LAMS Academy sebagai wadah penting untuk transfer pengetahuan, diskusi klinis, dan validasi ilmiah.
“Komitmen Akasia 365mc adalah terus berinovasi melalui riset ilmiah dan mengandalkan keahlian para tenaga ahli, serta meningkatkan hasil pasien dan jaminan keselamatan tindakan,” ujar dr. Gwendy di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Simposium LAMS Academy tahun ini fokus pada pengenalan dan integrasi teknologi mutakhir dalam praktik sehari-hari. Topik yang dibahas mencakup perlindungan tenaga kesehatan dan pasien, anatomi subkutan yang kompleks, manajemen risiko komplikasi intraoperatif, serta optimalisasi hasil estetika melalui pendekatan Body Contouring yang holistik.
Para peserta dapat mendapatkan wawasan langsung dari tim medis senior Akasia 365mc yang telah memimpin lebih dari 30.000 kasus liposuction, serta berdiskusi dengan sesama dokter bedah plastik. Penekanan khusus diberikan pada penggunaan alat presisi dan protokol pasca-operasi yang dirancang untuk mempercepat pemulihan dan meminimalkan ketidaknyamanan. Hal ini sejalan dengan filosofi perusahaan untuk memberikan pengalaman klinis terbaik.
“LAMS Academy tidak hanya menyoroti aspek teknik bedah, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara penelitian klinis dan aplikasi praktis,” tambah dr. Gwendy.
Dalam acara ini, Akasia 365mc juga memperkenalkan data terbaru dari studi kohort internalnya, yang membuktikan efektivitas dan profil keamanan unggul dari prosedur LAMS dibandingkan dengan metode sedot lemak konvensional.
“Melalui simposium ini, kami tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi generasi baru dokter untuk mengadopsi prosedur yang lebih aman, efisien, dan memberikan hasil yang signifikan lebih baik bagi pasien yang mencari solusi kontur tubuh. Akasia 365mc selalu berinovasi melalui riset ilmiah dan mengandalkan expertise tenaga ahli, diharapkan bisa menjadi benchmark bagi lipo dan body contouring di Indonesia,” lanjut dr. Gwendy.
Selain itu, inovasi yang dikembangkan di Akasia 365mc diharapkan dapat terus diimplementasikan secara global, membawa manfaat langsung kepada komunitas medis dan pasien.
“Para peserta diharapkan untuk dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang telah didapatkan sehingga menambah keunggulan dari industri bedah plastik Indonesia di mata dunia,” imbuhnya.
- Panduan Lengkap Top 3 PTN di Pulau Sumatera – USU, Unand, Unsyiah - January 2, 2026
- Peringatan Kesehatan Masyarakat dikeluarkan untuk Kabupaten St. Louis terkait Sungai Coldwater - January 2, 2026
- Mengenal LAMS: Teknologi Terbaru Penghilangan Lemak - January 2, 2026




Leave a Reply