Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang: 90 Persen Tenaga Medis Terdampak Banjir



ACEH TAMIANG, Bisakimia

Tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang turut terdampak oleh banjir dan longsor yang terjadi pekan lalu. Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Andika Putra, menyampaikan bahwa sebanyak 90 persen tenaga medis yang bekerja di rumah sakit tersebut mengalami dampak dari bencana alam ini. Beberapa di antaranya masih berada di lokasi pengungsian.

“Tenaga medis kami 90 persennya terdampak. Bahkan ada beberapa tenaga medis kami yang rumahnya juga sudah hilang tersapu arus. Jadi masih ada beberapa tenaga medis yang masih di pengungsian,” ujarnya dalam sebuah program.

Namun, Andika meminta kepada tenaga medis yang kondisinya sudah stabil untuk segera kembali ke rumah sakit guna membantu proses pemulihan. “Untuk tenaga medis-tenaga medis yang sudah dalam kondisi stabil, saya terus mengimbau segera datang ke rumah sakit untuk sama-sama merecovery (memulihkan) rumah sakit, untuk segera bisa mengoperasionalkan kembali pelayanan-pelayanan di rumah sakit,” katanya.

Selain itu, ia menyebut bahwa pihaknya mendapat dukungan dari relawan-relawan dari luar daerah yang terus-menerus datang ke wilayah tersebut sejak kemarin. Meski begitu, kondisi RSUD Muda Sedia masih sangat memprihatinkan. Seluruh ruangan rumah sakit tergenang lumpur setelah banjir melanda. Peralatan kesehatan yang ada di dalamnya terendam air dengan ketinggian mencapai 1,5 hingga 2 meter.

“Saat ini kami tidak bisa melakukan operasional pelayanan kesehatan,” ujarnya. Untuk mengatasi hal ini, pihak rumah sakit membentuk posko-posko kesehatan di beberapa wilayah guna membantu pelayanan kesehatan di titik-titik pengungsian.

Sementara itu, Andika menjelaskan bahwa pihaknya akan segera membuka kembali layanan UGD (Unit Gawat Darurat) dalam tiga hari ke depan. “Sedangkan untuk pelayanan di dalam (RSUD) insyaallah kami dalam 3 hari ini akan membuka kembali layanan UGD terbatas,” ujarnya.

Pembersihan ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) sedang dilakukan dengan bantuan personel TNI. “Hari ini sudah 90 persen, tinggal finishing saja pembersihan UGD,” kata Andika. Ia menambahkan bahwa pelayanan UGD akan kembali beroperasi setelah pembersihan selesai, serta setelah masuknya aliran listrik dan air.

Baca Juga  Gramedia Sorong Undang Sastrawan Theoresia Runthe, Pelajar Antusias Hadiri

“Listrik hari ini insyaallah sudah mulai masuk, kalau air PDAM kami segera untuk terus melakukan koordinasi secara intensif,” ujarnya.

Andika juga menyebut bahwa pihaknya akan dibantu oleh Rumah Sakit Adam Malik dalam hal penyediaan alat penunjang seperti radiologi dan laboratorium yang akan ditempatkan di UGD. Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan beberapa fasilitas.

“Fasilitas-fasilitas utama seperti nanti ruang operasi, kemudian ruang ICU (Intensive Care Unit), ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) – NICU (Neonatal Intensive Care Unit), kemudian radiologi, laboratorium, koordinasi terakhir insyaallah nanti akan didukung dari pusat,” ujarnya.

unnamed Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang: 90 Persen Tenaga Medis Terdampak Banjir