Terapi Dislipimedia Turunkan LDL pada Penderita Kolesterol



Perusahaan farmasi asal Korea, Daewoong Pharmaceutical Indonesia, baru saja meluncurkan obat terbaru bernama Crezet. Obat ini merupakan kombinasi antara Ezetimibe dan Rosuvastatin. “Obat ini membantu menurunkan kadar LDL-C lebih rendah dan lebih cepat,” ujar Head of Indonesia Business Division sekaligus Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia Baik In Hyun pada akhir November 2025.

Produk ini bekerja melalui dua mekanisme sekaligus. Rosuvastatin menekan produksi kolesterol di hati, sementara Ezetimibe menghambat penyerapan kolesterol di usus halus. Dengan mekanisme ganda ini, penurunan LDL-C (low-density lipoprotein cholesterol) terbukti lebih optimal meskipun pada dosis rendah, dibandingkan penggunaan statin tunggal.

Daewoong menghadirkan tiga pilihan dosis Ezetimibe/Rosuvastatin (10/5 miligram, 10/10 miligram, dan 10/20 miligram) untuk memberikan pilihan terapi yang lebih presisi sesuai tingkat risiko kardiovaskular masing-masing pasien. Terapi kombinasi dua mekanisme yang sejalan dengan panduan ESC (European Society of Cardiology) menjadi sorotan utama.

Baik In Hyun menambahkan bahwa timnya mencoba untuk terus meningkatkan kualitas hidup pasien melalui terapi yang terbukti secara ilmiah. “Hal ini didukung oleh kolaborasi erat dengan para profesional medis,” kata Baik.

Ia mengatakan timnya akan mencoba memperluas portofolio terapi inovatif untuk diabetes, hipertensi, dan gagal jantung. Timnya pun mencoba terus menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Indonesia melalui kerja sama riset bersama Perkumpulan Kardiologi Indonesia (PERKI) dan pakar dari kedua negara.

Salah satu bahasan penting dalam simposium adalah urgensi pengendalian LDL-C secara dini dan agresif untuk mencegah kejadian kardiovaskular. Ketua PERKI Ade Meidian Ambari menjelaskan lebih dari 80 persen pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C 70 mg/dL. “Hanya 8,5 persen yang mencapai target risiko sangat tinggi 55 mg/dL,” kata Ade.

Baca Juga  Pil Turunkan Berat Badan Sama Efektif Ozempic dalam Uji Klinis

Ade menilai strategi terapi kombinasi yang dipaparkan dapat membantu meningkatkan standar tata laksana kardiovaskular di Indonesia. “Pedoman ESC menekankan prinsip ‘semakin rendah dan semakin cepat, semakin baik’. Artinya, menurunkan LDL-C sedini mungkin, terutama dengan terapi kombinasi, sangat penting untuk pencegahan kardiovasular yang efektif,” katanya.

Pakar dari Korea Selatan juga memaparkan efektivitas terapi kombinasi berdasarkan berbagai studi klinis. Ahli Kardiologi dan Dislipidemia dari Korea Selatan Won Ho Youn menyampaikan terapi kombinasi yang menghambat penyerapan dan produksi kolesterol secara bersamaan merupakan strategi penting untuk mencapai target LDL-C dalam panduan global. “Ini juga meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien jangka panjang,” katanya.

Won Ho Youn juga menambahkan bahwa penelitian ACTE (AJC, 2011) dan RACING (Lancet, 2022) menunjukkan bahwa terapi kombinasi memberikan penurunan LDL-C lebih besar dan efek samping lebih rendah dibandingkan statin dosis tinggi.

Ketua Perhimpunan Kardiologi Korea Kang Seok Min mengatakan soal data penggunaan di Korea Selatan, “Tingkat peresepan terapi kombinasi Ezetimibe meningkat dari 4,5 persen pada 2016 naik menjadi 22,5 persen pada 2020, dan tingkat pencapaian target LDL-C naik dari 41,4 persen menjadi 62,5 persen,” katanya.

Menurutnya, pasien dengan risiko tinggi bisa memulai terapi kombinasi tanpa menunda adalah kunci untuk hasil yang lebih baik.

Daewoong berencana memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit dan institusi kesehatan di Indonesia melalui obat kombinasi baru ini. Baik mengatakan timnya ingin meningkatkan akses pasien terhadap terapi inovatif melalui rangkaian obat kombinasi tetap dengan tiga pilihan dosis.

Pilihan latihan:

Habiskan Ramadan di Korea Selatan, Beruntung Kantor Sediakan Musala

unnamed Terapi Dislipimedia Turunkan LDL pada Penderita Kolesterol