Orang Tua dan Guru di Kendari Diminta Pantau Anak Usai Sekolah, Cegah Penculikan

Peringatan Penting untuk Orang Tua dan Guru di Kendari

Di tengah situasi yang semakin memperhatikan keamanan anak-anak, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari memberikan peringatan penting kepada orang tua dan guru. Mereka diminta untuk lebih waspada terhadap pergerakan anak-anak saat pulang sekolah.

Peringatan ini muncul setelah adanya dugaan penculikan seorang siswa SDN 85 Kendari yang sempat viral di media sosial. Meskipun akhirnya diketahui bahwa anak tersebut dijemput oleh ayahnya, kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait.

  • Saemina, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendari, menegaskan bahwa tindakan pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama.
  • Ia mengimbau agar orang tua siswa lebih waspada dan memastikan anak mereka pulang dengan aman.
  • Guru-guru juga diminta untuk memantau pergerakan siswa, termasuk siapa yang menjemput atau mengantar mereka.

Tindakan ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kasus serupa dan memastikan keamanan siswa saat berada di lingkungan sekolah maupun saat pulang.

Langkah yang Diambil Oleh Dinas Pendidikan

Setelah kejadian tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendari telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh guru. Surat tersebut berisi beberapa poin penting:

  • Memperketat pengawasan terhadap murid, baik dari pihak orang tua maupun guru.
  • Meningkatkan koordinasi antara guru dan orang tua dalam memastikan keamanan anak-anak.
  • Menyampaikan informasi tentang kejadian yang terjadi agar semua pihak dapat belajar dari pengalaman tersebut.

Langkah-langkah ini diharapkan bisa menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari ancaman yang tidak diinginkan.

Lokasi Sekolah yang Terlibat

Sekolah yang menjadi pusat perhatian ini adalah SD Negeri 85 Kendari. Letaknya di Kelurahan Bende, Kecamatan Sao-sao, Kota Kendari. Sekolah ini memiliki jarak yang relatif dekat dengan beberapa fasilitas penting, seperti:

  • Berjarak 2,1 kilometer atau sekitar lima menit dari Kantor Balai Kota Kendari, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga.
  • Jarak sekitar 1,3 kilometer dari Polsek Mandonga di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.
Baca Juga  Sekolah Kesehatan Daegu, Universitas Nasional Kyungpook Meluncurkan Program Doktoral

Lokasi sekolah yang strategis ini membuatnya menjadi salah satu titik penting dalam upaya pencegahan kejahatan terhadap anak-anak.

Kesimpulan

Kasus dugaan penculikan yang terjadi di SDN 85 Kendari menjadi pengingat bagi semua pihak untuk tetap waspada. Dengan kolaborasi antara orang tua, guru, dan aparat kepolisian, diharapkan keamanan anak-anak dapat terjaga dengan baik.


unnamed Orang Tua dan Guru di Kendari Diminta Pantau Anak Usai Sekolah, Cegah Penculikan