Sesi NGAJAR: 100 Peserta Jambore MAARIF Dialog dengan Wamen Fajar
Jambore Pelajar Teladan Bangsa 2025 Fokus pada Kesehatan Mental
Jambore Pelajar Teladan Bangsa (JPTB) 2025 yang diselenggarakan oleh MAARIF Institute bekerja sama dengan Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) dan Direktorat SMA, Ditjen PAUD Dasmen, Kemendikdasmen, menjadi ajang penting dalam membahas isu ketahanan kesehatan mental di kalangan pelajar. Kegiatan tahunan ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 21 November 2025 di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP), Jakarta Selatan.
Salah satu puncak kegiatan adalah sesi dialog yang berlangsung di kantor Kemendikdasmen pada Kamis, 20 November 2025. Sebanyak 100 pelajar terpilih dari 87 sekolah di 25 provinsi berkesempatan menyampaikan aspirasi mereka kepada Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Fajar Riza Ul Haq. Dalam sesi NGAJAR (Ngobrol Bareng Wamen Fajar), peserta Jambore menyuarakan tiga poin utama melalui poster dan video yang menjadi proyek kampanye bersama untuk menciptakan budaya yang aman, nyaman, dan gembira.
Kampanye tersebut menekankan pentingnya membangun rasa aman di lingkungan sekolah, perlunya perhatian serius terhadap layanan kesehatan mental bagi pelajar, serta pentingnya keterlibatan aktif pelajar dalam perumusan kebijakan anti-kekerasan. Wamen Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi aspirasi yang disampaikan para pelajar tersebut. Ia juga menegaskan komitmen Kemendikdasmen menjadikan suara pelajar sebagai pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan perlindungan dan pencegahan kekerasan.
Ia berpesan kepada para pelajar agar terus menjadi pionir dan agen perubahan di lingkungan masing-masing, memanfaatkan ilmu dan jejaring yang didapat dari Jambore untuk menciptakan ekosistem sekolah yang inklusif dan suportif. Pihak Kemendikdasmen kembali mengulas Permendikdasmen Nomor 46 Tahun 2023 terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Setiap sekolah harus terlibat dalam mendeteksi, mencegah, dan pendampingan korban melalui TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan).
Seluruh implementasinya diperlukan kesadaran kolektif seluruh pihak agar tidak ada ruang kekerasan untuk siapapun di manapun. Di akhir berbincang, Fajar memberikan pesan dan motivasi yang kuat untuk seluruh peserta. “Pulang dari sini, adik-adik punya tanggung jawab moral besar yaitu menyampaikan apa yang didapatkan di sini dan menularkan hal-hal baik di sekolahnya, perluas komunitas di sekolah dan perluas jejaring teman sebaya sehingga adik-adik tidak berjuang sendiri,” ujarnya.
Penguatan Karakter dan Budaya Sekolah yang Inklusif
Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami dalam sambutannya menekankan bentuk kekerasan yang bisa terjadi di dunia maya dan penguatan karakter bisa menjadi pondasi dalam pembentukan karakter untuk menghadapinya. “Adik-adik ini akan menjadi aktor utama dan agen perubahan yang menyebarkan toleransi, saling menghargai, saling menghormati. Keberagaman ini seharusnya bisa kita rayakan bersama. Melalui acara ini, semoga menjadi kesempatan berharga untuk adik-adik belajar banyak dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. Ini menjadi forum yang berharga, menjadi ruang perjumpaan dengan latar belakang berbeda namun dengan tujuan yang sama, Indonesia Emas 2045,” katanya.
Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo menggarisbawahi pentingnya momen dialog ini. “Kami sangat gembira melihat Wamen Kemendikdasmen menerima langsung aspirasi dari 100 perwakilan pelajar. Ini adalah bukti nyata bahwa isu kesehatan mental dan kekerasan di sekolah telah naik ke tingkat prioritas tertinggi pemerintah,” ujar Andar Nubowo. Andar menegaskan, tantangan terbesar kita sekarang adalah menerjemahkan apresiasi dan komitmen politik tersebut menjadi program nyata yang terukur, terdanai, dan berkelanjutan di setiap jenjang sekolah, dari Sabang sampai Merauke.
Komitmen MAARIF Institute dalam Pengembangan Pendidikan
Pihak MAARIF Institute berkomitmen untuk terus mengawal proses implementasi ini, memastikan aspirasi pelajar—ruang aman, layanan mental yang memadai, dan keterlibatan mereka dalam kebijakan benar-benar terealisasi di lapangan. Jambore Pelajar Teladan Bangsa adalah agenda tahunan MAARIF Institute yang konsisten terselenggara sejak tahun 2012. Dengan menghadirkan 100 pelajar terpilih dari seluruh penjuru Indonesia, Jambore Pelajar Teladan Bangsa merupakan ikhtiar strategis MAARIF Institute menegaskan kualitas pendidikan Indonesia harus diukur secara holistik. Yakni mencakup tidak hanya prestasi akademik, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan penguatan karakter sosial kebhinekaan para pelajar Indonesia.
- Sesi NGAJAR: 100 Peserta Jambore MAARIF Dialog dengan Wamen Fajar - November 29, 2025
- 100 Soal dan Kunci Jawaban IPS Kelas 11 Semester 1 Kurikulum Merdeka 2025 (Pilihan Ganda & Esai) - November 29, 2025
- Coca-Cola memperkenalkan Powerade ke air minum fungsional - November 29, 2025




Leave a Reply