Pemantauan Radioaktif di Cikande oleh Pasukan Zeni TNI Angkatan Darat
Detasemen Zeni Nubika TNI AD Siap Tangani Situasi Pasca Paparan Radioaktif
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika) TNI Angkatan Darat (AD) sedang memantau perkembangan situasi di wilayah Cikande, Banten, terkait paparan radioaktif. Mabes TNI AD memastikan kesiapan para prajurit dari detasemen tersebut dalam menghadapi kebutuhan bantuan yang mungkin diperlukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyampaikan informasi ini saat diwawancarai oleh awak media pada Selasa (7/10). Menurutnya, Detasemen Zeni Nubika telah melakukan pemantauan terhadap situasi di lapangan. Namun, mereka belum turun langsung karena belum ada permintaan resmi.
”Untuk kejadian di Cikande, sejauh ini Detasemen Zeni Nubika sudah memantau perkembangan situasi di lapangan, namun belum dilibatkan secara langsung karena belum ada permintaan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD),” jelas dia.
Wahyu menegaskan bahwa permintaan dukungan harus diajukan secara formal oleh KLH. Dengan demikian, TNI AD dapat mengerahkan pasukan dari Detasemen Zeni Nubika. Saat ini, penanganan awal di lapangan berada di bawah kendali KLH dengan dukungan tim dari BRIN. Mereka terus melakukan pemetaan area yang terdampak paparan radioaktif.
”Bahkan tim BRIN juga sempat melakukan pengecekan terhadap alat deteksi radioaktif yang dimiliki Detasemen Zeni Nubika sebagai bagian dari koordinasi teknis. Apabila nanti ada perintah dari pimpinan, dalam hal ini dari bapak KSAD, maka TNI AD melalui Pusat Zeni Angkatan Darat siap segera mengerahkan Detasemen Zeni Nubika untuk membantu penanganan di lokasi,” tambahnya.
Kemampuan Detasemen Zeni Nubika dalam Penanganan Radioaktif
Jenderal bintang satu TNI AD itu menyatakan bahwa Detasemen Zeni Nubika Angkatan Darat memang memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas dekontaminasi, termasuk terhadap paparan zat radioaktif. Satuan tersebut selalu dalam kondisi siaga dan siap digerakkan apabila ada permintaan resmi dari instansi yang berwenang.
- Keahlian dalam mendeteksi dan mengidentifikasi zat radioaktif
- Kemampuan untuk melakukan dekontaminasi lingkungan
- Kesiapan operasional 24 jam untuk tanggap darurat
Proses Koordinasi dengan Instansi Terkait
TNI AD menjalin komunikasi intensif dengan KLH dan BRIN untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi. Koordinasi ini mencakup:
- Pemantauan berkala terhadap kondisi lingkungan
- Pengujian alat deteksi dan pengukuran radiasi
- Pelatihan dan simulasi tanggap darurat
Dengan adanya mekanisme koordinasi yang baik, TNI AD siap memberikan dukungan penuh jika diperlukan. Hal ini menjadi bukti komitmen institusi militer dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat serta lingkungan.
- Siswa SD Inpres Bello Kupang Bangkitkan Galasing Tradisional - January 27, 2026
- Bakery Owner Seeks Buyer After Health Crisis Forces Closure - January 27, 2026
- Kepala Berdenyut yang Disebut sebagai Sakit Kepala Kluster Membuat Penderita Terpuruk oleh Rasa Nyeri: Apa yang Perlu Diketahui - January 27, 2026




Leave a Reply