Posted on Leave a comment

Xilitol: Gula Alkohol yang Bermanfaat

Xilitol merupakan jenis dari gula alkohol dengan rumus molekul (CHOH)3(CH2OH)2. Xilitol ini biasa digunakan sebagai pengganti zat pemanis seperti sukrosa yang sekarang umum digunakan sebagai pemanis. Penelitian tentang xilitol sebenarnya sudah dilakukan di awal tahun 1970-an oleh peneliti-peneliti di Finlandia hingga pada awal tahun 2009 telah cukup banyak jurnal ilmiah mengenai xilitol dipublikasikan. Xilitol ini ternyata dipopulerkan pertama di Eropa sebagai gula pengganti sukrosa untuk penderita diabetes. Mengenai hubungan xilitol dan kesehatan gigi, penelitian pertama dilakukan oleh peneliti dari Universitas Turku yang hasilnya dikenal sebagai “Turku Sugar Studies”. Apa sih kelebihannya xilitol dibanding gula-gula yang lain?

Continue reading Xilitol: Gula Alkohol yang Bermanfaat

Posted on Leave a comment

Bagaimana Indikator Asam-Basa Berubah Warna?

Telah ada artikel sebelumnya yang menjelaskan bahwa ada suatu senyawa yang berfungsi sebagai suatu indikator yang

English: natural pH indicator Red Cabbage (lef...
English: natural pH indicator Red Cabbage (left side with acid) Indikator Blaukrautsaft (links sauer, rechts alkalisch) (Photo credit: Wikipedia)

menunjukkan zat bersifat asam dan zat bersifat basa. Salah satu contoh indikator asam-basa yang terkenal adalah indikator phenolphtalein (PP) yang biasanya digunakan dalam praktikum titrasi. Indikator PP ini mempunyai rentang pH 8,0 – 9,6 dengan perubahan warna dari tak berwarna (colorless) – merah keunguan. Bagaimana sebenarnya indikator ini bisa berubah warna?

Indikator asam-basa akan cenderung untuk bereaksi dengan kelebihan asam atau basa pada saat titrasi untuk menghasilkan warna. Perubahan warna ini disebabkan oleh resonansi isomer elektron. Setiap indikator asam-basa merupakan ion yang memiliki tetapan ionisasi yang berbeda-beda. Ion ini memiliki sistem yang terkonjugasi yang dapat menyerap gelombang warna tertentu dan meneruskan gelombang warna lainnya. Gelombang warna yang diserap adalah bagian dari spektrum warna, sehingga ion tersebut akan terlihat berwarna. Continue reading Bagaimana Indikator Asam-Basa Berubah Warna?

Posted on 2 Comments

Mengenal Kromatografi

Paper chromatography
Paper chromatography (Photo credit: Wikipedia)

Kromatografi merupakan suatu teknik pemisahan campuran yang didasarkan atas pembagian beberapa bagian dari senyawa di suatu fase gerak dan fase diam. Penemu dari kromatografi adalah Michael Tswett pada tahun 1903, di mana ia mencoba memisahkan pigmen-pigmen dari daun dengan menggunakan suatu kolom yang berisi kapur. Istilah kromatografi ini diciptakan untuk melukiskan daerah-daerah yang berwarna dan bergerak ke bawah kolom.

Fase diam akan menahan komponen campuran, sedangkan fase gerak akan melarutkan komponen tertentu dari suatu campuran. Komponen yang sifatnya lebih sama dengan fase diam akan tertahan di fase diam, sedangkan komponen yang sifatnya lebih sama dengan fase gerak akan lebih larut ke fase gerak. Akibatnya komponen yang sama sifatnya dengan fase diam akan tertinggal lebih lama di dalam kolom kromatografi, sedangkan komponen yang sama sifatnya dengan fase gerak akan lebih cepat keluar dari kolom kromatografi. Pengembangan teknik kromatografi saat ini adalah dengan digunakannya variasi fase gerak yang digunakan. Continue reading Mengenal Kromatografi

Posted on 2 Comments

Air dan Minyak: Like Dissolve Like

Senyawa dibedakan menjadi dua berdasarkan kepolarannya, yaitu senyawa yang polar dan senyawa yang

Olive oil in water, demonstrating a two-phase ...
Olive oil in water, demonstrating a two-phase liquid-liquid system. (Photo credit: Wikipedia)

nonpolar. Senyawa yang polar atom-atom penyusunnya mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang tinggi. Sebaliknya senyawa yang nonpolar, atom-atom penyusunnya mempunyai perbedaan keelektronegatifan yang rendah. Oleh karena itu senyawa polar akan mempunyai dua kutub yang berbeda sehingga sering disebut sebagai dipol, di mana kutub pertama akan bermuatan parsial positif dan kutub lain akan bermuatan parsial negatif. Senyawa nonpolar tidak memiliki dua kutub seperti senyawa polar, tetapi ada waktunya senyawa nonpolar tiba-tiba membentuk dua kutub namun sangat tidak stabil yang kemudian disebut sebagai dipol sesaat. Muatan pada senyawa polar merupakan muatan parsial karena mereka tidak benar-benar bermuatan positif dan negatif. Hal ini berbeda dengan senyawa ionik yang benar-benar bermuatan positif dan negatif atom-atom penyusunnya. Continue reading Air dan Minyak: Like Dissolve Like

Posted on 8 Comments

Lemak dan Minyak

Lemak dan Minyak
Oil Spill Splash
Oil Spill Splash (Photo credit: Gloson)

Lemak dan minyak merupakan senyawa trigliserida atau trigliserol, dimana berarti lemak dan minyak merupakan triester dari gliserol. Dari pernyataan tersebut, jelas menunjukkan bahwa lemak dan minyak merupakan ester yang apabila dihidrolisis akan menghasilkan asam lemak dan gliserol. Lemak merupakan jenis trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berwujud padat, sedangkan minyak berwujud cair pada suhu ruang. Continue reading Lemak dan Minyak

Posted on Leave a comment

Kelarutan Protein

Protein adalah senyawa organik kompleks dan merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, oksigen, hidrogen,

Protein structures revealed at record pace
Protein structures revealed at record pace (Photo credit: Lawrence Berkeley National Laboratory)

nitrogen, dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838 (Abrams, 2010).

Ada 20 asam amino yang memiliki perbedaan pada struktur rantai samping telah digunakan sel-sel manusia untuk membuat protein. Struktur rantai samping menentukan kelas-kelas asam amino, antara lain seperti polar, nonpolar, netral, asam, dan basa. Sel manusia dapat mensintesis kebanyakan asam amino yang dibutuhkan untuk membuat protein. Meskipun begitu ada sekitar delapan asam amino yang disebut sebagai asam amino esensial karena tidak dapat disintesis oleh sel manusia sehingga harus didapatkan dari makanan (Goff, 1995).

Asam amino tergabung dengan ikatan kovalen oleh ikatan peptida menjadi protein. Ikatan peptida merupakan ikatan amida yang dibentuk antara ikatan asam karboksilat asam amino satu dengan gugus amina asam amino yang lain. Setiap asam amino mengandung paling tidak satu gugus amina dan  satu gugus asam karboksilat. Dapat juga terbentuk ikatan peptida dengan dua cara. Contohnya seperti yang terjadi pada Gambar 2 dan juga mungkin terjadi ikatan peptida antara gugus asam karboksilat valin dengan gugus amina glisin sehinga menghasilkan valilglisin. Sedangkan protein terbentuk dari ratusan asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida membentuk rantai peptida (Abrams, 2010).

Berikut ini akan ditulis bagaimana protein dapat berionisasi sehingga menjadi dapat bermuatan positif maupun negatif. Prinsip ini adalah prinsip dasar isolasi protein menggunakan garam konsentrasi rendah maupun dengan pengaturan pH pada titik isoelektriknya. Seperti halnya asam amino, protein yang larut dalam air akan membentuk ion yang mempunyai muatan positif dan negatif. Dalam suasana asam molekul protein akan membentuk ion positif, sedangkan dalam suasana basa akan membentuk ion negatif. Pada titik isoelektrik protein mempunyai muatan positif dan negatif yang sama, sehingga tidak bergerak kearah elektroda positif maupun negatif apabila ditempatkan di antara kedua elektroda tersebut. Ionisasi protein dapat digambarkan sebagai berikut (Murray, 2006): Continue reading Kelarutan Protein

Posted on Leave a comment

Mengenal Spektrofotometer

Spektrofotometri merupakan metode yang digunakan untuk mengukur kepekatan warna pada sampel yang diuji dengan instrumen spektrofotometer. Spektrometer adalah alat

Spectro
Spectro (Photo credit: Wikipedia)

yang menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu. Fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsi. Kelebihan spektrometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, atau celah optis. Pada fotometer terdapat filter dari berbagai warna yang memiliki spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu. Pada fotometer filter tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar monokromatis, melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan pada spektrofotometer, panjang gelombang yang benar-benar terseleksi dapatdiperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorbsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding.

Untuk melakukan pengukuran absorbansi pada larutan uji, dapat dilakukan dengan alat spektrofotometer. Berikut rumus spektofotometri:

A= a b c (g/ l), atau A= e b c (mol/ l)

Dimana a = absorbtivitas; b = tebal kuvet (cm); c = konsentrasi Continue reading Mengenal Spektrofotometer

Posted on 9 Comments

Gula Reduksi dan Metode Deteksinya

English: Raw (unrefined, unbleached) sugar, bo...
English: Raw (unrefined, unbleached) sugar, bought at the grocery store. Nederlands: ongeraffineerde ruwe suiker. (Photo credit: Wikipedia)

Gula reduksi adalah semua gula yang memiliki kemampuan untuk mereduksi dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas. Aldehid dapat teroksidasi langsung melalui reaksi redoks. Namun, gugus keton tidak dapat teroksidasi secara langsung, gugus keton, tetapi harus diubah menjadi aldehid dengan perpindahan tautomerik yang memindahkan gugus karbonil ke bagian akhir rantai. Monosakarida yang termasuk gula reduksi antara lain glukosa, fruktosa, gliseraldehida, dan galaktosa. Untuk disakarida, contohnya adalah laktosa dan maltosa. Sedangkan yang termasuk gula non-reduksi adalah sukrosa. Gula non-reduksi dicirikan dengan tidak adanya struktur rantai terbuka, sehingga tidak rentan terhadap proses oksidasi reduksi.  Pada polimer glukosa seperti amilum dan turunan amilum (maltodextrin dan Continue reading Gula Reduksi dan Metode Deteksinya