Posted on 3 Comments

Yuk, Kenali Pemisahan Kation pada Analisis Kualitatif!

Pemisahan kation pada analisis kualitatif

          Berbeda dengan analisis gravimetri, analisis untuk menentukan jumlah ion dalam sampel yang belum diketahui, analisis kualitatif secara singkatnya merupakan analisis untuk menentukan jenis ion yang berada dalam suatu larutan. Dalam hal ini kita akan memfokuskan bahasan pada pemisahan kation melalui analisis kualitatif.

           Terdapat 20 kation umum yang dapat dianalisis keberadaannya dalam suatu larutan. Kation-kation umum tersebut terbagi menjadi 5 golongan bergantung pada tingkat ketidaklarutan garamnya. Karena sebuah larutan yang ingin di analisis bisa saja mengandung 1 hingga 20 kation secara keseluruhan, analisis harus dilakukan secara sistematis dari kation golongan 1 hingga golongan 5.

Yuk, kenali prosedur umum pemisahan 20 kation umum dengan menambahkan reagen pengendap pada larutan yang ingin dianalisis…!

Kation golongan 1

Ketika larutan HCl ditambahkan pada larutan yang belum diketahui, hanya ion Ag+, Hg22+ dan Pb2+ yang akan mengendap. Ketiga ion tersebut masing-masing akan mengendap sebagai AgCl, Hg2Cl­2, dan PbCl2. Kemudian endapan dapat dipisahkan dan ion-ion lainnya, yang mana merupakan klorida yang larut, akan tetap berada pada larutan. Continue reading Yuk, Kenali Pemisahan Kation pada Analisis Kualitatif!

Posted on Leave a comment

Pengertian dan Klasifikasi Zat Aditif Makanan [LENGKAP]

Penggunaan zat aditif makanan memang seringkali menjadi perbincangan mengenai keamanan penggunaannya. Banyak orang berpikir bahwa penambahan zat ini hanya akan menjadi pemicu berbagai penyakit berbahaya bagi tubuh dibalik kelezatan dan penampilannya yang mengiurkan. Apakah kamu salah satunya?

Hmm, jangan salah sangka! Yuk, ketahui dulu apa itu zat aditif makanan dan macam-macamnya!

Apa itu zat aditif makanan?

            Zat aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan. Selain itu, penambahan zat aditif makanan juga dapat meningkatkan nilai gizi, seperti protein, mineral dan vitamin.

Apa saja jenis-jenis zat aditif makanan? Continue reading Pengertian dan Klasifikasi Zat Aditif Makanan [LENGKAP]

Posted on Leave a comment

Salah Kaprah! Simak Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga

Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga

Hai, semuanya…

Apa yang kalian pikirkan tentang kotoran telinga?

Kebanyakan orang berpikir bahwa kotoran telinga hanyalah benda menjijikkan dan bau yang bersembunyi di lorong telinga kita. Eiits, tunggu dulu! Tahukah kamu Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga ?

Sebenarnya kotoran telinga juga memiliki manfaat penting, lho, bagi telinga kita. Dilansir dari klikdokter.com, kotoran telinga berfungsi untuk menghadang debu, bakteri, dan benda-benda lainnya yang ingin masuk ke dalam telinga kita. Risiko iritasi juga akan diminimalisir dengan adanya kotoran telinga, begitu pula dengan infeksi dan kerusakan pada kulit sensitif. Continue reading Salah Kaprah! Simak Cara Tepat Membersihkan Kotoran Telinga

Posted on Leave a comment

Kimia Kelas 11: Jangan Asal Minum! Inilah Alasan Minuman Bersoda Bisa Sebabkan Asidosis Metabolik

Hayo, siapa di sini penggemar minuman bersoda?

Rasa-rasanya tidak sedikit orang mengaku bahwa mereka menggandrungi minuman jenis ini. Apalagi setelah melakukan olahraga atau aktivitas yang melelahkan  seperti  jogging dan  bersepeda di pagi hari, minuman bersoda seringkali menjadi andalan untuk menyegarkan tubuh.

Bukannya menyehatkan karena iming-iming tubuh terasa bugar dengan cepat, lho, minum minuman bersoda dapat membahayakan kesehatan tubuh, terutama bagi kamu yang doyan banget hingga minum secara berlebihan.

Minuman bersoda sesungguhnya tergolong asam yang apabila masuk ke tubuh dalam batas yang tidak normal dapat mengakibatkan penurunan pH darah. Kondisi ini dinamakan asidosis metabolik. Simak penjelasan berikut!

  • Apa itu asidosis metabolik?

Dilansir dari alodokter.com, asidosis metabolik merupakan gangguan fisiologis yang dapat terjadi saat tubuh menghasilkan terlalu banyak asam, atau ketika ginjal hanya mampu membuang sedikit asam melalui urine. Sebaliknya, apabila terjadi akumulasi garam basa dalam darah, dapat muncul gejala alkalosis metabolik.

Asidosis metabolik dan alkalosis metabolik sesungguhnya merupakan beberapa contoh  gangguan keseimbangan asam basa, yaitu suatu kondisi dimana kadar asam dan basa dalam darah tidak seimbang.

  • Mengapa asidosis metabolik dapat terjadi?

Minuman bersoda mengandung gula dalam jumlah besar yang dapat menyebabkan obesitas, diabetes, hingga masalah pada ginjal. Perlu kamu ketahui juga bahwa minuman bersoda sendiri dibuat dengan memasukkan gas karbon dioksida (CO2) ke dalam minuman (H2O) melalui reaksi karbonisasi. Berikut merupakan persamaan reaksi karbonisasi

H2O(l) + CO2(g)    H2CO3(aq)

Nah, terbentuknya asam karbonat ini (H2CO3) menyebabkan minuman bersoda/minuman berkarbonasi memiliki sifat asam dengan pH berkisar antara 3,2-3,7. Apabila mengonsumsinya, tentu derajat keasaman darah akan meningkat.

Namun, apakah meminum minuman bersoda/ minuman berkarbonasi akan langsung menyebabkan asidosis metabolik? Belum tentu.

Di dalam darah, terdapat larutan penyangga karbonat, yang terdiri dari senyawa H2CO3 dan HCO3, yaitu larutan yang dapat mempertahankan keseimbangan asam-basa dalam cairan ekstraseluler atau dalam darah. Larutan penyangga ini berfungsi menstabilkan pH darah dalam kisaran 7,35-7,45.

Apabila darah menerima zat yang bersifat asam, ion H+ dari asam tersebut akan bereaksi dengan ion HCO3 menurut reaksi berikut.

H+(aq) + HCO3(aq)  H2CO3(aq)

Asam karbonat (H2CO3) akan segera terurai menjadi air dan karbon dioksida dan dikeluarkan melalui pernafasan sesuai reaksi,

H2CO3(aq)  H2O(l) + CO2(g)

Sebaliknya, apabila darah menerima zat yang bersifat basa, ion OH akan bereaksi dengan H2CO3.

OH(aq) + H2CO3 (aq)  HCO3(aq) + H2O(l)

Sehingga, larutan penyangga (buffer) karbonat (H2CO3/HCO3) dapat mempertahankan pH darah antara 7,35-7,45.

Lalu bagaimana asidosis metabolik dapat terjadi?

Seperti yang telah diketahui minuman bersoda dapat menyebabkan terbentuknya asam yang kemudian akan dinetralkan oleh larutan penyangga karbonat yang terdapat dalam darah. Namun, apa jadinya jika seseorang mengonsumsi minuman bersoda/ minuman berkarbonasi secara berlebihan?

Larutan penyangga akan bekerja semakin berat untuk menyeimbangkan pH dalam darah. Sehingga tubuh dapat mengalami asidosis dengan pH darah di bawah 7,35.

woman-in-gray-tank-top-showing-distress-3812745

Jangan anggap enteng, ya. Kondisi asidosis dapat menyebabkan rasa kelelahan yang luar biasa, rasa kantuk, sering mual, dan mengalami kebingungan.

Oleh karena itu, biasakan untuk mengonsumsi air putih dan beristirahat sejenak setelah melakukan aktivitas berat atau berolahraga. Apabila telah terbiasa mengonsumsi minuman bersoda/ minuman berkarbonasi segeralah kurangi secara perlahan demi kesehatan tubuh kamu.

Posted on Leave a comment

Bukan IPK/RANKING, Yuk, Intip 10 Kunci Kesuksesan Kamu!

Intip 10 Kunci Kesuksesan Kamu

Siapa, sih, yang tidak ingin memperoleh IPK tinggi dan ranking teratas? Kedua prestasi tersebut tentu akan membawa kebahagian dan kebanggaan bagi diri sendiri maupun orang-orang terdekat. Butuh usaha ekstra dan pengorbanan, lho, untuk meraihnya, baik itu dari segi tenaga, waktu, hingga uang yang tidak jarang harus dikeluarkan. Jadi, apabila kamu salah satunya, salut banget, deh…

Tapi, pernahkan kamu mendengar dorongan dari seseorang, entah itu sengaja-nggak sengaja, untuk mengejar IPK, Ranking, dan NEM yang cantik supaya memperoleh kesuksesan di masa depan? Sekarang ini tidak sedikit orang berpikir bahwa nilai yang kita peroleh saat menimba ilmu di sekolah akan menentukan kesuksesan kita di masa depan. Kamu setuju? Ayo Intip 10 Kunci Kesuksesan Kamu. Let’s check this fact..!

Thomas J. Stanley, Ph.D,, penulis buku The Millionaire Mind, melakukan survei kepada 733 miliuner di USA untuk mengetahui faktor-faktor kesuksesan seseorang.

Dalam survei tersebut, diketahui bahwa lulus dengan nilai tinggi hanya menempati urutan ke-30 dan memiliki IQ tinggi di urutan ke-21.  Masuk sekolah top yang merupakan jembatan kuat menuju kesuksesan dalam anggapan banyak orang juga hanya menempati urutan ke-23. Lalu, apa, sih, 10 faktor teratas yang bisa banget kamu jadikan kunci ajaib untuk mengukir masa depan yang gemilang? Simak baik-baik, ya.. Continue reading Bukan IPK/RANKING, Yuk, Intip 10 Kunci Kesuksesan Kamu!