STRUKTUR DAN FUNGSI SEL PADA SISTEM REGULASI MANUSIA

Advertisements

Halo teman-teman!! Apa kabar semuanya??? Semoga selalu sehat dan bahagia yaa,, 🙂

Di sini kita akan belajar tentang sistem saraf pada tubuh manusia dan juga sistem  Regulasi Manusia. Materi ini akan kita jumpai di bangku SMA kelas 11 ipa. Langsung bahas aja yokk!!

>>SISTEM SARAF<<

Sistem saraf adalah salah satu bagian dari sistem koordinasi yang mengatur aktivitas tubuh melalui rangsangan listrik secara cepat. Komponennya terdiri dari : sel saraf (neuron), sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi.

1. Struktur Neuron

Sel saraf atau neuron adalah satuan kerja utana sistem saraf untuk menghantarkan impuls listrik akibat adanya rangsang (impuls).

Sel saraf terdiri dari 3 bagian.

  • Badan sel, ialah bagian yang terbesar. Fungsinya untuk menerima rangsangan (impuls) dari dendrit dan meneruskannya ke akson (neurit).
  • Dendrit, ialah serabut saraf pendek dan biasanya bercabang-cabang. Fungsinya menerima rangsang dari ujung akson neuron lain dan dibawa menuju badan sel saraf.
  • Neurit, ialah serabut saraf panjang, biasanya tidak bercabang. Fungsinya meneruskan rangsang dari badan sel ke kelenjar dan serabut-serabut otot. Neurit ini dibungkusbselubung mielin. Selubung mielin dikelilingi oleh sel schwann. Neurit yang tidak berselubung mielin disebut nodus Ranvier.

2. Macam-macam Neuron

  • Neuron motoris : meneruskan rangsang dari saraf pusat ke otot (efektor).
  • Neuron sensoris : meneruskan rangsang daru reseptor ke saraf pusat.
  • Interneuron (neuron intermediet) : menerima rangsang dari neuron sensoris atau neuron intermediet lain.

3. Mekanisme Penghantaran Impuls

Impuls ialah rangsang yang diterima reseptor dari lingkungan luar, lalu dibawa oleh sel saraf. Impuls dihantarkan melalui sinapsis dan sel saraf.

a. Penghantaran Impuls melalui Sinapsis. Sinapsis : serabut saraf penghubung yang mengendalikan komunikasi antarneuron.

  • Mekanisme kerja sinapsis : jika impuls tiba di tombol sinapsis (tonjolan kecil di akhir akson), terjadi peningkatan permeabilitas membran sinapsis tergadap ion Ca^2+. Ion Ca^2+ dan gelembung sinapsis melebur dengan membran pra-sinapsis sambil melepas neurotransmitter-nya ke celah sinapsis (pemisah membran pra-sinapsis dengan post-sinapsis). Neurotransmitter (senyawa kimia yang menghantarkan rangsang ke membran post-sinapsis dengan cara difusi) ini membawa rangsang, lalu neurotransmitter di hidrolisis oleh enzim yang dikeluarkan membran post-sinapsus, misal : asetilkolinesterase.

b. Penghantaran Impuls melalui Sel Saraf, karena adanya perbedaan potensial listrik di dua sisi membran serabut saraf. Jika tidak ada rangsang, neuron ini dalam keadaan istirahat. Muatan listrik di luar membran neuron adalah positif, sedangkan di dalam neuron adalah negatif. Ini disebut keadaan polarisasi.

4. Gerak Biasa dan Gerak Refleks.

a. Gerak Refleks

Perjalanan impuls pada gerak refleks : Impuls » reseptor » neuron sensoris » sumsum tl. belakang » neuron motoris » efektor (otot).

b. Gerak Biasa

Perjalanan impuls pada gerak biasa : Impuls » reseptor » neuron sensoris » pusat saraf (otak) » neuron motoris » efektor (otot) » tanggapan (gerak sadar)

FYI »» CARA MENGHAPAL PENGERTIAN/PERBEDAAN NEURON SENSORIS & MOTORIS »» HAPALKAN SAJA PERJALANAN IMPULSNYA YA TEMANN!! 🙂

5. Susunan Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

A. Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tl. belakang. Bagian luar keduanya diselubungi oleh selaput meninges. Dari dalam ke luar, ada 3 lapisan meninges : piameter, araknoid, dan durameter.

1) Otak, ada 3 bagian :

a) Otak Besar (Cerebrum), ada 4 lobus :

  • Lobus frontalis, di bagian depan, ialah pusat perkembangan kecerdasan, ingatan ,kemauan, dan sikap.
  • Lobus temporalis, di bagian samping, sebagai pusat pendengaran dan berbahasa.
  • Lobus parietalis, di bagian tengah, sebagai pusat pengatur kerja kulit dan otot.
  • Lobus oksipitalis, di bagian belakang, sebagai pusat penglihatan.

FYI CARA MENGHAPAL LOBUS OTAK BESAR »» Frontalis itu frontal di depan, pusat kemauan, cerdas!!. Temporalis itu tempo di samping, suka mendengar!!. Parietalis itu kulit ari maksudnya, jadi berhubungan dengan kulit, di tengah!!. Oksipitalis itu sipit, berhubungan dengan penglihatan, di belakang!!

b) Otak Tengah (Mesenchephalon), ialah pusat keseimbangan otak depan dan belakang. Otak depan terdiri atas kolikuli superior (pusat refleks pupil mata, pusat pengatur gerak bola mata, refleks akomodasi pendengaran) dan kolikuli inferior (pusat pendengaran).

Di depan otak tengah, ada talamus (pusat pengaturan sensoris, sebagai pengontrol sejumlah fungsi otonom), hipotalamus, kelenjar pineal, dan kelenjar pituitari.

c) Otak Belakang (Rhombenchepalon), terdiri dari :

  • Otak Kecil (Cerebellum) sebagai pusat keseimbangan otot dan koordinasi otot.
  • Sumsum Lanjutan sebagai pusat pengatur refleks fisiologis denyut jantung, pernapasan, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah.

2) Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)

ialah talu putih kemilau dari dasar otak sampai ke tulang belakang. Berfungsi sebagai penghubung impuls dari dan ke otak dan memberi jalan terpendek gerak refleks.

B. Sistem Saraf Tepi, berfungsi menyampaikan info ke dan dari pusat pengatur.

Berdasar arah impuls, sistem saraf tepi yaitu :

  • Sistem saraf aferen, mengandung sel saraf yang kerjanya seperti neuron sensoris. Yaitu menghantar info dari reseptor ke pusat.
  • Sistem saraf eferen, mengandung sel saraf yang kerjanya seperti neuron motoris. Yaitu menghantar info daru pusat ke otot.

Berdasarkan aktivitas kerjanya, sistem saraf tepi ada 2, yaitu :

  • Sistem saraf sadar (sistem sensoris somatik) mengatur aktivitas yang kita sadari.
  • Sistem saraf tidak sadar (sistem saraf otonom) yang mengatur organ dalam.

Sekian materi sistem saraf dan sistem regulasyang dapat saya bagikan dari hasil belajar saya, semoga bermanfaat yaaa, terimakasih telah membaca 🙂

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.