Reaksi-Reaksi Pengenalan Pada Protein

Advertisements

Hai sahabat bisakimia.com. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai reaksi-reaksi pengenalan pada protein. Pembahasan tentang materi kali ini merupakan pembahasan materi kimia di kelas XII semester genap pada bagian Makromolekul. Untuk lebih jelasnya, silahkan teman-teman simak pada penjelasan berikut.

 

Protein

Sebutan protein pertama kali digunakan pada tahun 1838. Kata protein berasal dari bahasa Yunani, proteios yang berarti pertama. Protein merupakan komponen utama dalam sel hidup dan memegang peran penting dalam proses kehidupan. Dalam kehidupan sehari-hari, protein dapat kita jumpai dalam telur, kacang-kacangan, rambut, kulit, dan lain-lain. Pembahasan lain tentang protein dapat teman-teman lihat disini.  Bagaimana cara mengenali protein pada suatu bahan? Berikut ini penjelasannnya.

Makanan yang mengandung protein

 

Reaksi Pengenalan Protein

1. Uji Biuret

Biuret terdiri dari campuran larutan NaOH 0,1 M dan larutan CuSO4 1%. Larutan uji tersebut digunakan untuk mengetahui adanya ikatan peptida pada suatu senyawa. Jika dalam senyawa yang diuji banyak terdapat ikatan peptida, maka dengan uji biuret akan memberikan warna ungu, misalnya protein. Akan tetapi, jika senyawa yang diuji mengandung ikatan peptida sedikit, maka dengan uji Biuret akan memberikan warna merah muda, misalnya urea.

 

Hasil uji positif pada biuret

2. Uji Xantoproteat

Larutan xantoproteat terdiri dari campuran larutan HNO3 pekat atau campuran larutan asam cuka pekat dengan asam sulfat pekat. Uji ini digunakan untuk mengatahui adanya inti benzena dalam molekul protein. Protein yang mengandung inti benzena jika dipanaskan dengan larutan HNO3 pekat akan memberikan warna kuning atau jingga.

3. Uji Timbal Sulfida

Larutan yang digunakan pada uji timbal sulfida terdiri dari larutan NaOH 40% dan larutan Pb(NO3)2 atau Pb-asetat. Larutan tersebut  digunakan untuk mengetahui adanya unsur belerang dalam suatu protein. Protein yang mengandung belerang jika dipanaskan dengan larutan NaOH 40% akan menghasilkan Na­2S dan zat lain. Kemudian, ditetesi dengan Pb(NO3)2 atau Pb-asetat yang akan memberikan warna coklat sampai hitam dari PbS yang terbentuk.

Semoga bermanfaat.

 

Sumber:

Parning, Horale.2005. Kimia 3B, SMA Kelas XII. Yudhistira.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.