Hukum-Hukum Dasar Kimia

Dalam kimia, ada beberapa Hukum-Hukum Dasar Kimia yang harus diingat. Karena hukum berikut selalu memiliki hubungan dengan ilmu kimia secara keseluruhan. Tidak perlu menghapal, kamu cukup mengingat hukum-hukum berikut.

 

  1. Hukum Lavoisier atau Kekekalan Massa.
    Hukum ini menyatakan bahwa massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat setelah reaksi.

Hukum-Hukum Dasar Kimia

Berikut adalah contoh pengaplikasian Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier):

(baca juga Ringkasan Materi Hukum Hukum Dasar Kimia )

Pada sebuah pembakaran magnesium dengan oksigen. Sebanyak 1,52 g magnesium bereaksi tepat dengan 1,00 g oksigen. Berapakah jumlah gram oksigen yang diperlukan untuk bereaksi dengan 12,2 g magnesium?

Jawaban :

Magnesium + Oksigen → Magnesium oksida

 

Ingat hukum dasarnya adalah MASSA SEBELUM REAKSI = MASSA SESUDAH REAKSI

 

Jadi disamakan dulu antara perhitungan yang kanan dan kiri:

1,52 g magnesium / 1,00 g oksigen = 12,2 g magnesium / x g oksigen

 

Setelah itu, dikali silangkan (karena menurun hukum kekekalan massa, jumlah sebelum dan sesudah reaksi adalah sama, maka perbandingannya juga sama).

 

X= 12,2.1,00/1,52

 

Maka berapa untuk 12,2 g magnesium diperlukan oksigen sejumlah :
(12,2 g magnesium/ 1,52 g magnesium ). 1,00 g oksigen = 8,03 g Oksigen

 

  1. Hukum Proust atau Ketetapan Perbandingan yang menyatakan bahwa dalam suatu senyawa perbandingan massa unsur-unsur penyusunnya selalu tetap.

 

Rumus dari hukum di atas adalah

% Zat dalam campuran    =  Banyaknya zat                 x    100 %

                                                                 Banyaknya Campuran

 

Contoh soal:

Suatu senyawa oksida besi (FeO) memiliki perbandingan massa besi dan oksigen sebesar 7 : 2. Tentukan persen massa dari besi dan oksigen dalam senyawa tersebut.

Solusi :

Total perbandingan  7 + 2 = 9

 

Persen massa besi                      =   (perbandingan Besi)/(total perbandingan)x 100 %

=   7/9 x 100 %

=  77,8 %

 

Persen massa oksigen = (perbandingan oksigen)    ∕   (total perbandingan) x 100 %

= 2/9 x 100 %

= 22,2 %

 

  1. Hukum Dalton atau Perbandingan Berganda. Hukum ini menyebutkan jika unsur A dan unsur B membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka untuk massa unsur A yang tetap, massa unsur B dalam senyawanya berbanding sebagai bilangan bulat.

 

Belerang (S) dan oksigen (O) membentuk dua jenis senyawa. Kadar belerang dalam senyawa I adalah 50% dan II 40%. Apakah hukum Dalton berlaku untuk senyawa tersebut?

Jawab:

Untuk memeriksa berlakunya hukum Dalton, ikutilah cara sebagai berikut:

Tentukan perbandingan massa unsur-unsur dalam masing-masing senyawa dimana salah satu unsur ditetapkan dengan angka banding yang sama, yaitu = 1.

Tentukan perbandingan massa unsur yang satu lagi dalam senyawa-senyawa ersebut.

 

Untuk jelasnya, perhatikanlah penyelesaian soal berikut.

Senyawa I mengandung 50% belerang, berarti massa oksigennya adalah 50%.

Massa S : O dalam senyawa I = 50 : 50 = 1 : 1

Senyawa II mengandung 40% belerang, berarti massa oksigennya adalah 60%.

Massa S : O dalam senyawa II = 40 : 60 = 1 : 1,5

Jika massa belerang dalam kedua senyawa sama, misalnya sama-sama 1 gram, maka perbandingan massa oksigen dalam senyawa I : senyawa II = 1 : 1,5 = 2 : 3.

Oleh karena angka perbandingan merupakan bilangan bulat dan sederhana, berarti kedua senyawa memenuhi hukum perbandingan berganda.

 

Bagaimana? Mudah, bukan, memahami ilmu kimia?

Tips kecil dari saya dalam mengerjakan soal kimia adalah kamu harus bisa mengaitkan antara bab yang satu dengan bab yang lain. Karena pada dasarnya, bab-bab dalam kimia selalu berkaitan. demikian Hukum-Hukum Dasar Kimia

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.