Panduan Cara Makan Kurma di Bulan Ramadhan

Sekarang kita telah memasuki bulan suci ramadhan 1440 H. Dan salah satu bahan makanan yang banyak beredar dan tingkat konsumsinya tinggi adalah kurma. Salah satu alasan utamanya adalah karena kurma ini merupakan buah yang telah di anjurkan atau di sunnahkan untuk di makan saat berbuka dan sahur. Kita akan belajar Panduan Cara Makan Kurma di Bulan Ramadhan

Baca juga Pentingnya Puasa Bagi Kesehatan

Sebagai umat islam, kita wajib memperhatikan bagaimana kehidupan nabi kita. Dan Nabi juga telah mengajarkan bagaimana kita makanan yang tepat untuk sahur dan berbuka. Diantara dalil nya adalah sebagai berikut :

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR. Abu Daud)

’Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma.’ (HR. Abu Daud 2345, Ibnu Hibban 3475 dan dishahihkan al-Albani dan Syuaib al-Arnauth).

Karena ini adalah website kimia. Maka saya akan memberikan tinjauan ilmiah di balik hadits tersebut. Namun sekali lagi saya perlu menegaskan disini bahwa tinjauan ilmiah hanyalah sebuah pendukung tambahan terhadap sebuah syariat. Jadi kita mengamalkan suatu amalan bukan karena alasan medis atau ilmiahnya melainkan karena mengharap ridho Allah dengan mengikuti semua anjuran dan perintah Nabi.

1. Mengapa kurma?

Kurma merupakan salah satu buah yang spesial. Selain karena spesial menurut syariat, ternyata kurma ini juga memang merupakan buah yang memiliki kandungan luar biasa. Kurma ini merupakan buah yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi dan memiliki 3 macam karbohidrat. Serat yang tinggi untuk membuat kenyang lebih lama dan berbagai nutrisi seperti potasium, vitamin dan lain lain (https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-dates)

2. Cara makan kurma

Cara makan kurma disini lebih kepada pengaturan waktu makan dan jumlahnya. Kurma mengandung kalori yang cukup tinggi karena kalori dari 5 buah kurma setara dengan 100gr nasi. Dan kurma ini juga memiliki kadar index glikemik yang rendah, sehingga tidak menimbulkan tanjakan kadar gula darah dan itu pastinya aman untuk orang diabetes.

Untuk sahur, kurma bisa di gunakan sebagai tambahan makanan sahur atau bahkan untuk makanan utama dalam sahur. Jumlah menyesuaikan. Jika sebagai tambahan saja, anda bisa makan sekitar 3 atau 5. Namun jika hanya kurma saja, maka saya rasa anda perlu sekitar diatas 10 buah.

Ingat bahwa kita dianjurkan untuk konsumsi kurma dalam jumlah ganjil. Jadi selalu pilihlah jumlah ganjil.(walaupun akhir akhir ini saya mendengar bahwa hadits tersebut bukan dimaksudkan untuk makan kurma pada saat sahur dan berbuka) Dan untuk waktu sahur, kurma dimakan di waktu menjelang waktu puasa dimulai. Yaitu pada waktu menjelang waktu subuh sekitar 30 menit menjelang subuh. Agar cadangan energi yang di dapat dari kurma bisa di hemat untuk menjalani puasa seharian.

Dan saat berbuka, ini merupakan hal penting dalam konsumsi kurma dan pengaturan waktunya. Saat kita berpuasa, insulin dalam tubuh kita stabil dalam jumlah 0. Saat berbuka, akan terjadi lonjakan gula darah dan insulin, tentunya lonjakan yang sangat tinggi secara tiba tiba akan bisa membahayakan tubuh dan meningkatkan resistensi terhadap insulin yang nantinya dapat memicu untuk terkena penyakit diabetes.

Disinilah peran kurma sangat penting, karena kurma tidak membuat lonjakan yang tinggi dan tiba tiba. Kurma memiliki nilai indeks glikemik yang rendah sehingga menaikan gula darah secara perlahan.

Jadi untuk berbuka, makanlah kurma dan minum air. Kemudian jangan makan apa apa lagi. Pergilah untuk solat maghrib. Setelah pulang, barulah silahkan untuk memakan makanan lain secara cukup dan tidak berlebihan

Kesimpulan

Kurma merupakan makanan yang spesial karena di sebutkan dalam berbagai hadits sebagai makanan yang memiliki keutamaan. Dan setelah di teliti memang kurma mengandung banyak nutrisi seperti kandungan energi tinggi dengan kadar index glikemik yang rendah, serat, potassium, besi, magnesium, copper, vitamin B6 dan tinggi antioksidan.

Manfaat untuk sahur, sabagai cadangan energi saat berpuasa. Karena kandungan energi yang cukup tinggi. Dan juga serat yang dapat membuat kenyang lebih lama

Sedangkan saat berbuka, kurma dapat menjaga kenaikan kestabilan gula darah sehingga dapat mencegah resiko diabetes. Karena memiliki kadar glikemik kurma yang rendah. Dan cara yang tepat, adalah berbuka dengan kurma dan air. Kemudian solat maghrib (karena sekaligus menunggu kadar gula darah naik dengan stabil), setelah itu barulah diperslahkan untuk memakan atau meminum yang lainnya dengan catatan untuk tetap tidak berlebihan. Semoga Panduan Cara Makan Kurma di Bulan Ramadhan bisa bermanfaat bagi anda

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.