Metode Gasifikasi Biomassa

Hai, teman – teman Bisa Kimia. Kali ini Bisa Kimia masih membahas proses pembuatan hidrogen namun dengan metode Gasifikasi Biomassa. Artikel kali ini adalah bagian lanjutan pada artikel sebelum nya yaitu pada proses pembuatan hidrogen.

Hasil gambar untuk Gasifikasi Biomassa hidrogen

Metode Gasifikasi Biomassa

Metode yang kedua adalah metode gasifikasi biomasa atau bahan alam seperti jerami, limbah padat rumah tangga atau kotoran. Di dalam prosesnya, bahan-bahan tadi dipanaskan pada suhu tinggi dalam sebuah reaktor. Proses pemanasan ini mengakibatkan ikatan molekul dalam senyawa yang ada menjadi terpecah dan menghasilkan campuran gas yang terdiri dari hidrogen, karbon monoksida dan metana.

Selanjutnya dengan cara yang sama seperti pada steam reforming, metana yang dihasilkan diubah menjadi gas hidrogen.

Gasifikasi biomasa atau bahan organik memiliki beberapa keunggulan, antara lain menghasilkan lebih sedikit karbon dioksida, sumber bahan baku yang berlimpah dan terbarukan, bisa diproduksi di hampir seluruh tempat di dunia serta biaya produksi yang lebih murah.

Proses Gasifikasi Biomassa

Gasifikasi merupakan salah satu proses konvensi termokimia bahan bakar, seperti batubara, biomassa, dan limbah-limbah. Pros es termokimia lainnya adalah pembakaran dan pirolisis (pembakaran tanpa oksigen). Pada gasifikasi, bahan bakar padat diubah menjadi gas yang dapat dibakar secara langsung sebagai bahan bakar maupun digunakan sebagai bahan bakar baku untuk produksi gas sintetik atau hidrogen.

Gasifikasi biomassa merupakan proses termokimia yang komplek meliputi sejumlah reaksi kimia elementer. Gassiikasi diawali dengan oksidasi parsial bahan bakar lignoselulosik dengan agen gasifikasi (misalnya udara, oksigen, uap air, atau CO2).  Kemudian, unsur volatil (Volatile matter) akan dilepaskan ketika bahan bahan bakar dipanaskan melalui oksidasi parsial dan menghasilkan produk – produk pembakaran H2O dan CO2.

Air yang terkandung dalam biomassa akan menguap dan proses gasifikasi umumnya berupa CO, H2, CO2, CH4, H2O, dan N2. Selain itu, dalam gasifikasi juga akan dihasilkan bahan organik (tar) dan bahan anorganik (H2S, HC1, NH3, logam-logam alkali) serta partikel. Komposisi dari gas gas hasil gasifikasi tergantung dari jenis dan komposisi umpan serta parameter operasi gasifikasi, seperti suhu, tekanan, dan agen gasifikasi (gasifying agen).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.