Pembahasan KIMIA KOLOID

Hallo teman – teman Bisa kimia apa kabar ? masih semangat belajar ? hehe
kali ini Bisa kimia akan melakukan Pembahasan KIMIA KOLOID pelajaran kelas XI kurikulum K-13. Yuk langsung saja dibaca artikel nya.

Pengertian Koloid

Koloid  merupakan suatu bentuk campuran fase peralihan homogen (sejenis) menjadi heterogen. Campuran tersebut merupakan keadaan antara larutan dan suspensi. Secara makroskopis koloid tampak homogen, akan tetapi sebenarnya koloid tergolong campuran heterogen, karena perbedaan partikel kedua fase koloid masih dapat diamati dan dibedakan secara makroskopis.

Seperti larutan gula atau larutan garam, partikelnya mungkin mengandung lebih dari satu molekul akan tetapi tidak cukup besar untuk dilihat dengan mikroskop biasa. Partikel-partikel yang terletak dalam jarak ukuran koloidal mempunyai luas permukaan yang sangat besar dianding dengan luas permukaan partikel-partikel yang lebih besar dengan volume yang sama.

Sistem dispersi adalah sistem dimana suatu zat tebagi halus atau terdispersi dalam zat lain. Koloid merupakan suatu sistem dispersi, karena terdiri dari dua fase, yaitu fase terdispersi, dan fase pendispersi.

Baca juga artike : Memahami Apa Itu SEL VOLTA

Hasil gambar untuk koloid contoh

 

Koloid tergolong 2 sistem fase, yaitu:
1)    Faseterdispersi (terlarut), adalah zat yang  didipersikan, bersifat diskontinu.
2)    Medium dispersi (pelarut), adalah zat yang menjadi medium untuk dispersi, bersifat, bersifat kontinu.

Koloid tergolong campuran heterogen walau tampak homogen secara makroskopis, karena perbedaan partikel kedua fase masih dapat diamati secara mikroskopis.

Jenis-jenis Koloid

Pembahasan kimia koloid ini dapat dilihat bahwa Sistem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersinya. Berdasarkan fase terdispersi, jenis koloid ada tiga, antara lain sol (fase tersispersi padat), emulsi (fase terdispersi cair), dan buih (fase terdispersi gas). Koloid dengan fase pendispersi gas disebut aerosol.

Berdasarkan fase terdispersi dan pendispersinya, jenis koloid dapat dibagi menjadi 8 golongan seperti pada tabel berikut.

Pada sistem koloid, fase terdispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat, zat cair, atau gas. Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi sistem koloid dikelompokkan menjadi (Retnowati, 2008:141):

  1. Sol. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa cairan. Contohnya: sol emas, tinta, dan cat.
  2. Sol padat. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya padatan. Contohnya: gelas berwarna, dan intan hitam.
  3. Emulsi. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya cairan. Contohnya: susu, santan, dan minyak ikan.
  4. Emulsi padat. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdisfersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa padatan. Contohnya: jelly, mutiara, dan keju.
  5. Aerosol padat. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa padatan dan fasa pendispersinya berupa gas. Contohnya: asap dan debu.
  6. Aerosol cair. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa cairan dan fasa pendispersinya berupa gas. Contohnya: kabut, awan, dan hair spray.
  7. Buih. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa cairan. Contohnya: buih sabun, dank rim kocok.
  8. Buih padat. Sistem koloid ini terbentuk dari fasa terdispersi berupa gas dan fasa pendispersinya berupa padatan. Contohnya: karet busa dan batu apung.

Semoga saja Pembahasan KIMIA KOLOID ini dapat bermanfaat dan mudah dimengerti oleh pembaca sekalian, silahkan bertanya jika ada yang kurang dimengerti

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.