Efek Kronis Radikal Bebas Pada Mesin Fotokopi

Radikal bebas adalah molekul yang mempunyai sekelompok atom dengan elektron yang tidak berpasangan. Sifat dari radikal bebas yaitu sangat reaktif dan memiliki waktu paruh yang sangat cepat. Radikal bebas akan segera bereaksi cepat dengan mengambil elektron molekul disekitarnya. Radikal bebas dapat merusak jaringan normal  terutama apabila jumlahnya terlalu banyak.

Pada mesin fotokopi dihasilkan gas ozon (O3) apabila kita melakukan pengoperasian alat listrik dengan tegangan yang tinggi. Ozon (O3) adalah suatu bentuk dari oksigen (O2) yang tidak stabil. Ozon (O3) pada mesin fotokopi terbentuk pada waktu memasukkan dan mengeluarkan tabung dan kertas. Ozon yang terbentuk merupakan hasil pemecahan dari material tabung selama pemindahan gambar yang juga diproduksi oleh emisi ultra violet dari lampu mesin fotokopi.

Berikut illustrasi penghasilan ozon pada mesin fotokopi:

 

 

Seperti biasanya ozon dengan cepat berubah kembali menjadi oksigen,

 

 

 

Ozon (O3) adalah suatu gas yang reaktif dan tidak stabil dengan waktu paruh 6 menit di dalam suatu ruangan. Oleh karena itu, Ozon (O3) merupakan zat radikal yang sangat beracun yang keluar dari mesin fotokopi. Ozon (O3)  pada mesin fotokopi memberikan efek kronis bagi penggunanya. Efek kronis yaitu penyakit yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung, kanker, dan katarak dan menurunnya fungsi ginjal. Ozon (O3) mempunyai bau manis, dimana dalam keadaan normal dapat dideteksi dalam konsentrasi 0,01 – 0,02 ppm. Nilai paparan yang diijinkan saat ini menurut Standard yang diacu di Australia adalah 0,1 ppm untuk rata-rata paparan sehari.

 

 

Rentang dekomposisi tergantung dari waktu, temperatur (gas pecah lebih cepat pada temperatur tinggi) dan kontak dengan berbagai permukaan. Bagaimanapun, konsentrasi ozon dapat terbentuk jika ruangan tersebut mempunyai ventilasi yang tidak baik. Jika konsentrasi ozon meningkat menjadi 0,25 ppm atau lebih, gas yang berbau ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, saluran pernapasan bagian atas dan paru-paru, tenggorokan dan hidung. Gejala lain adalah sakit kepala, napas pendek, pusing, lelah, dan kehilangan sensitivitas penciuman sementara. Pada konsentrasi 10 ppm dapat segera membahayakan kehidupan dan kesehatan.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.