Apa itu Pengertian korosif

Hallo semua nya  kembali lagi dengan saya si (penulis)  hehe :-D. Btw kalian sehat kan? sehat pasti ya, jangan sakit – sakit lah hehe 😀 .Oke  apakah kalian pernah mendengar kata Korosif ? Apa itu Pengertian korosif ? biasanya kata ini muncul dalam pembicaraan yang berhubungan dengan logam & asam.Baca juga  artikel : Mengatasi Korosi pada Logam dengan Coating  

Gambar terkait

 

Contoh dari korosi yang penah kita dengar yaitu, “Asam itu bersifat korosi” atau “Hati – hati bahan ini korosif”. Sebenernya apa penngertian dari korosif?

Korosi merupakan istilah baku dari peristiwa perkataann yang biasa terjadi pada logam. Perkataan ini dapat timbul secara otomatis melalui mekanisme reaksi kimia apaila suatu logam terkena kontak secara langsung dan terus  menerus dengan beberapa zat kimia. Zat kimia yang di maksud diantaranya adalah oksigen. Gas yang setiap hari kita hirup untuk bernapas ini memang terkenal ini memang terkenal dapat mengubah sebuah logam yang baik-baik saja menjadi berkarat .

Contoh bahan kimia yang korosif antara lain :

  • Asam sulfat
  • Asam Klorida
  • Asam Astetat
  • Asam Sitrat
  • Amonium Hidroksida
  • Asam Nitrat
  • Kalium Hidroksida
  • Fenol
  • Natrium Hidroksida

Korosi pada Besi (Perkaratan)

Proses korosi pada besi dapat dibagi menjadi dua reaksi redoks terpisah, antara lain:

Proses hilangnya besi

Bagian besi yang hilang umumnya adalah bagian besi yang mengalami kontak dengan air. Bagian ini disebut daerah anode, sebagaimana reaksi oksidasi besi terjadi:

Fe(s) \longrightarrow Fe^{2+}(aq) + 2e^-
.
E_{red}^{\circ} = -0,44 V

Ketika atom-atom Fe kehilangan elektron, terbentuklah cekungan di bagian hilangnya besi tersebut. Selanjutnya, elektron-elektron yang terlepas tersebut akan mengalir ke bagian dengan konsentrasi oksigen tinggi yang umumnya terletak di tepi tetesan air tempat terbentuknya cekungan. Bagian ini disebut daerah katode, di mana elektron yang terlepas dari atom besi mereduksi O2:

O_2 (g) + 2H_2O (l) + 4e^- \longrightarrow 4 OH^- (aq)
.
E_{red}^{\circ} = +0,40 V

atau

O_2 (g) + 4H^+ (aq) + 4e^- \longrightarrow 2H_2O (l)
.
E_{red}^{\circ} = +1,23 V

Pada umumnya, reaksi reduksi yang terjadi adalah reaksi reduksi oksigen dengan H+, sebagaimana medium terjadinya korosi cenderung bersifat asam dan reaksi reduksi dalam suasana asam cenderung lebih spontan, sebagaimana potensial reduksinya lebih besar (+1,23 V). Ion H+ berasal dari asam H2CO3yang terbentuk dari reaksi pelarutan karbon dioksida dalam uap air di udara.

Jadi, keseluruhan reaksi hilangnya besi, tanpa reaksi pembentukan karat, yaitu:

2Fe(s) + O_2 (g) + 4H^+ (aq) \longrightarrow 2Fe^{2+} (aq) + 2H2O (l)
.
E_{red}^{\circ} = +1,67 V

Proses pembentukan karat

Karat besi, Fe2O3∙nH2O yang merupakan senyawa padatan yang berwarna coklat kemerahan, terbentuk pada reaksi redoks yang berbeda dengan reaksi sebelumnya. Ion-ion Fe2+ yang terbentuk pada daerah anode terdispersi dalam air dan bereaksi dengan O2 membentuk Fe3+ dalam karat. Keseluruhan reaksi pada proses ini adalah:

2Fe^(2+) (aq) + \frac{1}{2} O_2 (g) + (2+n)H_2O (l) (aq) \longrightarrow Fe_2O_3 \cdot nH2O (s) + 4H^+ (aq)

Secara keseluruhan, jika persamaan reaksi hilangnya besi dengan reaksi pembentukan karat dijumlahkan maka diperoleh:

2Fe(s) + frac{3}{2} O_2 (g) + nH2O (l) \longrightarrow Fe_2O3 \cdot nH2O (s)

Apa itu Pengertian korosif

Reaksi korosi pada besi
(Sumber: Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.)

Sekarang sudah pahamkan Apa itu Pengertian korosif ?

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.